Newslette

AS, Eropa-China Umumkan Kabar Penting di Tengah Erupsi Gunung Krakatau

Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 06:25 WIB
Foto: Gunung berapi Gunung Anak Krakatau memuntahkan lahar panas terlihat dari desa Pasauran di Serang, provinsi Banten, Indonesia, 5 September 2026. (REUTERS/Rikardo)
  • Pasar keuangan RI ditutup beragam. Rupiah menguat, IHSG melemah, sementara SBN stagnan.
  • Wall Street ditutup kompak melemah.
  • Rilis data cadev dan kelanjutan bencana alam menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam. Bursa saham ditutup melemah, surat berharga negara (SBN) stagnan dan rupiah menguat di tengah pasar yang menunggu rilis data ketenagakerjaan AS

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan sedikit lebih lega walaupun masih akan menghadapi tantangan pada hari ini terutama karena perang yang belum menemukan titik terangnya serta potensi supply chain yang terganggu akibat bencana alam yang melanda Indonesia dari berbagai macam spektrum.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan gagal melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (4/9/2026). IHSG turun 31,42 poin atau 0,47% ke level 6.636,48.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 6.695,69, dengan level tertinggi 6.704,13 dan terendah 6.633,93. Sebanyak 276 saham menguat, 379 saham melemah, dan 308 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 35,80 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp 15,04 triliun.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, terpantau asing membukukan net foreign outflow sebesar Rp 29,76 miliar di all market namun mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 317,01 miliar

Sehingga apabila data ditarik secara year-to-date bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 67,48 triliun di all market dan Rp 96,11 triliun di reguler market.


(gls/gls)
Pages