MARKET DATA
Newsletter

Harga Minyak Anjlok, Perang Mereda: Badai IHSG-Rupiah Sudah Berlalu?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
07 May 2026 06:29
Rupiah & IHSG Jeblok
Foto: Infografis / Rupiah & IHSG Jeblok / Aristya Rahadian K
  • Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona hijau, saham dan rupiah sama-sama menguat
  • Wall Street mencatatkan penguatan signifikan
  • Perkembangan perang dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kompak merekah pada akhir perdagangan Rabu(6/5/2026). Bursa saham dan rupiah sama-sama menguat.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan kembali berakhir di zona hijau pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.092 pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Indeks saham menguat 35,36 poin atau naik 0,50 persen dari perdagangan sebelumnya.

Besar transaksi sebesar Rp17,71 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,07 miliar saham. Sebanyak  341 saham menguat, 290 terkoreksi, dan 186 stagnan.

Asing masih mencatat net sell sebesar Rp 482,06 miliar pada perdagangan kemarin.

Terpantau, delapan dari 11 sektor indeks menguat, dipimpin oleh sektor transportasi yang naik 2,02 persen. Sementara itu tiga sektor lainnya melemah, dipimpin oleh sektor keuangan yang minus 0,9 persen.

Adapun IHSG naik seiring dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).

Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (6/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.380/US$ atau terapresiasi 0,17%. Penguatan ini sekaligus memutus tren pelemahan rupiah yang sudah berlangsung selama lima hari perdagangan beruntun.

Sejak awal perdagangan, rupiah sudah bergerak di zona hijau. Mata uang Garuda dibuka menguat 0,34% ke level Rp17.350/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia turut menjadi sentimen positif bagi rupiah. Per pukul 15.00 WIB, DXY terpantau melemah 0,34% ke level 98,111.

Bank Indonesia (BI) yang menilai nilai tukar rupiah saat ini sudah berada dalam kondisi undervalued, atau lebih lemah dari nilai yang seharusnya jika mengacu pada fundamental ekonomi domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kondisi fundamental Indonesia sebenarnya masih cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%, inflasi yang tetap rendah, cadangan devisa yang kuat, serta pertumbuhan kredit yang masih tinggi.

Menurut Perry, kombinasi faktor tersebut seharusnya menjadi dasar bahwa rupiah dapat bergerak lebih stabil dan berpeluang menguat ke depan. Namun, ia mengakui rupiah masih menghadapi tekanan jangka pendek hingga sempat menembus level Rp17.400/US$.

"Sebabnya ada dua yaitu faktor global, dan kemudian pada faktor musiman," kata Perry.

Dari sisi global, tekanan rupiah dipengaruhi oleh harga minyak yang masih tinggi, suku bunga Amerika Serikat yang meningkat, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun atau US Treasury yield yang berada di level tinggi sekitar 4,47%. Selain itu, dolar AS juga masih cenderung kuat sehingga memicu keluarnya modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

 Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 6,7% pada perdagangan kemarin, dari 6,822% pada perdagangan sebelumnya.

Melemahnya imbal hasil ini menandai adanya kenaikan permintaan pada SBN sehingga harga naik dan imbal hasil turun.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street menguat pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Saham-saham naik pada hari Rabu setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Indeks S&P 500 naik 1,46% ke level 7.365,12, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,02% dan ditutup di 25.838,94.

Kedua indeks tersebut sempat menyentuh level tertinggi baru dan ditutup pada rekor tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terapresiasi 612,34 poin, atau 1,24%, menjadi 49.910,59.

Axios melaporkan, mengutip sumber, bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri konflik.

 

Menurut laporan tersebut, kesepakatan akan mencakup moratorium (penghentian sementara) pengayaan nuklir.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Iran juga mengatakan bahwa Iran sedang mengevaluasi proposal dari AS untuk penyelesaian konflik.

Namun, Presiden Donald Trump pada Rabu kemudian memberi sinyal bahwa kesepakatan belum pasti, dengan mengatakan bahwa hal itu mungkin, sebuah asumsi besar bahwa Iran akan menyetujui proposal AS. Harga saham sempat turun dari level tertingginya setelah pernyataan tersebut.

"Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan berada pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tulis presiden dalam unggahan di Truth Social.

Trump juga mengatakan pada Selasa malam bahwa ia menghentikan sementara "Project Freedom," yaitu rencana AS untuk mengawal kapal keluar dari Selat Hormuz.

Dalam unggahannya di Truth Social, ia menyebut kemajuan besar menuju kesepakatan yang lengkap dan final dengan perwakilan Iran sebagai alasan di balik keputusan tersebut.

Harga minyak anjlok karena para trader mengurangi eksposur mereka dengan harapan perang akan segera berakhir. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% menjadi $95,08 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 7,83% menjadi $101,27 per barel.

"Jika kita benar-benar mencapai titik di mana konflik mulai mereda atau bahkan berhenti sepenuhnya, dan kita melihat Selat Hormuz dibuka kembali, ini akan memungkinkan beberapa wilayah yang paling sensitif secara ekonomi dan paling terdampak, seperti Asia Tenggara dan Eropa, berpotensi menghindari kesulitan ekonomi mereka sendiri," kata Bill Northey, direktur investasi di U.S. Bank Asset Management Group.

