MARKET DATA
Newsletter

Banyak Kabar Baik, IHSG-Rupiah Tinggal Hadapi 'Monster' dari Amerika

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
30 June 2026 06:23
FILE PHOTO: The Charging Bull statue, also known as the Wall St. Bull, is seen in the financial district of New York City, U.S., August 18, 2018.  REUTERS/Brendan McDermid/File Photo
Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Steret ditutup menguat pada Senin (29/6/2026) atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah Alphabet resmi bergabung ke dalam indeks tersebut. Kenaikan ini melengkapi reli yang terjadi di pasar saham secara lebih luas.

Dow Jones naik 306,63 poin atau 0,59% dan ditutup di 52.182,74. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,18% ke 7.440,43, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,07% dan berakhir di 25.820,14.

Alphabet menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, melesat hampir 5% pada hari pertamanya diperdagangkan sebagai anggota Dow Jones.

Di sisi lain, saham Comcast melonjak 4,4% setelah perusahaan mengumumkan rencana memisahkan bisnis media dan teknologinya menjadi dua perusahaan publik yang terpisah.

Proses pemisahan tersebut diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

Sektor semikonduktor juga mencatat penguatan signifikan. VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3%, berbalik arah setelah sempat melemah di awal perdagangan.

Saham Astera Labs, KLA, dan Applied Materials masing-masing melonjak sekitar 16%, 12%, dan hampir 11%, memimpin reli sektor tersebut.

Penguatan pasar terjadi saat Wall Street memasuki pekan perdagangan yang lebih singkat karena bursa saham AS akan libur pada Jumat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (Independence Day).

"Likuiditas kemungkinan akan lebih tipis karena pekan perdagangan yang dipersingkat akibat libur, sehingga pergerakan harga bisa lebih besar dari biasanya," ujar Joe Tigay, manajer portofolio di Equity Armor Investments, kepada CNBC International.

Ia juga menambahkan bahwa pasar sedang mendekati akhir kuartal, sehingga banyak manajer investasi melakukan window dressing, yakni mempercantik komposisi portofolio sebelum dilaporkan kepada klien. Menurutnya, banyak saham berkapitalisasi besar telah mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun ini sehingga sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan.

 

Di sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran pada Minggu sepakat menghentikan sementara aksi permusuhan serta mengizinkan kapal-kapal komersial kembali melintasi Selat Hormuz secara bebas.

Kesepakatan itu tercapai setelah serangkaian aksi militer pada akhir pekan yang sempat mengancam proses negosiasi untuk mengakhiri konflik kedua negara.

"Pembahasan teknis akan terus berlanjut untuk seluruh aspek nota kesepahaman (MOU). Untuk saat ini kedua belah pihak akan menahan diri, dan kapal-kapal dapat kembali berlayar dengan bebas," kata seorang pejabat AS kepada CNBC.

Sebelumnya, militer AS menyerang sejumlah target militer Iran sebagai balasan atas serangan Iran di Selat Hormuz. Setelah itu, Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran melalui unggahan di Truth Social.

Ia menulis bahwa pesawat tempur AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai karena, menurutnya, Iran kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Harga minyak mentah turut menguat pada awal pekan seiring pelaku pasar mengevaluasi apakah penghentian sementara konflik tersebut dapat bertahan dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi global. Minyak Brent naik 1,61% menjadi US$73,15 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2% dan ditutup di US$70,75 per barel.

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features