Simak Daftar 15 Negara Paling Bahagia Tahun 2026, Indonesia ada?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Ada selisih ekstrem dalam cara manusia menilai hidupnya hari ini. Skor kebahagiaan bisa menyentuh 7,8. Di sisi lain, ada yang jatuh ke 1,4.
World Happiness Report 2026 merekam ini dari 147 negara. Metodenya sederhana, responden diminta memberi nilai hidup mereka di skala 0 sampai 10. Angka kemudian dirata-ratakan selama tiga tahun, dari 2023 hingga 2025.
Hasilnya tidak acak. Negara dengan sistem yang rapi dan lingkungan sosial yang relatif stabil berkumpul di papan atas. Wilayah yang lama berada dalam tekanan justru tertahan di bawah.
Finlandia kembali berada di posisi puncak. Catatan ini memperpanjang tren panjang negara Nordik yang konsisten berada di atas. Negara-negara dengan institusi yang stabil, layanan publik kuat, dan tingkat kepercayaan sosial tinggi mengisi papan atas.
Hasilnya pun menunjukkan pola yang berulang. Negara dengan sistem sosial solid cenderung memiliki skor tinggi. Sementara wilayah dengan konflik berkepanjangan atau tekanan ekonomi berat berada di bagian bawah.
Beberapa pergerakan menarik terlihat di luar Eropa. Kosta Rika naik ke posisi empat, tertinggi sepanjang sejarah untuk Amerika Latin. Meksiko juga melonjak ke peringkat 12 dari posisi 36 pada 2022.
Amerika Serikat berada di posisi 23. Posisi ini turun dibanding satu dekade lalu. Laporan pun mengaitkan penurunan dengan kondisi generasi muda, terutama terkait kesehatan mental dan perubahan pola interaksi sosial.
Di sisi lain, kawasan Timur Tengah menempatkan Israel di posisi delapan. Uni Emirat Arab dan Arab Saudi juga masuk dalam 30 besar. Asia relatif terbatas, dengan Taiwan menjadi satu-satunya wakil di kelompok ini.
Bagian bawah daftar diisi negara-negara dengan tekanan berat yang berlangsung lama. Konflik, instabilitas politik, dan tekanan ekonomi muncul sebagai faktor dominan.
Afghanistan berada di posisi paling bawah dengan skor 1,4. Dalam satu dekade, nilainya turun tajam dari kisaran 3,8. Tekanan politik dan pembatasan ruang hidup menjadi latar yang terus berulang.
Beberapa negara Asia juga masuk daftar ini. Myanmar menghadapi konflik internal sejak 2021. Sri Lanka dan Bangladesh sempat diguncang tekanan ekonomi dan gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir.
Pada dasarnya, stabilitas memberi ruang bagi kualitas hidup yang lebih baik. Ketika faktor itu hilang, skor kepuasan hidup ikut tertekan. Jurang antarnegara terlihat semakin tegas dalam data terbaru ini.
CNBCÂ Indonesia Research
(emb/emb) Addsource on Google