Awal Semester II Bak Neraka! 9 Sentimen Ini Bisa Guncang IHSG & Rupiah
Dari bursa saham Amerika Serikat, bursa Wa Street mengakhiri paruh pertama tahun ini dengan pesta. Saham meonjak tajam pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Saham melonjak tajam ditopang saham sektor cip.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 136,46 poin atau 0,26% dan ditutup pada rekor tertinggi 52.319,20. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,79% menjadi 7.499,36, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,52% ke 26.213,72.
Kenaikan tersebut didukung oleh reli saham-saham produsen cip.
Saham Nvidia naik 2,6%, Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 7,7%, dan Intel menguat 6%.
Sementara itu, VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3%, sehingga kenaikan sepanjang tahun (year-to-date) mencapai 82%.
Selasa merupakan hari perdagangan terakhir untuk paruh pertama tahun sekaligus kuartal kedua.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, Dow Jones naik 8,9%, mencatatkan kinerja paruh pertama terbaik sejak 2021 ketika melonjak 12,7%.
S&P 500 menguat 9,6% pada paruh pertama tahun, sedangkan Nasdaq tampil paling unggul dengan kenaikan lebih dari 12%.
Selain itu, Russell 2000 melonjak hampir 22%, menjadi kinerja paruh pertama terbaik sejak enam bulan pertama tahun 1991.
Awal tahun diwarnai volatilitas yang tinggi.
Meskipun indeks-indeks utama mencetak rekor tertinggi baru, pencapaian tersebut terjadi di tengah gejolak harga energi akibat perang Iran serta ketidakpastian mengenai keberlanjutan belanja investasi kecerdasan buatan (AI).
"Bagi saya, pelajaran dari paruh pertama 2026 adalah bahwa laba perusahaan lebih penting daripada hampir semua faktor lainnya, kecuali mungkin suku bunga," kata Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, kepada CNBC International.
Namun, kuartal kedua menjadi periode yang sangat kuat bagi pasar saham karena kekhawatiran terhadap reli AI mulai mereda dan perang tampak semakin mendekati penyelesaian.
S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak 14,9% dan 21,4% pada kuartal kedua, mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak kuartal kedua 2020. Dow Jones naik 12,9% pada periode yang sama, menjadi kinerja kuartalan terbaik sejak kuartal keempat 2022.
Menurut Holland, selama tidak terjadi peningkatan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pasar bullish diperkirakan akan terus meluas hingga akhir tahun, dengan investor mulai mengalihkan dana ke sektor-sektor yang valuasinya lebih murah.
"Dunia masih berfokus pada pembangunan belanja modal AI dan perdagangan bertema AI, dan menurut saya itu memang tepat. Namun, jika melihat lebih dalam, yang justru berkinerja baik sepanjang tahun ini, termasuk selama Juni, adalah saham-saham value, bukan saham growth," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi tersebut cenderung menjadi hambatan bagi saham-saham growth dengan valuasi mahal, tetapi justru menguntungkan saham-saham yang sensitif terhadap kondisi ekonomi serta sektor-sektor serupa.
(emb/emb) Addsource on Google