MARKET DATA
Newsletter

Rekor Langka di RI! IHSG Hijau Royo-Royo Saat BI Rate & Pertamax Naik

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
10 June 2026 06:20
Data IHSG Pasca Lebaran
Foto: Infografis/ Data IHSG Pasca Lebaran/ Edward Ricardo
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam IHSG dan Rupiah menguat sementara SBN kembali melemah
  • Wall Street berakhir beragam, Dow Jones melemah
  • Rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia, kenaikan suku bunga, kenaikan harga BBM, inflasi AS, dan inflasi China menjadi penggerak utama pasar hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri akhirnya ditutup menguat tinggi pada perdagangan kemarin Selasa (9/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah namun imbal hasil SBN tetap kembali melambung tinggi.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini walaupun kemarin sudah ditutup menguat. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar keuangan Indonesia bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi 2 kemarin, Selasa (9/6/2026). Pada penutupan perdagangan, IHSG terbang 7,57% atau 404,51 poin ke level 5.746,65.

Sebanyak 678 saham naik, 89 turun, dan 48 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 27,77 triliun, melibatkan 44,70 miliar saham dalam 2,70 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.120 triliun.

Asing masing mencatat net sell sebesar Rp2,4 triliun pada perdagangan kemarin. 

Seluruh sektor perdagangan menguat kemarin dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor utilitas (13,51%), barang baku (10,61%), finansial (6,84%) dan energi (6,52%).

Saham-saham perbankan dan big caps blue chip menjadi penopang utama kinerja IHSG kemarin. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 29,79 indeks poin, Bank Central Asia (BBCA) +28,10 indeks poin,Telkom Indonesia (TLKM) +25,06 indeks poin dan Bank Mandiri (BMRI) +24,25 indeks poin.

IHSG lompat menyusul pertemuan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), dan sejumlah stakeholder sektor keuangan lainnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

 

Turut hadir dalam pertemuan Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Putrama Wahju Setiawan dan Ketua Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hery Gunardi. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

"Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air," ujar Dasco kemarin.

Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai situasi perbankan dari Himbara dan Perbanas pada saat ini.

"Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco.

Lanjut ke mata uang Garuda, Rupiah pada kemarin ditutup menguat signifikan usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Pada siang kemarin Selasa (9/6/2026) pukul 12.30 WIB, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI rate sebesar 25 bps ke angka 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur Mingguan.

Melansir data Refinitiv, per pukul 15.00 WIB, rupiah berada di level Rp18.050/US$. Posisi tersebut membuat mata uang Garuda menguat sekitar 0,66% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan posisi tersebut, rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar AS di mana pada hari sebelumnya kurs USDIDR berada di level pelemahan Rp18.170 atau terdepresiasi 0,89%.

Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah sejak pagi ini. DXY turun 0,14% ke posisi 99,908. Namun, posisi tersebut masih tergolong tinggi setelah DXY menguat tajam 0,66% pada perdagangan terakhir pekan lalu hingga kembali menembus level 100.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia kemarin, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.

Sementara di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun kembali mengalami lonjakan secara signifikan ke level 7,404%, di mana pada hari sebelumnya Senin (8/6/2026) imbal hasil ID10Y ditutup pada level 7.313.

Lonjakan imbal hasil menandai harga SBN yang tengah jatuh karena dijual investor.


Add logo_svg as a preferred
source on Google

Bursa saham AS, Wall Street beragam pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500, turun 0,26% dan ditutup di level 7.386,65. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,97% ke posisi 25.678,82. Berbeda dengan keduanya, Dow Jones Industrial Average naik 86,10 poin atau 0,17% menjadi 50.872,11.

ETF sektor semikonduktor, iShares Semiconductor ETF (SMH), turun 1% setelah sempat melonjak 6% pada Senin. Sebelumnya, ETF tersebut anjlok 10% pada Jumat lalu, menjadi penurunan harian terburuk dalam enam tahun, akibat kekhawatiran investor bahwa reli saham chip yang didorong tren kecerdasan buatan (AI) sudah terlalu tinggi dan terlalu cepat.

Saham Micron Technology turun 1% setelah melonjak 10% sehari sebelumnya. Pekan lalu, saham Micron sempat jatuh sekitar 20% hanya dalam dua hari, termasuk anjlok 13% pada Jumat. Sementara itu, Broadcom, yang juga mengalami penurunan tajam dalam dua hari pekan lalu, turun 1% setelah reli pemulihannya pada Senin kehilangan tenaga.

 

Pasar sempat menguat pada awal perdagangan karena harga energi turun di tengah harapan adanya penghentian konflik yang lebih permanen di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,4% dan ditutup pada US$88,20 per barel.

Penurunan terjadi setelah Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat signifikan.

Selain itu, Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan antara AS dan Iran kemungkinan dapat tercapai dalam dua atau tiga hari yang akan memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali segera.

Meski saham-saham energi dalam S&P 500 turun 1,6%, penurunan harga minyak secara umum memberi sentimen positif bagi pasar.

Sektor material dan konsumen diskresioner memimpin penguatan, sementara sektor properti juga terdorong oleh data penjualan rumah bekas yang lebih baik dari perkiraan. Sebaliknya, sektor teknologi informasi turun hampir 2%.

 

CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, mengatakan investor mulai mengalihkan dana dari saham pertumbuhan jangka panjang ke saham yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi seperti Home Depot, yang berpotensi diuntungkan jika Selat Hormuz kembali beroperasi normal.

Menurut Hatfield, selain karena Juni biasanya bukan bulan yang kuat bagi pasar saham, tekanan jual belakangan ini juga dipicu oleh rencana IPO SpaceX yang dijadwalkan akhir pekan ini.

"Saya rasa semua orang sedikit gugup. Pasar kemungkinan akan bergerak fluktuatif sampai IPO SpaceX berlalu," kata Hatfield kepada CNBC International.

Di sisi lain, OpenAI secara rahasia mengajukan dokumen IPO pada Senin malam, yang semakin meningkatkan antusiasme terhadap tema investasi AI. Sementara itu, SpaceX dijadwalkan melantai di bursa pada Jumat dan disebut-sebut sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah.

Sebagian investor menilai IPO tersebut dapat memperpanjang reli pasar yang ditopang AI. Namun, ada pula yang khawatir valuasi SpaceX yang mencapai US$1,75 triliun justru bisa menjadi penanda puncak euforia tren AI saat ini.

Pasar keuangan Indonesia pada hari ini masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan makroekonomi global.

1. Perang Memanas, Harga Minyak Malah Jatuh

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa setelah Presiden Donald Trump menyebut Teheran menembak jatuh helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Trump mengatakan AS merespons dengan serangan yang "sangat kuat", meski menegaskan dua pilot helikopter tersebut selamat.

Media Iran melaporkan serangan menghantam Pulau Qeshm dan wilayah Sirik di sekitar Selat Hormuz. Sementara itu, seorang pejabat AS menyebut helikopter Apache dijatuhkan oleh drone serang milik Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tidak membahas langsung insiden itu, namun memperingatkan kehadiran pasukan asing meningkatkan risiko bentrokan. Iran juga membantah melakukan operasi udara ofensif di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dan mengancam akan merespons jika kembali mendapat serangan.

Insiden tersebut berpotensi menghambat upaya perdamaian AS-Iran yang sebelumnya disebut Trump hampir tercapai. Militer AS menyatakan dua awak helikopter berhasil diselamatkan di perairan dekat Oman dan berada dalam kondisi stabil.

Di saat bersamaan, Israel menyerang kota pelabuhan Tyre di Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Serangan itu memperumit upaya memperluas gencatan senjata di kawasan, di tengah masih berlangsungnya konflik antara Israel, Hezbollah, dan Iran.

Selat Hormuz juga tetap menjadi titik sengketa utama. Iran masih membatasi pelayaran di jalur vital energi dunia tersebut, sementara AS mempertahankan tekanan terhadap Teheran. Trump menegaskan kesepakatan damai harus memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir, sedangkan Iran menuntut pencabutan sanksi dan pengakuan atas kendalinya di Selat Hormuz.

Meski panas lagi, harga minyak jatuh pada Selasa  setelah Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat signifikan.

Pada perdagangan Selasa kemarin, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,4% dan ditutup pada US$88,20 per barel.

Sementara itu, minyak brent jatuh 2,98% ke US$ 91,45 per barel. Harga peutupan kemarin adalah yang terendah sejak 20 April 2026 atau dalam tujuh pekan.

2. Harga BBM Non-Subsidi Naik, Pertamax Melonjak

PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan ini hanya berselang 10 hari setelah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi naik per 1 juni 2026.


Berdasarkan situs PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina resmi menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026 untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga BBM Pertamax ini naik Rp 3.950 per liter dari sebelumnya ditetapkan Rp 12.300 per liter pada 1 Juni 2026.

Ini merupakan kenaikan harga BBM Pertamax perdana setelah lonjakan harga minyak dunia akibat perang Israel-Iran pecah sejak 28 Februari 2026 lalu. Ketika harga BBM non subsidi lainnya sudah mengalami kenaikan harga sejak 18 April 2026 lalu, harga BBM Pertamax masih belum mengalami penyesuaian harga.


Sementara harga BBM Pertamax Green (setara RON 95) kini juga dibanderol Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Adapun untuk harga Pertamax Turbo tetap dibanderol Rp 20.750 per liter, tidak berubah, masih sama berlaku sejak 1 Juni 2026.

Untuk BBM Pertamax di Pertashop dibanderol Rp 16.150 per liter.

Sedangkan untuk BBM Solar non subsidi tidak mengalami perubahan, seperti Pertamina Dex dibanderol Rp 24.800 per liter, Dexlite Rp 23.000, sama seperti berlaku sejak 1 Juni 2026.

Sedangkan untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar bersubsidi masih tetap atau tidak mengalami perubahan, masing-masing dibanderol Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

3. Rapat Pembelian Kembali Saham Perbankan BUMN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyelenggarakan pertemuan koordinasi bersama jajaran direktur bank Himbara, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Rapat tertutup yang berlangsung di Gedung Nusantara III DPR RI ini secara spesifik membahas dinamika pasar saham yang tengah bergejolak, khususnya tren pelemahan nilai saham pada perbankan BUMN.

Dasco memaparkan bahwa perbankan pelat merah pada dasarnya memiliki landasan fundamental operasional dan rekam jejak kinerja yang sangat solid. Pelemahan yang terjadi lebih banyak didorong oleh sentimen negatif dari situasi pasar global yang kemudian berdampak sistemik pada bursa domestik.

Oleh karena itu, pertemuan ini ditujukan untuk mendiskusikan peluang dan momentum yang tepat bagi pihak perbankan guna melakukan aksi pembelian kembali atau buyback atas saham-saham mereka yang terkoreksi.

Rapat strategis ini turut dihadiri oleh pimpinan tertinggi institusi keuangan negara, termasuk Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Taspen, hingga Indonesia Investment Authority.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco bertemu pimpinan Bank Himbara. (Dok. Istimewa)Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco bertemu pimpinan Bank Himbara. (Dok. Istimewa) Foto: Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco bertemu pimpinan Bank Himbara. (Dok. Istimewa)

Setelah pertemuan, IHSG dibuka menguat 1% hingga mampu ditutup naik tajam sebesar 7,57% di level 5746,65 dari penutupan hari sebelumnya yang menjadikan hal ini katalis penting pivotnya tren bearish menjadi bullish bursa.

Area 5.500 yang merupakan support penting yang dengan mudah kembali di-reclaim sehingga membuat area ini menjadi area krusial untuk melanjutkan tren kenaikan, dengan catatan pada hari ini IHSG mampu ditutup di level 5.800 untuk melanjutkan tren kenaikan lanjutan yang dengan mudah dapat dilakukan.

Kenaikan IHSG sebesar 7,57% pada hari kemarin adalah salah satu yang tertinggi sejak 2000 atau Era Reformasi.


4. BI Rate Mendadak Naik 25 bps ke 5,50%

Bank Indonesia secara resmi menetapkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin sehingga berada di posisi 5,50%. Keputusan ini diambil melalui Rapat Dewan Gubernur Mingguan sebagai respons langsung atas depresiasi nilai tukar Rupiah yang pelemahannya telah melampaui batas proyeksi awal bank sentral.

Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility juga dikerek sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility naik 25 basis poin menjadi 6,25%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menerangkan bahwa langkah kenaikan 50 basis poin pada bulan sebelumnya terbukti belum optimal dalam menahan arus modal keluar.

Terjadi anomali arus dana pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia yang justru mencatatkan outflow di bulan Juni, bertolak belakang dengan tren inflow pada instrumen SBN dan saham.

Kenaikan BI Rate ini dieksekusi agar nilai tukar Rupiah kembali stabil serta menjaga agar laju inflasi pada tahun depan tetap berada dalam koridor sasaran. Pasca pengumuman kebijakan tersebut, nilai tukar Rupiah merespons positif dengan ditutup menguat 0,66% pada level Rp18.050 per Dolar AS.

Kenaikan BI rate kemarin dilakukan hanya berselang 20 hari dari keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20 Mei 2026.

Pada Mei 2026, BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25%.

Sejak BI rate diperkenalkan pada Juli 2005, sebelum kemarin, BI hanya dua kesempatan menaikkan bunga acuan dua kali dalam sebulan yakni pada 2013 dan 2018.

5. Margin Operasional DSI

Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria, menepis persepsi publik yang menganggap PT Danantara Sumberdaya Indonesia beroperasi sebagai calo dalam sistem ekspor komoditas strategis.

Ketetapan status lembaga sebagai perantara tunggal untuk ekspor tiga komoditas strategis memberikan hak bagi institusi untuk menarik margin, sebagaimana diatur sah dalam Pasal 3 Ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026.

Regulasi tersebut mengizinkan BUMN Ekspor menentukan margin pada tingkat kewajaran. Dony menekankan bahwa margin ini murni berfungsi untuk membiayai operasional layanan sertifikasi dan pendampingan, bukan manipulasi selisih harga jual produk eksportir ke pembeli asing.

Melalui fasilitas ini, pemerintah menjamin para pengusaha memiliki landasan hukum yang kuat, serta mendapat kepastian absolut bahwa seluruh dokumen muatan maupun harga jual telah memenuhi kriteria dan acuan harga internasional.

Seluruh proses pelaksanaan ekspor via lembaga ini dikelola dengan tingkat akuntabilitas maksimal sehingga seluruh lapisan masyarakat bebas mengawasi kinerja lembaganya.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang melakukan pertemuan dengan COO Danantara, Dony Oskaria Selasa (19/5/2026). (Instagram/nanik_deyang)Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang melakukan pertemuan dengan COO Danantara, Dony Oskaria Selasa (19/5/2026). (Instagram/nanik_deyang) Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang melakukan pertemuan dengan COO Danantara, Dony Oskaria Selasa (19/5/2026). (Instagram/nanik_deyang)

6. Neraca Perdagangan Tiongkok Mei 2026

Surplus neraca perdagangan Tiongkok mencatat tren ekspansi yang signifikan menjadi US$105,43 miliar pada bulan Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan raihan US$102,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Angka surplus ini membuktikan ketahanan sektor perdagangan dengan melampaui batas estimasi pasar di titik US$92,1 miliar, sekaligus mencetak level tertinggi sejak awal tahun.

Kinerja positif ini dimotori oleh lonjakan nilai ekspor sebesar 19,4% menuju rekor US$376,78 miliar, yang dipicu percepatan produksi manufaktur global dalam menimbun pasokan guna mengantisipasi inflasi energi akibat krisis Timur Tengah.

Sejalan dengan laju ekspor, volume impor turut melesat tajam sebesar 27,4% menyentuh angka US$271,35 miliar seiring masifnya intervensi pemerintah untuk memulihkan daya beli domestik.

Secara spesifik, surplus perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat meningkat menjadi US$26,02 miliar. Secara akumulatif sejak awal tahun hingga bulan Mei, total surplus perdagangan Tiongkok berhasil mencapai nilai US$451,71 miliar dengan ekspor tumbuh 15,5% dan impor terekspansi di rasio 24,5%.

7. Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Mei 2026

Hari ini BI akan mengumumkan data Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia per Mei 026.

Sebagai catatan, Indeks Keyakinan Konsumen tercatat di level 123,0 pada bulan April 2026, hanya naik tipis dari level 122,9 pada bulan Maret dan masih tertahan di sekitar level terendah dalam lima bulan terakhir.

Laporan Bank Indonesia menunjukkan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik, yang tercermin dari kenaikan sub-indeks sebesar 1,1 poin menjadi 116,5.

Sentimen atas ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan terakhir menguat 1,0 poin ke level 108,8, sementara pandangan untuk pembelian barang tahan lama melonjak 3,4 poin menjadi 112,6.

Di sisi lain, indikator ekspektasi masa depan justru mengalami pelemahan. Sentimen pendapatan saat ini turun 1,1 poin menjadi 126,1, dan ekspektasi pendapatan enam bulan ke depan melandai 0,8 poin ke 136,9.

Prospek lapangan kerja di semester mendatang juga turun tipis 0,3 poin menjadi 127,7, disertai ekspektasi kegiatan usaha yang melemah 1,4 poin ke level 124,1. Pasar saat ini menantikan rilis data untuk bulan Mei yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026.

8. Tingkat Inflasi China Mei 2026

Hari Ini, China akan mengumumkan data inflasi Mei 2026.

Laporan inflasi konsumen tahunan Tiongkok mengalami akselerasi menuju posisi 1,2% pada bulan April 2026, meningkat dari level 1,0% di bulan sebelumnya. Kenaikan harga pokok ini sukses melewati proyeksi moderat pasar yang memperkirakan inflasi hanya bergerak ke 0,8%.

Dorongan terbesar inflasi berasal dari komponen non-pangan yang merangkak naik 1,8%. Biaya operasional sektor transportasi memimpin lonjakan tersebut dengan meroket 4,6% yang disebabkan langsung oleh tekanan harga minyak global dan hambatan jalur logistik.

Kenaikan linier juga diamati pada indeks harga pakaian sebesar 1,5%, layanan kesehatan 2,2%, serta ongkos sektor pendidikan 1,3%. Bertolak belakang dengan hal itu, indeks kelompok pangan mengalami penyusutan biaya sebesar 1,6% sebagai imbas dari murahnya harga daging babi, sayuran segar, dan buah-buahan.

Secara umum, indeks inflasi inti yang meniadakan perhitungan energi dan makanan tetap stabil menunjukkan tren naik moderat sebesar 1,2%.

9. Neraca Dagang AS

Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) menyusut menjadi US$55,9 miliar pada April 2026 dari US$56,6 miliar pada Maret, lebih baik dari perkiraan pasar sebesar US$56,1 miliar.

Penyempitan defisit terjadi karena ekspor naik 2,6% menjadi rekor US$327,1 miliar, didorong oleh peningkatan ekspor barang modal, minyak mentah, produk energi, dan barang konsumsi. Ekspor komputer dan pesawat sipil menjadi penyumbang utama kenaikan.

Di sisi lain, impor naik 2,0% menjadi US$383 miliar, tertinggi dalam setahun, terutama karena meningkatnya pembelian komputer, semikonduktor, dan peralatan telekomunikasi.

Sementara itu, ekspor jasa turun tipis akibat melemahnya sektor perjalanan dan transportasi, sedangkan impor jasa meningkat karena kenaikan permintaan jasa transportasi, perjalanan, dan asuransi.

 

10. Tingkat Inflasi Amerika Serikat Mei 2026

Amerika Serikat juga akan merilis data inflasi Mei pada malam ini. Sebagai catatan, inflasi AS melonjak ke 3,8% (secara tahunan) untuk periode April 2026, menempatkannya pada titik inflasi tertinggi sejak Mei 2023.

Realisasi tersebut bergerak melewati garis estimasi pasar sebesar 3,7% dan naik dari posisi Maret i angka 3,3%. Komponen utama pendorong inflasi ini berasal dari indeks energi yang melonjak 17,9% akibat guncangan pasar komoditas dari perang dengan Iran.

Harga bensin melonjak hingga 28,4% sementara bahan bakar minyak mencetak rekor kenaikan ekstrem sebesar 54,3%. Tekanan biaya tambahan juga terpantau konsisten pada sektor hunian yang mencatat kenaikan 3,3% serta indeks bahan pangan dengan pertumbuhan 2,3%.

Di sisi lain, inflasi inti yang memisahkan fluktuasi indeks energi dan pangan mencatatkan penguatan tahunan di level 2,8%, melampaui proyeksi pasar. Percepatan ritme inflasi ini secara langsung meningkatkan kehati-hatian investor dalam memproyeksikan arah kebijakan pelonggaran moneter di tingkat global.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Laporan Survei Konsumen Mei 2026
  • Posisi Investasi Indonesia Q1 2026
  • Inflasi AS Mei 2026
  • Inflasi China Mei 2026
  • Inflasi Rusia Mei 2026
  • Suku Bunga Bank of Canada
  • Presiden melakukan kunjungan kerja ke Lampung

  • Komisi VI DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perdagangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Komisi VII DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perindustrian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Komisi V DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Konferensi pers Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menteri UMKM, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gedung Smesco, Jakarta Selatan

  • PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan Public Expose Live (Pubex Live) 2026 via zoom webinar.

  • Komisi VI DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala BP BUMN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

  • Media Gathering Duta Besar Kanada untuk Indonesia bertempat di Canadian Official Residence, Jakarta Selatan.

Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Asuransi Bintang Tbk (ASBI)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Gozco Plantations Tbk (GZCO)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT OBM Drilchem Tbk (OBMD)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Argo Pantes Tbk (ARGO)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Intiland Development Tbk (DILD)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana Aneka Tambang Tbk (ANTM)

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)

  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Ace Oldfields Tbk (KUAS)

  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Bayu Buana Tbk (BAYU)

  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)

  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai Citra Tubindo Tbk (CTBN)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO)

  • Tanggal Ex Dividen Tunai PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA)

  • Tanggal Ex Dividen Tunai Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai Metropolitan Land Tbk (MTLA)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai Nusantara Infrastructure Tbk (META)

  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Kokoh Exa Nusantara (KOCI)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Emdeki Utama Tbk (MDKI)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai Vale Indonesia Tbk (INCO)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Estee Gold Feet Tbk (EURO)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Temas Tbk (TMAS)

  • Tanggal Cum Dividen Tunai PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF)

Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:


-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]



Most Popular
Features