Bikin Cemas! Deretan 7 Kabar Genting yang Bisa Guncang RI Pekan Ini
Bursa saham Wall Street kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, yang sekaligus mencatat kinerja negatif secara mingguan. Tekanan datang dari saham teknologi, terutama sektor semikonduktor, serta kekhawatiran investor terhadap laporan kinerja emiten.
Indeks S&P 500 turun 1,01% ke level 7.457,69, sementara Nasdaq Composite yang banyak berisi saham teknologi melemah lebih dalam, yakni 1,4% ke level 25.520,24. Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga terkoreksi 406,55 poin atau 0,77% ke level 52.146,42.
Dalam sepekan, tiga indeks utama Wall Street kompak melemah. S&P 500 turun 1,6%, Nasdaq anjlok 2,9%, sementara Dow Jones melemah 0,9%.
Tekanan paling besar masih datang dari saham-saham semikonduktor. VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir, dengan koreksi hampir 9% sepanjang pekan.
Saham semikonduktor terpukul setelah startup China, Moonshot AI, memperkenalkan model baru yang disebut mampu mempersempit jarak dengan model-model unggulan di Amerika Serikat.
"Perkembangan terbaru adalah persaingan dari model open-source di China, yang dilaporkan menyaingi kinerja penawaran terkemuka dari Anthropic dan OpenAI, sehingga memunculkan kekhawatiran baru terhadap laju belanja teknologi yang besar," kata Angelo Kourkafas, Senior Investment Strategist Edward Jones, dikutip dari CNBC International.
Menurut Kourkafas, pasar mulai melihat tanda-tanda kelelahan pada tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Permintaan dari pengguna akhir terhadap AI mulai lebih sensitif terhadap harga, sementara investor mulai menghukum perusahaan yang terlalu agresif meningkatkan belanja.
"Kami melihat volatilitas ini sebagai sinyal bahwa tema AI kemungkinan mulai matang, bukan rusak. Ini merupakan bagian yang sehat dari bagaimana siklus investasi transformatif berkembang," lanjut Kourkafas.
Selain saham chip, Netflix juga menjadi pemberat utama pada perdagangan Jumat. Saham perusahaan streaming tersebut turun lebih dari 7% setelah proyeksi kinerjanya gagal meredakan kekhawatiran investor bahwa pertumbuhan perusahaan mulai melambat.
Di luar laporan emiten dan saham teknologi, eskalasi perang Amerika Serikat dan Iran juga tetap menjadi perhatian pasar. Harga minyak melonjak setelah ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,5% ke US$82,49 per barel. Sementara minyak Brent yang menjadi acuan global menguat 4,6% ke US$88,10 per barel.
Kuwait pada Jumat menyebut Iran menyerang pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air. Sementara itu, U.S. Central Command menyatakan telah menyelesaikan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran, dengan menyasar puluhan target militer, termasuk infrastruktur logistik dan kemampuan maritim.
Pejabat Iran juga mengklaim telah menargetkan pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain. Kondisi ini memperluas serangan Teheran di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut muncul setelah gencatan senjata rapuh yang dicapai bulan lalu kembali retak. Kondisi ini kembali mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.
David Wagner, Head of Equities Aptus Capital Advisors, menilai kenaikan harga minyak memang dapat membuat pasar khawatir. Namun, dia masih melihat kondisi pasar secara keseluruhan tetap berada dalam kisaran yang wajar.
"Ini akan membuat orang panik, tetapi kami masih tetap berada di kisaran rata-rata," kata Wagner, dikutip dari CNBC International.
Wagner menambahkan bahwa dia masih optimistis terhadap pasar saham secara luas, meski harga minyak berada di level tinggi.
"Saya masih bullish, tetapi mungkin ada lebih banyak volatilitas ke depan," ujarnya.
Koreksi Wall Street dan lonjakan harga minyak menjadi sentimen penting bagi pasar Asia pada awal pekan ini. Investor akan mencermati apakah tekanan pada saham teknologi global dan eskalasi konflik Iran-AS ikut menahan minat terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang.
(evw/evw) Addsource on Google