MARKET DATA

Alarm Buat RI! Kelas Menengah Mulai Putus Asa Cari Kerja

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
09 July 2026 12:10
Bukti Cari Kerja Makin Susah, Anak Muda China dan RI Jadi Sorotan
Foto: Infografis/ Bukti Cari Kerja Makin Susah, Anak Muda China dan RI Jadi Sorotan/ Ilham

Jakarta, CNBC Indonesia - Keyakinan konsumen Indonesia turun pada Juni 2026. Meski masih berada di level optimis, penurunan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi mulai tidak sekuat bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 tercatat sebesar 117,8. Angka ini masih berada di atas level 100, yang berarti konsumen secara umum masih optimistis.

Namun, posisi tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 120,9. Keyakinan konsumen masih terjaga, tetapi mulai kehilangan sebagian tenaganya.


Kondisi Saat Ini dan Ekspektasi Konsumen Kompak Turun

Dua indeks utama yang menopang keyakinan konsumen, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), sama-sama mengalami penurunan.

Pada Juni 2026, IKE turun ke level 109,2 dari sebelumnya 112,2 pada Mei 2026. IKE menggambarkan bagaimana konsumen menilai kondisi ekonomi saat ini, atau pada Juni 2026, dibandingkan dengan kondisi sekitar enam bulan lalu, yakni Desember 2025.

Sementara itu, IEK turun ke level 126,4 dari 129,7 pada Mei 2026.

IEK menggambarkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan. Dalam konteks laporan Juni 2026, indeks ini mencerminkan pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi hingga sekitar Desember 2026.

Meski IKE dan IEK masih berada di atas level 100 atau zona optimistis, penurunannya menunjukkan bahwa keyakinan konsumen melemah dari dua sisi sekaligus. Penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini turun, sementara harapan terhadap kondisi ekonomi ke depan juga ikut berkurang.

Pelemahan IEK menjadi salah satu catatan penting. Level 126,4 pada Juni 2026 merupakan posisi terendah sejak September 2022, ketika IEK berada di level 126,1.

Dari sisi kondisi ekonomi saat ini, pelemahan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini terlihat pada seluruh komponen pembentuknya.

Indeks penghasilan saat ini turun ke level 119,8 dari 123,2 pada Mei 2026. Indeks pembelian barang tahan lama juga melemah ke level 105,9 dari 108,3. Serta keyakinan untuk lapangan kerja. 

Keyakinan Lapangan Kerja Makin Dekat ke Zona Pesimis

Indeks ketersediaan lapangan kerja turun ke level 101,8 di Juni 2026. Angka ini memang masih sedikit berada di atas level 100, sehingga secara umum masih masuk zona optimistis.

Namun, jaraknya dengan batas pesimistis sudah sangat tipis untuk turun ke pesimis.

Dengan posisi 101,8, penilaian konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini bisa dikatakan semakin rapuh. Konsumen masih melihat lapangan kerja tersedia, tetapi tingkat keyakinannya sudah jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan ini juga menjadi salah satu penekan utama IKE pada Juni 2026. Sebab, IKE tidak hanya berbicara soal penghasilan masyarakat, tetapi juga bagaimana konsumen menilai peluang kerja dan kemampuan membeli barang tahan lama.

Melemahnya indeks ketersediaan lapangan kerja menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pasar kerja mulai memburuk, terutama jika dibandingkan dengan kondisi enam bulan sebelumnya.

Tekanan tersebut menjadi lebih jelas jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran.

Kelas Menengah Bawah Pesimis Soal Lapangan Kerja

Berdasarkan kelompok pengeluaran, tekanan paling terasa pada kelompok pengeluaran bawah hingga menengah bawah.

Pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta, indeks ketersediaan lapangan kerja turun ke level 96,4 pada Juni 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 99,2.

Kelompok ini sudah berada di bawah level 100 dalam dua bulan beruntun. Level di bawah 100 menunjukkan kelompok pengeluaran Rp1-2 juta sudah masuk zona pesimis dalam menilai ketersediaan lapangan kerja saat ini.

Penurunan lebih tajam terjadi pada kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta. Indeks ketersediaan lapangan kerja kelompok ini anjlok ke level 96,9 pada Juni 2026 dari 110,0 pada bulan sebelumnya.

Perubahan ini cukup mencolok karena hanya dalam satu bulan, kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta langsung berbalik dari zona optimistis ke zona pesimis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja memburuk lebih dalam di kelompok masyarakat dengan pengeluaran menengah bawah.

Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan persepsi antar kelompok pengeluaran. Konsumen secara agregat masih optimistis, tetapi kelompok pengeluaran menengah bawah mulai merasakan tekanan lebih besar dalam melihat ketersediaan lapangan kerja.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular