MARKET DATA

Jangan Kaget! Nilai Ekonomi Messi Hingga 2026 Hampir Setengahnya RI

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
19 July 2026 15:00
Argentina memuncaki klasemen sementara Grup J Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Austria di Stadion AT&T, Senin (22/6) atau Selasa (23/6/2026) WIB. (IMAGN IMAGES via Reuters/MARIA LYSAKER)
Foto: Argentina memuncaki klasemen sementara Grup J Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Austria di Stadion AT&T, Senin (22/6) atau Selasa (23/6/2026) WIB. (IMAGN IMAGES via Reuters/MARIA LYSAKER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lionel Messi bukan hanya salah satu pesepak bola terbaik di Dunia. Pemain Argentina tersebut juga menjadi pusat ekosistem bisnis yang mencakup klub, sponsor, media, merchandise, pariwisata dan belanja penggemar.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Messi saat ini mencapai sekitar US$1,1 miliar. Sementara total pendapatan yang pernah diterimanya dari gaji, bonus, endorsement dan bisnis sepanjang karier berada di kisaran US$1,8 miliar.

Namun, kedua angka tersebut hanya menggambarkan uang dan aset yang masuk kepada Messi. Nilai keekonomiannya jauh lebih besar karena sebagian besar transaksi justru diterima klub, sponsor, perusahaan media, produsen pakaian, hotel, restoran dan penyelenggara pertandingan.

Tim riset CNBC Indonesia melakukan asesmen menggunakan ChatGPT untuk mengkalkulasi nilai keekonomian Lionel Messi secara keseluruhan.

Dalam skenario standar, Messi saat ini diperkirakan menggerakkan aktivitas ekonomi sekitar US$5,39 miliar atau Rp97,2 triliun per tahun.

Dari Klub hingga Pariwisata

Perhitungan dilakukan dengan mengestimasi belanja yang muncul karena Messi, kemudian menerapkan efek pengganda terhadap sektor ekonomi lain.

Pada 2026, belanja langsung yang dikaitkan dengan Messi diperkirakan mencapai US$2,82 miliar. Nilainya berasal dari bisnis Inter Miami dan MLS, timnas Argentina, sponsor, merchandise, bisnis personal, media serta perjalanan penggemar.

Sektor pariwisata menjadi komponen terbesar. Model dasar mengasumsikan sekitar 750.000 perjalanan per tahun yang berkaitan dengan Messi. Destinasinya mencakup Miami, Barcelona, Rosario, Argentina dan kota-kota tempat Messi bertanding.

Dengan pengeluaran lokal rata-rata US$1.400 per perjalanan, belanja wisata langsung mencapai US$1,05 miliar.

Setelah multiplier produksi diterapkan, keseluruhan dampak ekonomi Messi pada 2026 mencapai US$5,39 miliar.

Nilai tersebut bukan pendapatan pribadi Messi. Angka itu menggambarkan total produksi langsung dan tidak langsung yang bergerak di seluruh ekosistemnya.

Menghitung Sepanjang Karier

Dampak ekonomi 2026 tidak langsung dikalikan dengan seluruh masa karier. Pengaruh komersial Messi ketika memulai karier bersama Barcelona pada 2004 tentu belum sebesar sekarang.

Periode 2004-2008 diberi bobot 10% dari kekuatan ekonomi Messi saat ini. Bobot meningkat menjadi 35% pada 2009-2013 ketika Messi berkembang menjadi bintang global.

Periode 2014-2017 menggunakan bobot 60%, sementara 2018-2020 memakai 75%. Era PSG dan keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2022 diberi bobot 85%.

Periode Inter Miami pada 2023-2025 menggunakan bobot 90%. Tahun 2026 memakai bobot penuh karena Messi kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia.

Dengan kurs Rp18.041 per dolar AS, total dampak ekonomi Messi sepanjang 2004-2026 mencapai sekitar Rp1.195,6 triliun.

Setara 31% Belanja APBN Indonesia

Belanja negara dalam APBN Indonesia 2026 ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

Secara tahunan, aktivitas ekonomi Messi setara dengan belanja pemerintah Indonesia selama sekitar sembilan hari.

Sementara itu, total dampak sepanjang kariernya setara dengan sekitar 31% APBN Indonesia 2026. Perbandingan ini hanya menunjukkan skala karena nilai Messi dikumpulkan selama 22 tahun, sedangkan APBN merupakan belanja satu tahun.

Dengan demikian, dalam skenario dasar, nilai ekonomi Messi saat ini mencapai US$5,39 miliar per tahun, sedangkan dampak kumulatif sepanjang kariernya diperkirakan US$66,27 miliar atau hampir Rp1.196 triliun.

Namun apabila ingin menggunakan skenario terbaiknya, Messi mampu memberikan nilai ekonomi secara kumulatif sepanjang kariernya diperkirakan bisa mencapai US$110,70 miliar (Rp1.997 triliun) atau setara dengan 51,97% APBN Indonesia.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular