3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak
- Pasar keuangan RI ditutup kompak melemah baik dari IHSG, Rupiah, maupun SBN.
- Wall Street mayoritas bangkit setelah perkembangan perang membaik
- Kelanjutan perang, neraca perdagangan China dan AS menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia -Â Pasar keuangan dalam negeri kembali babak belur pada perdagangan kemarin Senin (8/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok 4% imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN)Â juga kembali melambung tinggi.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar keuangan Indonesia bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Tekanan jual di pasar saham domestik masih tak terbendung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk cukup dalam dan masih memperpanjang tren koreksi tajam yang terjadi sejak tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, IHSGÂ ditutup level 5.342,14, merosot 252,63 poin atau anjlok 4,52%. Secara intraday, indeks bahkan sempat menyentuh level terendah di 5.317,91.
Koreksi kemarin menjadikan pelemahan IHSG sejak awal tahun telah tembus 38%, sedangkan dari posisi tertinggi pada 20 Januari 2026 IHSG telah anjlok 41,51%.
Aksi jual terjadi secara masif di hampir seluruh penjuru pasar. Sebanyak 661 saham tercatat melemah, hanya 78 saham menguat, sementara 78 saham stagnan. Nilai transaksi sudah mencapai Rp 21,73 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 32,52 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,22 juta kali.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 447,05 miliar.
Pelemahan tajam IHSG kemarin kembali menunjukkan tekanan jual yang sangat agresif dan mengindikasikan kepanikan masih mendominasi sentimen pasar kemarin.
Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan kesehatan, teknologi dan konsumer non-primer tercatat mengalami koreksi paling dalam kemarin.
Emiten yang menjadi pemberat utama kinerja IHSG kemarin termasuk PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA)
.
Pasar keuangan Indonesia masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.
Lanjut ke mata uang Garuda, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. Dolar kini nyaris menembus Rp18.200.
Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (8/6/2026) rupiah melemah 0,89% dengan nilai tukar US$1 kini telah mencapai Rp 18.180 dan menjadi rekor terendah baru mata uang Garuda.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) sebenarnya terpantau melemah pada pagi ini. Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,07% ke posisi 99,998. Namun, posisi tersebut masih tergolong tinggi setelah DXY menguat tajam 0,66% pada perdagangan terakhir pekan lalu hingga kembali menembus level 100.
Posisi indeks dolar AS yang masih tinggi membuat ruang penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah, cenderung terbatas.
Dolar AS sebelumnya menguat setelah data tenaga kerja Amerika Serikat periode Mei dirilis lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa langkah berikutnya dari bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berpotensi berupa kenaikan suku bunga.
Selain itu, dolar AS juga masih mendapat dukungan dari permintaan aset aman atau safe haven. Hal ini terjadi karena Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan banyak kemajuan dalam pembicaraan mengenai kesepakatan damai sementara.
Di sisi lain, Konflik antara Israel dan milisi Hizbullah masih berlanjut di Lebanon. Iran disebut tetap menuntut gencatan senjata di Lebanon sebelum menerima kesepakatan dari AS untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.
Â
Dari dalam negeri, BI sebelumnya melaporkan cadangan devisa Indonesia turun US$ 1,3 miliar menjadi US$ 144,9 miliar pada Mei 2026
Ini dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.
Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Lanjut ke pasar SBN, imbal hasil obligasi Indonesia tenor 10 tahun meloncat ke 7,313% atau naik 41 basis poin dalam satu hari perdagangan saja. Kenaikan imbal hasil ini menandai harga SBNÂ yang sedang jatuh karena dijual investor.
Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.
Bursamenguat setelah saham-saham chip bangkit dari aksi jual besar pada Jumat lalu. Sentimen pasar juga terbantu oleh upaya Presiden AS Donald Trump mempertahankan gencatan senjata yang rapuh di tengah saling serang antara Iran dan Israel.
Indeks pasar luas S&P 500 naik 0,30% dan ditutup di level 7.405,73. Nasdaq yang didominasi saham teknologi menguat 0,86% ke posisi 25.929,66. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 80,77 poin atau 0,16% ke level 50.786,01.
Saham Micron Technology, produsen chip memori yang menjadi motor reli pasar bullish terbaru, melonjak hampir 10% setelah anjlok 13% pada Jumat lalu. Saham Nvidia dan Broadcom juga ditutup di zona hijau.
Nasdaq Composite sempat jatuh 4,2% pada Jumat, penurunan harian terburuk sejak April 2025.
Investor mengambil keuntungan dari saham-saham chip karena khawatir valuasinya sudah terlalu tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi.
ETF semikonduktor iShares Semiconductor ETF naik hampir 6% pada Senin setelah merosot 10% pada Jumat, yang merupakan penurunan harian terburuknya dalam lebih dari enam tahun.
Pasar Asia-Pasifik ikut terpukul pada Senin akibat kejatuhan Nasdaq sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan dengan anjlok lebih dari 8% ke level 7.484,41. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,85% menjadi 64.024,6. Sementara itu, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup sedikit lebih rendah.
Serangan Iran pada Minggu kembali memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Serangan rudal tersebut terjadi setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menulis di platform X bahwa blokade laut AS dan dugaan pelanggaran kesepakatan terkait Lebanon merupakan bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Harga minyak sempat menguat setelah Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap sistem pertahanan strategis pada Senin, menurut akun X Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sebagai respons atas serangan Iran.
Namun Trump mengatakan bahwa Israel dan Iran sedang mengupayakan gencatan senjata segera dan negosiasi tetap berjalan meski serangan masih terjadi. Sebelumnya, Trump juga menyerukan agar kedua negara segera menghentikan serangan.
Kementerian Luar Negeri Iran kemudian mengatakan operasi militer Iran terhadap Israel telah berakhir. Namun Teheran memperingatkan bahwa permusuhan dapat kembali dimulai jika Israel terus menyerang Lebanon.
Seiring perkembangan tersebut, harga minyak menjauh dari level tertinggi hariannya. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 0,84% dan ditutup di US$91,30 per barel. Sementara Brent menguat 1,25% ke US$94,25 per barel.
"Pasar saat ini terus menimbang berbagai katalis dan potensi risiko dalam satu neraca," kata William Northey, Direktur Investasi di U.S. Bank Asset Management, kepada CNBC Inetrnational.
Menurutnya, fundamental ekonomi AS yang masih kuat ditopang oleh konsumsi masyarakat, belanja modal perusahaan, dan siklus laba korporasi sejauh ini lebih dominan dibandingkan risiko yang berasal dari konflik Timur Tengah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa semakin lama konflik berlangsung, semakin besar potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi karena dapat memicu tekanan inflasi yang tidak lagi bersifat sementara.
Pada pekan ini, investor akan mencermati data inflasi AS serta debut publik perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, pada Jumat mendatang.
Penawaran saham tersebut diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street dan berpotensi menjadi ujian terbesar sejauh ini terhadap narasi valuasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Penawaran saham raksasa sering kali menandai puncak euforia dalam siklus pasar sebelumnya, sehingga ada semacam keheningan yang canggung mengenai apa arti IPO ini bagi sentimen pasar," ujar Callie Cox, Kepala Strategi Pasar di Ritholtz Wealth Management.
"Banyak investor tampak tetap berhati-hati dan skeptis. Namun, apakah sikap seperti itu bisa bertahan ketika IPO terbesar sepanjang masa sudah di depan mata?" tambahnya.
Pasar keuangan Indonesia masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan makroekonomi global.
Perkembangan Perang
Iran dan Israel pada Senin menyatakan telah menghentikan serangan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak kedua pihak segera menghentikan baku tembak. Namun, Teheran memperingatkan akan kembali menyerang jika Israel terus menggempur Hezbollah di Lebanon.
Dalam 24 jam terakhir, kedua negara saling melancarkan serangan langsung terbesar sejak gencatan senjata April lalu. Iran menembakkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke basis Hezbollah di Beirut, sementara Israel menyerang fasilitas petrokimia Iran yang disebut terkait program rudal balistik.
Ketegangan sempat mendorong harga minyak melonjak hingga 5%, namun kenaikannya mereda setelah Iran mengumumkan operasi militernya telah dihentikan. Sumber yang mengetahui situasi tersebut juga mengatakan Israel memutuskan menghentikan serangannya.
Meski begitu, situasi masih rapuh. Iran menegaskan siap memberikan respons yang lebih keras jika serangan berlanjut, sementara Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam kembali menyerang Hezbollah jika wilayah Israel utara diserang.
Trump mengatakan Israel dan Iran sama-sama menginginkan gencatan senjata segera dan negosiasi damai masih berlangsung. Namun, pejabat Iran menilai serangan Israel di Lebanon dapat menggagalkan upaya diplomasi.
Di tengah konflik, Iran tetap membatasi pelayaran di Selat Hormuz, sementara AS mempertahankan tekanan melalui blokade pelabuhan Iran. Washington menuntut Iran menghentikan ambisi senjata nuklir, sedangkan Teheran meminta pencabutan sanksi dan pencairan aset yang dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan damai.
