MARKET DATA

IHSG Terbang 7,57% Hari Ini, Masuk Rekor Tertinggi di Era Reformasi

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
09 June 2026 16:16
Data IHSG Pasca Lebaran
Foto: Infografis/ Data IHSG Pasca Lebaran/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026) dengan mencatatkan penguatan tajam 7,57% ke 5.746,65.

Kenaikan masif dalam satu hari perdagangan ini berhasil meluncurkan indeks domestik ke salah satu jajaran rekor apresiasi harian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal, khususnya jika ditinjau sejak era reformasi ketika masuk ke tahun 2000 atau awal reformasi.

Catatan Lonjakan Historis Sejak Awal 2000

Secara statistik bursa sejak awal tahun 2000, kenaikan IHSG yang melebihi 6% dalam sehari merupakan anomali yang sangat jarang terjadi.

Rekor penguatan harian tertinggi dalam periode era reformasi ini dipimpin oleh perdagangan tanggal 26 Maret 2020. Saat itu, indeks melesat hingga 10,19% dan berakhir di posisi 4.338,90 dari posisi pembukaan di level 3.937,63 akibat respons stimulus pasar.

Selain momentum tersebut, tahun 2008 menjadi periode dengan frekuensi lonjakan ekstrem terbanyak akibat tingginya volatilitas dampak krisis finansial global.

IHSG tercatat menguat 7,92% pada 23 Januari 2008 dan kembali melonjak 7,64% pada 3 November 2008. Tren penguatan di atas 6% lainnya juga sempat terekam beberapa kali pada rentang tahun 2007 hingga 2010.

Berikut adalah rincian data sejarah penutupan IHSG di atas 6% sejak era 2000-an:


Sinyal Buyback dan Fundamental Himbara

Pembalikan arah pergerakan pasar ini dipicu oleh sentimen positif dari hasil pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran direktur bank Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, BPI Danantara, INA, dan Menteri Sekretaris Negara.

Terdapat sinyal kuat dari pemerintah bahwa saham-saham perbankan BUMN layak untuk dibeli kembali mengingat valuasinya yang sedang tertekan.

Kinerja perbankan pelat merah secara fundamental dipastikan berada pada kondisi prima. Data menunjukkan penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Himbara masing-masing tumbuh di kisaran 20% hingga 30%. Profil likuiditas dan risiko juga terjaga sangat baik, terefleksi dari rasio LDR di rentang 88% hingga 90% serta NPL di bawah 2%.

Konfirmasi atas solidnya fundamental bank-bank berkapitalisasi besar ini berhasil memicu derasnya arus pembelian dari investor institusi domestik.

Apresiasi signifikan pada indeks hari ini menjadi anomali yang menarik, mengingat momentum akumulasi ini terjadi di tengah sentimen penekan dari naiknya suku bunga acuan (BI Rate) pada hari ini Selasa (9/6/2026) sebesar 25bps serta tren capital outflow yang saat ini masih berlangsung di pertengahan sesi perdagangan sebesar Rp 1,46 triliun.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular