Siaga 1! Gejolak Drama MSCI & Gencatan Senjata Iran AS di Ujung Tanduk
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Bursa menguat didorong oleh saham-saham teknologi utama, meskipun harga minyak turut menguat setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.
Indeks S&P naik 0,19% dan ditutup di level 7.412,84, sementara Nasdaq Composite menguat tipis 0,1% ke 26.274,13. Kedua indeks sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru selama sesi perdagangan dan akhirnya ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 95,31 poin, atau 0,19%, ke 49.704,47.
Iran mengirimkan proposal baru kepada para negosiator AS yang berfokus pada upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Tawaran balasan tersebut menekankan perlunya menghentikan perang di semua front serta mencabut sanksi terhadap Teheran.
Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social pada Minggu bahwa ia tidak menyukai tanggapan Iran, dan menyebutnya sebagai "SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!"
Gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi sangat rapuh, menurut Trump, yang juga mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa kesepakatan tersebut "luar biasa lemah".
Kontrak berjangka minyak naik setelah perkembangan tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 2,78% dan ditutup pada US$98,07 per barel, sementara minyak mentah Brent Crude naik 2,88% ke US$104,20 per barel.
"Boom sektor teknologi terlalu kuat sehingga kenaikan harga energi tidak terlalu memengaruhi ekonomi maupun pasar saham AS. Semua orang tampaknya mulai mengabaikan situasi di Timur Tengah," kata Jay Hatfield, pendiri dan CEO Infrastructure Capital Advisors, kepada CNBC International.
Hatfield memperkirakan pasar kemungkinan akan bergerak cenderung datar dalam beberapa bulan ke depan selama ketidakpastian akibat perang Iran masih berlangsung. Namun, tekanan tersebut dinilai tertutupi oleh ledakan pertumbuhan sektor teknologi yang disebutnya sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya."
Saham Micron Technology naik 6,5% pada Senin, menopang pasar seiring berlanjutnya reli saham produsen chip memori. Sementara itu, NVIDIA, yang menjadi primadona di sektor kecerdasan buatan (AI), melonjak hampir 2%.
"Pasar ini tidak ingin turun karena boom teknologi," tambahnya.
Pergerakan tersebut terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4% sepanjang pekan lalu.
Kedua indeks mencatat enam pekan berturut-turut mengalami kenaikan-yang pertama sejak 2024 dan menutup perdagangan Jumat pada rekor tertinggi sepanjang masa. Dow Jones juga naik 0,2% dalam sepekan, menandai lima minggu kenaikan dalam enam minggu terakhir.
(mae/mae) Addsource on Google