Rapat Koordinasi Lintas Kementerian oleh Sufmi Dasco Terkait DSI dan ESDM
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran menteri dan pejabat pemerintah pada Senin pagi di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Dasco menjadi figur sentral dalam diskusi yang ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional ini. Fokus utama yang diangkat oleh Dasco mencakup perumusan tata kelola ekspor di bawah Danantara Sumberdaya Indonesia, serta mematangkan tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral.
Dasco juga memastikan agar rapat tersebut menghasilkan kerangka aturan yang mendukung percepatan berbagai perizinan investasi di Indonesia.
Menyusul hasil pertemuan dengan Sufmi Dasco Ahmad, Dony Oskaria memberikan kepastian bahwa operasional Danantara Sumberdaya Indonesia tidak akan mengganggu kontrak pengusaha yang sudah berjalan.
Dalam periode Juni hingga akhir Desember 2026, lembaga ini murni bertindak sebagai perantara tunggal dalam aktivitas ekspor sumber daya alam. Fokus utamanya adalah mendeteksi dan mencegah praktik under-invoicing serta transfer pricing
Untuk mewujudkan hal tersebut, sistem digitalisasi terintegrasi tengah dipersiapkan agar seluruh transaksi komoditas berjalan sesuai standar akuntabilitas, bernilai wajar, dan dapat dipantau secara transparan oleh publik.
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara/Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskariasaat konferensi pers pimpinan DPR bersama pemerintah, Senin (8/6/2026). (Dok. Istimewa) |
Kepastian Hukum Terhadap Aturan Sektor Pertambangan Minerba
Menyambung hasil rapat koordinasi bersama Sufmi Dasco Ahmad, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan ada perubahan peraturan bagi pelaku usaha di sektor pertambangan mineral dan batu bara.
Bahlil secara tegas mengklarifikasi bahwa skema kontrak bagi hasil kotor atau Gross Split mutlak hanya diterapkan pada industri hulu minyak dan gas bumi.
Penjelasan ini mematahkan isu pasar mengenai rencana pemberlakuan skema Gross Split dengan persentase 70% untuk negara dan 30% untuk perusahaan pada industri minerba.
Ketegasan pemerintah ini merespons masukan dari asosiasi pengusaha yang meminta agar regulasi tidak diubah mendadak demi menjaga kepastian investasi.
Publikasi Data Imbal Hasil Transaksi Repo dan SRBI oleh Bank Indonesia
Bank Indonesia resmi meluncurkan publikasi kurva imbal hasil pasar uang domestik pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat efisiensi pembentukan harga. Kurva ini disusun untuk mencerminkan kondisi harga aktual yang terbentuk di pasar sekunder, sehingga dapat memberikan acuan presisi dan berbasis transaksi nyata bagi seluruh pelaku pasar finansial.
Penghitungan didasarkan pada mekanisme rata-rata tertimbang harga serta volume transaksi instrumen Repurchase Agreement dengan tenor 1 bulan, diikuti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tenor 3, 6, dan 12 bulan.
Data ini akan dirilis secara publik setiap hari Senin pada pukul 10:00 WIB melalui situs resmi institusi. Inisiatif ini dikembangkan bersama National Working Group on Benchmark Reform guna memperkuat reformasi suku bunga acuan domestik dan menjaga transmisi kebijakan moneter berjalan optimal.
Kurva imbal hasil transaksi pasar uang. (Dok. Bank Indonesia) Foto: Kurva imbal hasil transaksi pasar uang. (Dok. Bank Indonesia) |
Cadangan Devisa Indonesia Anjlok ke Terendah Sejak Juli 2024
Bank Indonesia mencatat adanya penyusutan pada posisi cadangan devisa negara menjadi $144,9 miliar per akhir periode bulan Mei 2026. Terjadi penurunan sebesar US$1,3 miliar jika dibandingkan dengan bulan April 2026 yang mencatatkan level $146,2 miliar.
Posisi cadev ini adalah yang terendah sejak Juli 2024.
Penurunan ini didominasi oleh kewajiban pelunasan utang luar negeri pemerintah, penerbitan surat utang obligasi global, serta transaksi perpajakan. Dana tersebut juga banyak dimanfaatkan sebagai alat intervensi bank sentral dalam menjaga kelancaran dan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah derasnya tekanan pasar keuangan global dan kebutuhan valuta asing dalam negeri.
Kendati mencatatkan penyusutan, posisi devisa bulan Mei dinilai kuat. Skala nominalnya mampu memfasilitasi kebutuhan dana 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor sekaligus pelunasan utang luar negeri, dan masih di atas acuan aman rasio internasional yaitu 3 bulan impor.
Imbal Hasil SBN Meloncat
Imbal hasil SBN tenor 10 tahun mulai melonjak hingga menyentuh posisi 7,313%. Posisi ini adalah yang tertinggi sejak November 2022 atau lebih dari tiga tahun.
Lonjakan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) menandakan investor mulai meminta kompensasi lebih tinggi untuk memegang surat utang pemerintah. Kondisi ini biasanya terjadi ketika harga obligasi turun akibat aksi jual investor.
Kenaikan yield dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari keluarnya dana asing, pelemahan rupiah, meningkatnya risiko global, hingga ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Bagi pasar, yield yang melonjak menjadi sinyal kewaspadaan. Selain berpotensi meningkatkan biaya utang pemerintah, kondisi ini juga dapat menekan rupiah dan memengaruhi sentimen di pasar saham.
Yield SBN yang naik tajam mencerminkan meningkatnya persepsi risiko terhadap aset-aset Indonesia.
Tata Kelola DMO CPO
Pemerintah mulai menjalankan masa transisi aturan baru ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan komoditas strategis lainnya. Mulai 1 Januari 2027, seluruh ekspor CPO hanya dapat dilakukan melalui PT DSI sesuai amanat PP Nomor 24 Tahun 2026.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan selama masa transisi yang berlangsung hingga 31 Desember 2026, eksportir eksisting masih bisa mengajukan Persetujuan Ekspor (PE) dan menjalankan kegiatan ekspor seperti biasa.
"Semua masih normal sampai 31 Desember. Mengajukan PE boleh. Baru setelah 1 Januari 2027 ekspor hanya dilakukan oleh PT DSI," ujar Budi di Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).
Pemerintah juga mengatur skema pengalihan hak terkait kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Hak DMO dapat dialihkan kepada produsen yang memasok kebutuhan dalam negeri, termasuk distribusi Minyakita.
Di sisi lain, Kemendag memastikan hak ekspor yang saat ini dimiliki pelaku usaha tetap berlaku selama masa transisi. Pemerintah mencatat masih ada sekitar 11 juta ton hak ekspor yang dapat digunakan oleh eksportir eksisting hingga akhir 2026.
Efisiensi MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mulai merombak strategi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengedepankan efisiensi anggaran di tengah tekanan fiskal. Langkah ini ditempuh tanpa mengubah target pemenuhan gizi, namun dengan pengetatan pada sisi pelaksanaan dan penerima manfaat.
Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah moratorium pembukaan dapur dan titik layanan MBG baru. Artinya, ekspansi program untuk sementara direm meski saat ini sudah terdapat sekitar 27.877 dapur operasional di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, BGN juga akan menyisir ulang kelompok penerima manfaat. Anak-anak dari keluarga mampu berpotensi tidak lagi menjadi prioritas, karena bantuan akan difokuskan kepada kelompok yang dinilai benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari negara.
Di saat yang sama, BGN menggeser fokus dari mengejar jumlah penerima ke peningkatan kualitas layanan. Seluruh dapur MBG akan dievaluasi dan diklasifikasikan berdasarkan kapasitas serta kepatuhan terhadap standar operasional.
Dengan strategi baru ini, era ekspansi besar-besaran MBG tampaknya mulai bergeser. BGN kini memilih memperketat anggaran, menyeleksi penerima, dan membenahi kualitas program agar setiap rupiah belanja negara dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
Pertumbuhan PDB Final Jepang Kuartal Pertama 2026
Kantor Kabinet Jepang membuktikan bahwa perekonomian negara tersebut mengalami pertumbuhan tahunan 1,8% pada kuartal pertama di tahun 2026. Meskipun data revisi tersebut lebih rendah dari estimasi rilis awal yang sebesar 2,1%, hasil akhir ini terbukti melampaui rata-rata ekspektasi konsensus analis pasar yang menetapkan rasio sebesar 1,3%.
Pertumbuhan Jepang ini mencetak prestasi solid dalam empat kuartal terakhir. Kontributor esensial bagi penguatan PDB adalah pemulihan konsumsi swasta, volume belanja pemerintah, dan stabilitas performa ekspor.
Aktivitas investasi publik ikut bertambah yang bersumber dari anggaran pemulihan infrastruktur. Hanya saja, tingginya beban suku bunga sangat membatasi belanja modal yang memicu kontraksi nyata pada segmen investasi bisnis komersial di Jepang.
Neraca Perdagangan China Mei 2026
Tiongkok mencatat angka penyusutan bagi surplus perdagangan di nominal $84,82 miliar selama bulan April 2026, menurun jika dibandingkan dengan capaian periode tahun lalu di titik $95,85 miliar.
Sekalipun rasio surplus menyusut secara agregat, kinerja riil ini sanggup mematahkan proyeksi awal pasar di nilai $83,3 miliar.
Data memaparkan bahwa nilai ekspor mencetak rekor angka senilai $359,44 miliar atau melesat tinggi 14,1%. Pertumbuhan agresif pada sisi ekspor tersebut digerakkan oleh dinamika pelaku korporasi manufaktur global yang terburu-buru melakukan timbunan suplai bahan baku untuk menghadapi spekulasi kenaikan ongkos akibat instabilitas keamanan.
Volume impor secara spesifik juga meroket 25,3% di nilai $274,62 miliar. Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis neraca dagang periode Mei 2026 yang akan diumumkan pada pada hari ini (9/6/2026).
Neraca Perdagangan Amerika Serikat April 2026
Amerika Serikat melaporkan pembengkakan defisit perdagangan menjadi $60,3 miliar per bulan Maret 2026. Hasil ini tercatat sesuai ekspektasi pasar pada angka $60,9 miliar meski nominal defisitnya lebih dalam jika dibandingkan bulan sebelumnya di batas revisi $57,8 miliar.
Impor AS tercatat naik 2,3% mencapai $381 miliar karena derasnya pasokan industri otomotif senilai $3,6 miliar, beserta sektor barang konsumsi dan barang modal. Sementara, transaksi ekspor tumbuh positif pada angka 2% mencapai akumulasi senilai $320,9 miliar.
Kontributor terbesar ekspor ditopang oleh lonjakan harga energi pasca konflik dunia yang menggenjot nilai ekspor minyak mentah sebesar $2,8 miliar, ditambah dengan produk pertanian. Pelaku pasar kini bersiap menghadapi publikasi laporan neraca dagang periode April 2026 pada hari ini (9/6/2026).
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
-
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan Public Expose Live (Pubex Live) 2026
-
Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Rapat Dengar Pendapat dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia serta Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Orang Tua Korban
-
Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan:
1. Direktur Utama LPP TVRI
2. Direktur Utama LPP RRI
3. Direktur Utama LKBN Antara
-
Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan RI, Ketua Dewas BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ketua Dewan Jaminan Sosisal Nasional (DJSN)
-
RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT Biofarma (Persero) beserta Subholding
-
Rapat Paripurna Ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, 9 Juni 2026
-
Komisi III DPR RI Rapat Panja RUU Tentang Polri
-
Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) mengadakan Seminar Media dengan tema: Perubahan iklim: apakah ini terkait dengan perubahan pola penyakit tropis pada anak
-
OJK bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) akan menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026
-
STAR AM meluncurkan produk reksa dana fixed income 4 dan market outlook
-
Grab Business Forum 2026
- Neraca Perdagangan AS April 2026
- Neraca Perdagangan China Mei 2026
- Pertumbuhan PDB Final Korea Selatan Q1 2026
- Neraca Perdagangan Jerman April 2026
- Penjualan Rumah Eksisting Mei 2026
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Sekar Bumi Tbk (SKBM)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Asia Pramulia Tbk (ASPR)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Betonjaya Manunggal Tbk (BTON)
-
Pemberitahuan RUPS Rencana Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)
-
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
-
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
-
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC)
-
Informasi Pembayaran Kupon Seri BVIC03BCN1 ke 13 (BVIC)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
-
Tanggal DPS Dividen Tunai Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
-
Tanggal DPS Dividen Tunai Asiaplast Industries Tbk (APLI)
-
Tanggal DPS Dividen Tunai Merck Tbk (MERK)
-
Tanggal DPS Dividen Tunai PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai Citra Tubindo Tbk (CTBN)
-
Tanggal DPS Dividen Tunai Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO)
-
Tanggal Cum Dividen Tunai PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA)
-
Tanggal Cum Dividen Tunai Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai Metropolitan Land Tbk (MTLA)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai Nusantara Infrastructure Tbk (META)
-
Tanggal Ex Dividen Tunai PT Kokoh Exa Nusantara (KOCI)
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Add
source on Google Next Article IHSG-Rupiah Mau Bangkit? Jangan Senang Dulu, 8 Badai Besar Mengadang!

