MARKET DATA

20 Pelabuhan Paling Sibuk di Dunia,: Asia Gak Ada Lawan, Ada RI?

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
11 May 2026 13:40
This April 23, 2017, photo released by Xinhua News Agency, shows a container dock of Yangshan Port in Shanghai, east China. U.S. President Donald Trump's latest tariff hikes on Chinese goods took effect Friday, May 10, 2019 and Beijing said it would
Foto: Dermaga peti kemas Pelabuhan Yangshan di Shanghai, China Timur (23/4/2017). (Ding Ting/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan dunia masih sangat bergantung pada jalur laut. Sekitar 90% barang perdagangan internasional dikirim menggunakan kapal, membuat pelabuhan menjadi jalur utama ekonomi global.

Melansir dari visual capitalist, mayoritas pelabuhan tersibuk dunia berada di Asia terutama China. Pada tahun 2024, Shanghai masih mempertahankan status sebagai pelabuhan kontainer tersibuk di dunia dengan volume lebih dari 50 juta TEU (twenty-foot equivalent units) per tahun.

China Dominasi Pelabuhan Global

Asia masih menjadi pusat perdagangan dan logistik dunia. Dari 20 pelabuhan tersibuk global pada 2024, sebanyak 15 berada di Asia dengan China mendominasi daftar utama.

Dominasi ini menegaskan posisi China sebagai pusat manufaktur dan rantai pasok global. Bahkan, lebih dari 40% lalu lintas kontainer dunia berasal dari pelabuhan-pelabuhan di China.

Selain Shanghai, sejumlah pelabuhan China lain juga masuk jajaran teratas dunia seperti Ningbo-Zhoushan, Shenzhen, Qingdao, Guangzhou, hingga Tianjin.

Asia Tenggara Menjadi Jalur Strategis

Kawasan Asia Tenggara memainkan peran penting dalam perdagangan global. Singapura, Port Klang, dan Tanjung Pelepas menjadi simpul utama distribusi barang internasional karena berada di sekitar Selat Malaka.

Selat Malaka sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dilalui sekitar seperempat hingga sepertiga perdagangan global.

Tak hanya Asia Timur dan Tenggara, kawasan Timur Tengah juga memiliki pelabuhan strategis melalui Jebel Ali di Dubai yang menjadi pelabuhan terbesar di luar Asia Timur.

Amerika dan Eropa Mulai Tertinggal

Di tengah dominasi Asia, pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat dan Eropa mulai tertinggal dalam volume kontainer.

Rotterdam di Belanda menjadi pelabuhan non-Asia tersibuk dengan throughput 13,8 juta TEU, disusul Antwerp-Bruges di Belgia sebesar 13,5 juta TEU.

Sementara itu, Pelabuhan Los Angeles yang menjadi terbesar di Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-16 dunia dengan throughput 10,3 juta TEUs. Long Beach menyusul di posisi ke-19 dengan 9,6 juta TEUs.

 

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular