MARKET DATA
Newsletter

Dunia Cemas, RI Bisa Ikut Bergetar Menunggu Pidato Super Penting Fed

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
28 August 2026 06:25
Pedagang Christopher Lagana bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 11 April 2025. (AP Photo/Richard Drew)
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Dari bursa saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Indeks Nasdaq naik 1,57% menjadi 26.541,35, sementara S&P 500 menguat 0,72% ke 7.730,99. Dow Jones Industrial Average terapresiasi105,56 poin atau 0,2% dan ditutup di level 53.569,44.

Indeks Nasdaq menguat pada perdagangan Kamis setelah laporan keuangan terbaru dari Nvidia dan sejumlah perusahaan teknologi ternama lainnya meningkatkan sentimen investor.

Kinerja tersebut menjadi hari perdagangan terbaik sejak 4 Agustus bagi sektor teknologi, S&P 500, dan Nasdaq Composite.

 

Saham Nvidia melonjak 8,7% setelah perusahaan membukukan kinerja di atas ekspektasi analis dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang kuat.

Secara khusus, pertumbuhan pendapatan Nvidia diperkirakan mencapai 70% pada tahun fiskal 2028, jauh di atas proyeksi 44% yang sebelumnya diperkirakan para analis yang disurvei LSEG. Pendapatan Nvidia pada kuartal fiskal kedua bahkan lebih dari dua kali lipat.

Saham-saham yang terkait dengan industri semikonduktor turut menguat. Broadcom naik 4,5%, sementara SK Hynix dan Intel masing-masing melonjak 2% dan 4%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga naik 3%.

"Belakangan ini banyak pembicaraan mengenai pembiayaan sirkular untuk perusahaan-perusahaan hyperscaler dan apakah pendapatan mereka benar-benar mampu menutup biaya besar yang harus mereka keluarkan. Mungkin hasil ini bisa menunda pembahasan tersebut untuk sementara waktu," kata Melissa Brown, global head of investment decision research di SimCorp, kepada CNBC International.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan lain yang menjadi bagian dari perdagangan saham AI saat ini sekadar mengikuti Nvidia.

 

Di luar Nvidia dan saham semikonduktor lainnya, Salesforce melonjak lebih dari 22% setelah pendapatannya pada kuartal kedua melampaui proyeksi Wall Street. Saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe dan Autodesk masing-masing naik 5,7% dan 6,2%.

Di sektor keamanan siber, Okta melesat lebih dari 28%, sedangkan CrowdStrike melonjak 20,5% setelah kedua perusahaan melampaui ekspektasi analis dan menaikkan proyeksi kinerja. Keduanya melihat permintaan yang semakin kuat seiring berkembangnya teknologi agentic AI. Saham keamanan siber lainnya seperti Palo Alto Networks juga ikut menguat, bahkan melonjak hampir 13%.

Brown mengatakan, perbedaan kinerja yang sangat lebar antara saham-saham yang terkait dengan perdagangan AI dan saham di sektor lainnya membuat korelasi antar-saham menjadi rendah, sehingga memengaruhi risiko di pasar.

"Volatilitas memang tinggi, tetapi korelasinya rendah. Karena itu, volatilitas pasar secara keseluruhan tetap rendah. Kekhawatiran kami adalah kondisi ini justru bisa membuat investor merasa terlalu aman," ujarnya.

Para trader kini bersiap menghadapi simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Jumat.

(evw/evw)


Most Popular
Features