MARKET DATA

Tok! Telkom Akan Bagi Dividen Rp21,9 T atau Setara Rp221 per Saham

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 June 2026 17:33
Sistem komunikasi kabel laut JaSuKa (Jawa-Sumatera-Kalimantan) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah pulih dan kembali beroperasi normal seperti sedia kala sejak senin pagi (4/10) pukul 05.30 WIB.
Foto: Gedung Telkom (Foto: ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara 123% dari laba bersih atau sejumlah Rp 21,9 triliun. Diketahui sekitar Rp4,2 triliun dividen yang akan dibagikan diambil dari laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. 

Keputusan tersebut disetujui oleh pemegang saham TLKM lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini dengan dividen tunai yang akan dibagikan tersebut setara Rp 221 per saham.

Adapun laba bersih TLKM sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 17,81 triliun.

Pembayaran dividen tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2026. Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa, dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan tentu mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," pungkas Dian.

Sepanjang tahun 2025 Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun. Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hasil RUPS Telkom: Edwin Hidayat & Anthony Leong Jadi Komisaris


Most Popular
Features