MARKET DATA

Katanya Indonesia Negara Makmur, Simak Faktanya Dengan Tetangga

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
31 May 2026 15:30
5 Ciri Golongan Warga Kelas Bawah
Foto: Infografis/ 5 Ciri Golongan Warga Kelas Bawah/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura secara konsisten dikenal sebagai salah satu negara paling kaya di dunia, ditopang oleh tingginya tingkat pendapatan, infrastruktur yang kuat, serta statusnya sebagai pusat keuangan utama di kawasan Asia.

Namun, indikator kekayaan suatu negara saat ini menuntut definisi yang lebih komprehensif dan tidak sekadar angka agregat. Berdasarkan publikasi riset HelloSafe Prosperity Index 2026, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara paling makmur di kawasan Asia.

Secara global, negara kota tersebut menempati peringkat ke-6 dengan total skor kemakmuran 66,43 dari skala 100. Pencapaian ini menjadikan Singapura sebagai satu-satunya perwakilan non-Eropa yang menembus daftar elit 7 besar dunia, tepat di bawah Norwegia, Irlandia, Luksemburg, Swiss, dan Islandia.

Metodologi Pengukuran Kemakmuran

Indeks kemakmuran ini mengadopsi pendekatan analitis yang melampaui metrik Produk Domestik Bruto konvensional semata. Metodologi pemeringkatan secara cermat menggabungkan berbagai indikator ekonomi makro dan sosial, mencakup Produk Domestik Bruto, Pendapatan Nasional Bruto, rasio ketimpangan pendapatan, serta tingkat kemiskinan nasional.

Model pengukuran ini turut mengintegrasikan Indeks Pembangunan Manusia yang memperhitungkan usia harapan hidup, kualitas pendidikan, dan distribusi pendapatan per kapita.

Pendekatan komprehensif ini mengevaluasi kekayaan berdasarkan kemampuan institusional negara dalam mengonversi output ekonomi menjadi standar hidup bagi warga negaranya.

Tantangan Ketimpangan Pendapatan

Performa impresif Singapura pada indeks pengukuran ini didorong oleh kapasitas output ekonomi yang masif dan standar hidup publik yang sangat tinggi. Meskipun mencetak skor optimal pada berbagai indikator, laporan tersebut memberikan catatan penalti terkait struktur distribusi kekayaan internal mereka.

Evaluasi HelloSafe menunjukkan bahwa Singapura memiliki tingkat ketimpangan pendapatan tertinggi dibandingkan seluruh negara partisipan di kelompok teratas. Fakta empiris ini mengonfirmasi bahwa kesenjangan ekonomi riil antar lapisan masyarakat masih menjadi tantangan struktural di balik besarnya akumulasi kekayaan nasional mereka.

Dinamika Kawasan Asia dan Global

Menyusul pencapaian Singapura, representasi kekuatan ekonomi dari kawasan Asia lainnya diwakili secara solid oleh 2 negara dari wilayah Timur Tengah. Qatar berhasil mengamankan peringkat ke-11 secara global dengan perolehan skor 50,60, yang kemudian disusul oleh Uni Emirat Arab pada posisi ke-13 dengan skor 50,22.

Kemakmuran kedua negara tersebut ditopang secara dominan oleh optimalisasi sektor energi, layanan keuangan, pariwisata internasional, dan portofolio investasi global. Secara agregat, dominasi negara-negara Eropa masih sangat absolut dalam daftar pemeringkatan ini, dipimpin oleh Norwegia dengan skor 77,65.

Namun berdasarkan dari metodologi penelitian ini sayangnya Indonesia belum masuk ke dalam daftar negara dengan skor kemakmuran tertinggi, Indonesia masih membutuhkan waktu beberapa tahun sehingga di kemudian hari Indonesia bisa masuk ke dalam daftar tersebut.

Hal ini mengingat Indonesia memiliki kemungkinan tinggi untuk menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita terbesar keempat di dunia pada tahun 2050 berdasarkan dari beberapa konsensus dan juga riset oleh perusahaan-perusahaan ternama mancanegara.

Hasil akhir pemeringkatan membuktikan bahwa negara makmur tidak ekuivalen dengan ukuran ekonomi terbesar, melainkan efisiensi dalam mewujudkan kualitas hidup warganya.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular