Wall Street Pesta Pora, RI Masih Cemas Tunggu Data Pertumbuhan Ekonomi
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street pesta pora pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini didorong oleh kinerja laba perusahaan yang kuat serta penurunan harga minyak seiring meningkatnya harapan bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka.
Indeks S&P 500 menguat 1,79% dan ditutup di level tertinggi baru 7.736,52, pertama kalinya mencetak rekor sejak Juni 2026.
Indeks Nasdaq Composite melonjak 2,59% ke 26.584,99, didorong lonjakan saham Palantir Technologies sebesar 29%.
Sementara itu, Dow Jones melesat 907,47 poin atau 1,71% ke 54.085,88. Kenaikan Dow dipimpin oleh saham Caterpillar yang melonjak lebih dari 5%, melampaui rekor intraday yang dicapai bulan lalu.
Baik S&P 500 maupun Dow Jones juga mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Tidak hanya sektor teknologi yang melesat 4%, sektor lain juga menguat. Sektor keuangan naik 0,9%, dipimpin oleh Goldman Sachs yang menguat lebih dari 2%. Sektor industri dan material masing-masing naik hampir 2%.
Harga minyak turun setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam wawancara dengan CNBC International bahwa pemerintah AS sedang melakukan pembicaraan dengan Iran.
"Kami sedang berdiskusi dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kesepakatan tercapai hari ini atau besok untuk membuka kembali selat dan bergerak menuju kondisi konflik yang lebih normal," ujar Bessent.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 5,69% ke US$75,77 per barel. Sementara minyak Brent, patokan internasional, merosot 5,26% ke US$79,36 per barel.
Saham Palantir mencatat kenaikan harian terbaik dalam lebih dari dua tahun setelah perusahaan membukukan hasil kuartal II yang jauh melampaui ekspektasi.
CEO Alex Karp menyebut kinerja tersebut luar biasa, didorong oleh tingginya permintaan terkait kedaulatan AI (AI sovereignty).
Saham-saham chip juga melanjutkan pemulihan setelah terpukul pada Juli. Micron Technology melonjak lebih dari 7%, sementara Marvell Technology melesat hampir 13%.
Caterpillar menjadi penyumbang kenaikan terbesar di Dow Jones setelah melaporkan laba kuartal II yang lebih baik dari perkiraan serta menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan.
Perusahaan menyebut permintaan alat berat tetap kuat berkat masifnya pembangunan pusat data AI di Amerika Serikat. Caterpillar juga memperkirakan dampak tarif impor sepanjang tahun akan berada di batas bawah proyeksi sebelumnya.
Musim laporan keuangan kali ini terbilang sangat kuat.
Menurut FactSet, lebih dari 84% perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi analis.
"Melihat pasar saham melesat dalam tiga sesi terakhir, Anda mungkin tidak akan menyangka ada masalah di dunia saat ini," kata Thierry Wizman, Global FX & Rates Strategist Macquarie Group, dikutip dari CNBC International.
Ia menambahkan, saham-saham semikonduktor telah pulih dari tekanan besar pada Juli setelah sejumlah perusahaan AI raksasa berhasil meredakan kekhawatiran investor terkait besarnya belanja pusat data yang berpotensi menggerus arus kas.
Selain itu, laporan laba perusahaan AS sejauh ini juga tidak mengecewakan secara agregat.
Pada perdagangan Senin, indeks-indeks utama Wall Street juga melonjak untuk mengawali perdagangan Agustus.
Dow Jones ditutup di rekor tertinggi, sementara kapitalisasi pasar Amazon sempat menembus US$3 triliun untuk pertama kalinya. Namun pada Selasa, saham Amazon terkoreksi 2% setelah Jeff Bezos mengajukan rencana penjualan saham senilai sekitar US$4 miliar.
Menurut pelaku pasar, reli Wall Street pada Selasa didorong kombinasi sejumlah sentimen positif, bukan hanya satu faktor. Di antaranya:
1. Harapan Damai AS-Iran
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS dan Iran berpeluang mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kabar ini membuat harga minyak anjlok dan meningkatkan optimisme pasar.
2. Laba Perusahaan Melonjak
Musim laporan keuangan kuartal II-2026 jauh lebih kuat dari perkiraan. Bank of America memperkirakan laba emiten S&P 500 tumbuh 27% secara tahunan, bahkan mencapai 45% jika memasukkan Alphabet dan Amazon.
3. Saham Teknologi Bangkit Bersama
Tidak hanya saham chip, sektor software dan raksasa teknologi juga ikut menguat karena optimisme bahwa seluruh ekosistem AI akan menjadi pemenang. Nasdaq melesat lebih dari 2,5%.
4. S&P 500 Tembus Level Kunci
S&P 500 berhasil menembus area resistensi penting di 7.620 dan ditutup di atas 7.700 untuk pertama kalinya. Secara teknikal, kondisi ini memicu gelombang beli baru.
5. Tekanan Jual Mereda
Pasar juga mendapat dorongan setelah meredanya aksi jual besar-besaran dari hedge fund Situational Awareness milik Leopold Aschenbrenner. Investor kembali fokus pada fundamental seperti laba perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.