Piala Dunia Datang 4 Tahun Sekali, IHSG Bikin Deg-Degan Tiap Hari
- Pasar keuangan RI ditutup beragam IHSG dan Rupiah melemah sementara SBN sedikit menguat.
- Wall Street bangkit dari keterpurukan
- Perkembangan perang, data ekonomi AS, efek kenaikan suku bunga ECB, dan kebijakan pemerintah menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Kamis (11/6/2026). Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) mengalami penguatan sedikit.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi banyak tekanan pada hari ini setelah perang memanas dan pergerakan yang stagnan pada instrumen keuangan Indonesia. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah setelah di awal sesi sempat menguat signifikan pada perdagangan Kamis (11/6/2026). IHSG akhirnya ditutup melemah 0,28% atau terdepresiasi 16,34 poin ke posisi 5.886,03, mematahkan reli setelah dua hari beruntun ditutup melonjak.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun dengan volume perdagangan 33,65 miliar saham dalam 2,37 juta kali transaksi.
Asing masih mencatat net sell sebesar Rp 252,65 miliar.
Volatilitas IHSG masih cukup tinggi kemarin. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.010 (+1,82%) dan level terendah 5.784 (-1,99%). Pada penutupan bursa saham terjadi outflow sebesar Rp 252,64 miliar, sedikit lebih membaik dibandingkan dengan foreign flow pada perdagangan sesi pertama yang mengalami net foreign outflow sebesar Rp447,58 miliar
(gls/gls) Add
source on Google