MARKET DATA
Newsletter

Bandara Kembali Dibuka, RI Menunggu Kabar Penting dari Jepang-China

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
08 September 2026 06:30
A drone view shows Mount Anak Krakatau volcano spewing hot ash during an eruption, in South Lampung, Lampung province, Indonesia, September 5, 2026. Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG)/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS
Foto: via REUTERS/PVMBG

Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak campuran setelah data ekonomi yang dirilis kemarin menunjukkan penguatan pada ketahanan eksternal Indonesia. Cadangan devisa nasional kembali meningkat dan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Perhatian pelaku pasar hari ini akan beralih ke pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, serta perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan yen, yuan, dolar AS, harga komoditas, serta arah rupiah dan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan.

Dari dalam negeri, kembali dibukanya Bandara Soekarno Hatta serta menurunnya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi kabar baik.

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1.Bandara Soekarno-Hatta Dibuka, Berapa Besar Dampak Ekonomi Letusan Gunung Anak Krakatau?

Sejumlah bandara yang sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi secara bertahap.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara kembali aktif sejak 8 September pukul 00.01 WIB. Sementara Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe dibuka pada 02.25 WIB.

Adapun Bandara Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi.

Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaPenumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana Foto: Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Pembukaan bandara tetap disertai inspeksi armada oleh otoritas dan maskapai. Pilot serta kru juga wajib memahami restricted polygon, yakni wilayah udara yang dibatasi karena terdampak abu vulkanik.

Sebelumnya, delapan bandara sempat terdampak erupsi Anak Krakatau sejak Sabtu (5/9/2026). Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam sendiri telah kembali beroperasi normal sejak Senin,  7 September pukul 09.00 WIB.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyebut penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mengganggu arus ekspor-impor RI.

Pada 2025, nilai ekspor nonmigas melalui Soetta mencapai US$9,9 miliar dan impor US$20,77 miliar, atau sekitar US$84,03 juta per hari.

Gangguan selama 8 jam berpotensi menunda perdagangan sekitar US$28 juta. Jika berlangsung 48 jam, nilainya bisa mencapai US$168 juta atau Rp2,96 triliun.

Setijadi menegaskan angka tersebut merupakan nilai barang yang berpotensi tertunda, bukan kerugian langsung. Ia mendorong pengalihan kargo ke bandara dan moda transportasi alternatif untuk menjaga rantai pasok.

Sejumlah ekonom menilai erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 5 September 2026 hanya memberi dampak terbatas terhadap ekonomi RI, meski mengganggu penerbangan hingga 1.558 penerbangan tertunda dan delapan bandara ditutup.

Kepala Pusat Riset Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman memperkirakan, jika gangguan berlangsung sepekan dan separuh aktivitas pulih sebelum akhir September, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 hanya tertekan 0,003 poin persentase. Jika berlangsung tiga pekan, tekanannya bisa mencapai 0,015 poin persentase.

Senada, CORE Indonesia menilai dampak awal akan terkonsentrasi pada sektor transportasi, pariwisata, dan logistik. Namun, dampaknya diperkirakan tidak signifikan terhadap pertumbuhan nasional karena aktivitas masyarakat dan distribusi barang masih dapat dialihkan.

Ekonom mengingatkan, dampak bisa membesar jika erupsi berlangsung lama hingga menghambat logistik, pasokan bahan baku, produksi, dan mendorong pembatalan perjalanan.

2. Cadangan Devisa Indonesia Agustus 2026

Cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$146,5 miliar pada Agustus, dari US$145,3 miliar pada Juli, berdasarkan data yang dirilis kemarin, Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB.

Kenaikan sebesar US$1,2 miliar membawa cadangan devisa Indonesia ke posisi tertinggi sejak Maret.

Peningkatan tersebut terutama ditopang penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tambahan cadangan tersebut mampu mengimbangi kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah itu masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Kenaikan cadangan devisa menjadi sentimen positif bagi rupiah karena memperkuat kemampuan Bank Indonesia dalam meredam volatilitas nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.

3. Pertumbuhan Ekonomi Jepang Kuartal II-2026

Estimasi final pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II-2026 secara tahunan dijadwalkan diumumkan hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 06.50 WIB. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,1%, melambat dari 1,8% pada kuartal sebelumnya.

Proyeksi juga berada pada level 1,1%.

Estimasi awal menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,1%, dengan konsumsi swasta belum memberikan kontribusi terhadap ekspansi ekonomi karena rumah tangga masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Belanja pemerintah meningkat, tetapi investasi bisnis melemah di tengah ketidakpastian global. Perdagangan internasional menjadi salah satu penopang setelah ekspor naik dan impor mengalami penurunan.

Revisi di atas konsensus akan mengindikasikan bahwa perekonomian Jepang memiliki momentum yang lebih kuat dari perkiraan dan berpotensi memberikan dukungan terhadap yen serta pasar saham Jepang.

Sebaliknya, revisi ke bawah akan memperbesar kekhawatiran terhadap lemahnya konsumsi domestik dan dapat mengurangi peluang Bank of Japan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

4. Neraca Perdagangan China Agustus 2026

Neraca perdagangan China periode Agustus dijadwalkan dirilis hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 10.00 WIB. Konsensus pasar memperkirakan surplus meningkat menjadi US$119,1 miliar, dengan proyeksi sekitar US$120 miliar, dari surplus US$112,5 miliar pada Juli.

Peningkatan surplus diperkirakan ditopang pertumbuhan ekspor sebesar 25% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 23,9% pada Juli.

Sementara itu, impor diperkirakan tumbuh 30%, meningkat dari 27,5% pada periode sebelumnya. Pada Juli, nilai ekspor China tercatat sebesar US$397,85 miliar, sedangkan impor mencapai US$285,35 miliar.

Kinerja ekspor sebelumnya ditopang pengiriman produk teknologi tinggi dan semikonduktor serta peningkatan perdagangan dengan negara-negara ASEAN. Pertumbuhan impor yang kuat juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambgantaran mengenai kondisi permintaan domestik dan aktivitas industri China.

Surplus yang lebih besar dari konsensus dengan ekspor dan impor yang sama-sama kuat akan menjadi sentimen positif bagi yuan, saham China, dan harga komoditas.

Namun, jika surplus meningkat hanya karena pertumbuhan impor melemah, pasar dapat memandang angka tersebut sebagai tanda bahwa permintaan domestik China masih rapuh.

Bagi Indonesia, penguatan impor China dapat memberikan sentimen positif terhadap batu bara, minyak kelapa sawit, logam, dan komoditas ekspor lainnya. Sebaliknya, realisasi ekspor maupun impor yang berada di bawah perkiraan berpotensi menekan pasar saham regional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China.

(gls/gls)


Most Popular
Features