MARKET DATA
Newsletter

Huru-Hara IHSG & Rupiah Tak Kunjung Usai, Investor Menanti Kebangkitan

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
05 June 2026 06:22
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to
Foto: Bursa saham Amerika Serikat (AS) (AP Photo/Richard Drew)

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Indeks saham Dow Jones Industrial Average melonjak ke rekor tertinggi sementara Nasdaq Composite justru tertinggal karena investor tampak mulai mengalihkan dana dari saham-saham chip ke sektor non-teknologi.

Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan melonjak 874,86 poin atau 1,73% dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa 51.561,93. Sementara itu, Nasdaq turun 0,09% ke 26.830,96, sedangkan S&P 500 naik 0,41% ke 7.584,31.

Saham UnitedHealth memimpin penguatan Dow dengan kenaikan lebih dari 5%. JPMorgan Chase dan Walmart turut mendorong kenaikan indeks dengan masing-masing naik 3% dan hampir 1%. Di luar sektor teknologi, saham seperti Costco dan Eli Lilly juga menguat sekitar 1% dan lebih dari 4%.



Perputaran dana ini dipicu oleh aksi jual pada saham Broadcom, yang membuat investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Produsen chip tersebut anjlok lebih dari 12% setelah melaporkan pendapatan kuartal fiskal kedua yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Saham-saham semikonduktor yang sebelumnya menjadi motor utama reli pasar ke level rekor ikut tertekan. VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun lebih dari 1%. Sementara itu, Arm Holdings merosot lebih dari 4%, dan Micron Technology jatuh hampir 8%.

"Setelah musim laporan keuangan yang luar biasa, tema investasi AI masih tetap kuat. Namun reli ini mulai kehilangan tenaga setelah melonjak tajam selama lebih dari dua bulan," kata Chief Investment Officer Montis Financial, Dennis Follmer, dikutip dari CNBC International.

Ia menambahkan, ketidakpastian yang masih berlanjut di Selat Hormuz berpotensi membuat pasar saham bergerak stagnan untuk sementara waktu.

"Pergerakan hari Kamis menunjukkan fase awal rotasi sektor. Ini juga menjadi pengingat bahwa tidak semua saham AI memiliki karakteristik yang sama dan setiap saham memiliki ekspektasi pasar yang berbeda," ujarnya.

Kenaikan Dow terjadi sehari setelah Wall Street mengalami tekanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

Iran melancarkan serangan ke Bandara Internasional Kuwait pada Rabu dini hari.

Sehari sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan berhasil menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran, serta melakukan serangan balasan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm di Teluk Persia. Menurut CENTCOM, langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas upaya serangan yang dilakukan Teheran.

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features