IHSG-Rupiah Mau Bangkit? Jangan Senang Dulu, 8 Badai Besar Mengadang!
- Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu, IHSG anjlok, sementara rupiah berhasil menguat
- Wall Street ditutup melemah setelah saham teknologi terkoreksi
- Pasar keuangan hari ini hingga sepekan ke depan akan mencermati efek lanjutan MSCI, data ekonomi China, RDG BI, risalah The Fed, serta rilis NPI, dan ULN Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok nyaris 2%, sementara rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, dalam sepekan, bursa saham ambruk 3,5% sementara rupiah jatuh 0,58%.
Perdagangan Rabu menjadi perdagangan terakhir pekan lalu sebelum libur long weekend.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak volatil pada hari ini, Senin (18/5/2026). Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
IHSG ditutup anjlok pada perdagangan Rabu pekan lalu, setelah pasar merespons negatif hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks globalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 135,58 poin atau 1,98% ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan sesi kedua.
(evw/evw) Add
source on Google