Banyak Kabar Baik, IHSG-Rupiah Tinggal Hadapi 'Monster' dari Amerika
Pasar keuangan Indonesia akan menutup perdagangan pada paruh pertama atau semester I tahun ini pada hari ini. Menjelang semester II, bursa saham diharapkan sudah bangkit.
Meredanya ketegangan perang, melandainya dolar AS dan imbal hasil US Treasury serta jaminan pemerintah mengenai defisit APBN akan menjadi sentimen positif buat rupiah dan IHSG. Namun, rilis data pekerjaan AS yakni JOLTs bisa menjadi sandungan bagi IHSG dan rupiah. Jika datanya menguat maka The Fed dikhawatirkan akan semakin hawkish.
Perkembangan Perang
Tim negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran semula dijadwalkan bertemu di Doha pekan ini. Namun, Iran menegaskan belum ada agenda perundingan dengan AS, meski kedua negara sama-sama mengirim delegasi ke Qatar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan delegasi teknis Iran yang berangkat ke Qatar tidak terkait dengan kunjungan utusan AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff. "Kami tidak akan menggelar perundingan dengan pihak AS dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.
Perbedaan pernyataan tersebut mencerminkan rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 17 Juni untuk menghentikan perang yang telah berlangsung empat bulan. Konflik itu sempat mengganggu lalu lintas minyak dunia di Selat Hormuz dan menjadi tekanan politik bagi Presiden AS Donald Trump menjelang pemilu Kongres November.
Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), kedua negara memiliki waktu sedikitnya 60 hari untuk membahas program nuklir Iran, cadangan uranium yang diperkaya tinggi, serta menyusun gencatan senjata permanen. Namun, proses negosiasi berjalan lambat karena kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan.
Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari, lalu lintas kapal di Selat Hormuz sempat nyaris berhenti, mendorong harga minyak menembus US$100 per barel. Meski sempat pulih usai kesepakatan, Iran kemudian kembali membatasi pelayaran dan berencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintas setelah masa 60 hari berakhir.
AS menuduh Iran menyerang sedikitnya dua kapal dagang di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir dan membalasnya dengan serangan ke fasilitas militer Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan sekitar US$6 miliar dari total US$12 miliar aset Iran yang dibekukan di Qatar akan dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan. Menurutnya, MoU tersebut, yang juga mencakup pelonggaran sanksi AS terhadap sektor minyak dan petrokimia Iran, merupakan "kemenangan besar" bagi rakyat Iran.
Ketidakpastian juga meluas ke Lebanon. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri meragukan implementasi kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang dimediasi AS. Padahal, kesepakatan AS-Iran bulan ini juga mencakup penghentian konflik di Lebanon, dengan Iran menuntut Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan.
Pemerintah Pastikan Defisit APBN di Bawah 3% di Akhir 2026
Pimpinan DPR bersama jajaran pemerintah menggelar rapat koordinasi bidang ekonomi serta upaya penguatan fiskal dan moneter sebagai respons dan antisipasi terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik global
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, didampingi para Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati. Turut hadir Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, serta Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono.
Dari unsur pemerintah, rapat dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono, serta Ricky Perdana Gozali.
Menurut Dasco, pertemuan tersebut difokuskan pada upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus merumuskan langkah mitigasi terhadap berbagai tantangan yang belakangan muncul. "Rapat koordinasi untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus juga rapat untuk mitigasi beberapa hal yang terjadi belakangan ini," ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan respons pemerintah Bersama otoritas moneter dan DPR bersinergi dalam menjaga kestabilan makroekonomi dalam jangka pendek terhadap dampaknya ke inflasi dan daya beli masyarakat melalui kebijakan fiskal dan moneter. Selain itu diperlukan juga upaya menjaga kepercayaan pasar di tengah pelemahan Rupiah
Dari sisi Moneter, Deputi Dewan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan Langkah BI menjaga stabilitas dalam jangka pendek utamanya terkait nilai tukar dan likuiditas. Dari sisi Kementerian Keuangan, Wamnekeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal masih sangat terjaga baik dengan deficit 0,7% dan diperkirakan tetap di Bawah 3% di akhir tahun 2026
Sementara Menteri ESDM, Bahli Lahadalia merespons isu terkait gas industri maka dirumuskan sejumlah solusi mengatasi persoalan industri dan mencegah PHK yakni memastikan keberlanjutan dunia usaha. Khusus HGBT tetap US$ 6,5 hingga US$ 7 per MMBTU, gas pipa industri non HGBT di wilayah Jawa tetap US$ 9,5 per MMBTU.
Indeks Dolar dan Imbal Hasil US Treasury Melandai
Indeks Dolar melemah ke 101,1 pada Senin kemarin, terendah dalam lima hari terakhir. Melemahnya indeks menandai investor tengah menjual aset dolar mereka. Kondisi ini diharapkan menjadi kabar baik bagi rupiah karena ada potensi inflow dari investor asing ke mata uang Garuda.
Di sisi lain, imbal hasil US Treasury 10 tahun juga melandai ke 4,368% pada Senin, posisi terendahnya sejak Mei 2026 atau hampir dua bulan terakhir. Imbal hasil US Treasury yang melandai ini diharapkan ikut menekan imbal hasil SBN.
Data Lowongan Pekerjaan JOLTs Amerika Serikat
Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) Mei 2026 pada hari ini, Selasa (30/6/2026).
Pada April, jumlah lowongan kerja melonjak menjadi 7,618 juta, jauh di atas ekspektasi 6,88 juta dan menjadi yang tertinggi sejak November 2024.
Peningkatan ini menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah tekanan kenaikan biaya energi. Secara sektoral, pembukaan lapangan kerja didorong oleh layanan profesional dan bisnis, sementara peningkatan regional terbesar terjadi di wilayah Barat dan Selatan AS.
Tingkat pemutusan hubungan kerja terpantau stabil. Untuk rilis bulan Mei, konsensus memperkirakan lowongan pekerjaan berada di kisaran 7,28 juta hingga 7,4 juta.
Meski diperkirakan melandai, angka tersebut masih mencerminkan pasar tenaga kerja AS yang relatif kuat. Data ini akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar untuk mengukur apakah tekanan di sektor ketenagakerjaan mulai mereda atau masih cukup kuat menopang kebijakan suku bunga tinggi The Fed.
Inflasi Zona Euro
Eurostat akan merilis estimasi awal inflasi Juni pada Selasa malam waktu Eropa.
Pada bulan Mei lalu, tingkat inflasi konsumen Zona Euro tertahan di level 3,2%, yang merupakan level tertinggi sejak September 2023 dan di atas target 2,0% dari Bank Sentral Eropa.
Lonjakan inflasi tersebut secara dominan dipimpin oleh biaya energi yang meroket 10,8% akibat kendala pasokan yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Inflasi inti yang tidak memasukkan komponen energi dan makanan juga naik menjadi 2,6%, mengindikasikan bahwa tekanan harga mulai meluas ke sektor jasa dan barang industri. Dari sisi konsensus pasar, proyeksi mengantisipasi rilis inflasi bulan Juni akan melandai tipis ke posisi 3,1%.
(emb/emb) Add
source on Google