Hal itu, lanjutnya, akan membuka peluang rebound cepat di pasar saham.

Produsen chip Advanced Micro Devices turut mendorong kenaikan pasar, dengan sahamnya melonjak 18,6% setelah perusahaan memberikan prospek yang optimistis untuk kuartal kedua.

AMD juga melampaui ekspektasi pasar baik dari sisi pendapatan maupun laba pada kuartal pertama. Laporan ini turut mengangkat sektor semikonduktor secara keseluruhan.

ETF VanEck Semiconductor (SMH) naik 5%, sementara Intel menguat 4,5%.

Saham-saham juga mencatat kenaikan kuat pada hari Selasa, didorong oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid serta gencatan senjata antara Iran dan AS yang masih bertahan.

Pelaku pasar keuangan perlu mempertimbangkan sejumlah sentimen hari ini,  baik dari dalam ataupun luar negeri. Membaiknya Wall Street dan turunnya harga minyak bisa menjadi kabar positif hari ini. 
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga menjadi perhatian karena akan member sinyal kebijakan ke depan.

Perkembangan Perang: Ketegangan Mereda, Harga Minyak & Dolar Jatuh

Iran pada Rabu menyatakan sedang meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Ini berpotensi mengakhiri perang secara resmi. Namun, proposal tersebut belum menyelesaikan tuntutan utama AS, yakni penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA, mengatakan Teheran akan segera menyampaikan respons. Presiden AS Donald Trump menyebut dirinya yakin Iran menginginkan kesepakatan.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Pembicaraan dalam 24 jam terakhir sangat baik, dan sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office, dikutip dari Refinitiv.

 

Namun, sebelumnya Trump sempat bersikap lebih pesimis. Dalam unggahan di Truth Social, ia bahkan mengancam akan melanjutkan serangan militer jika Iran tidak menyetujui proposal terbaru, menyebut peluang kesepakatan sebagai asumsi besar.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, Trump berulang kali menyuarakan optimisme akan adanya kesepakatan, namun hingga kini belum tercapai.

Kedua negara masih berselisih soal isu krusial, terutama program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz.

Trump pada Rabu juga mengatakan Iran akan dibombardir dengan tingkat yang jauh lebih tinggi jika tidak menyetujui kesepakatan damai, meningkatkan ketegangan di tengah laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

 

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan operasi militer AS yang dikenal sebagai Operation Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar.

Jika itu terjadi, blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran di Teluk Oman akan dicabut dan memungkinkan Selat Hormuz terbuka untuk semua pihak, termasuk Iran.

Namun, "=jika Iran tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan berada pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.

Trump menyampaikan pernyataan ini setelah Axios melaporkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman dengan 14 poin yang akan mengakhiri perang dan menjadi kerangka untuk negosiasi lanjutan.

Washington disebut mengharapkan respons dari Teheran terkait "beberapa poin kunci" dalam 48 jam ke depan, menurut laporan Axios pada Rabu pagi.

Seiring meredanya ketegangan, harga minyak juga turun.
Harga minyak anjlok karena para trader mengurangi eksposur mereka dengan harapan perang akan segera berakhir. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% menjadi US$95,08 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 7,83% menjadi US$101,27 per barel.

Indeks dolar melemah ke 97,08 atau rekor terendah sejak Februari 2026. Ambruknya indeks dolar menandai aksi investor yang tengah menjual dolar AS dan membeli investasi non-denominasi dolar.

Rupiah diharapkan bisa menjadi salah satu alternatifnya sehingga mata uang Garuda menguat.

Preskon Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

KSSK akan menggelar konferensi pers tiga bulanan pada hari ini. Hadir dalam konferensi pers Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Menarik ditunggu apa saja sinyal kebijakan pemangku kepentingan dari fiskal, moneter, hingga sektor riil.

Anggota KSSK dipanggil Presiden Prabowo Subianto pada Selasa kemarin.
Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti dinamika aliran modal keluar (capital outflow) yang terjadi di pasar keuangan. Oleh karena itu, pemerintah bersama otoritas terkait telah mengkaji faktor penyebab serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi terhadap kondisi ini.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Prabowo menyetujui langkah strategis BI dan Menteri Keuangan untuk menjaga stabilitas rupiah. Merespons hal ini, BI menyiapkan 7 langkah strategis. Menurut Gubernur BI, 7 langkah ini sudah direstui Presiden Prabowo.

Laporan Kinerja Penyaluran Kredit Himbara Q12026

Empat bank badan usaha milik negara (BUMN) berskala besar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), telah merilis laporan kinerja penyaluran kredit untuk periode kuartal pertama tahun 2026.
Secara keseluruhan, keempat entitas perbankan pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid pada level dua digit secara tahunan atau year on year.

Kinerja ini mengindikasikan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara optimal di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Keempat bank tersebut menerapkan strategi ekspansi yang berbeda sesuai dengan fokus bisnis utama masing-masing, mulai dari segmen korporasi hingga usaha mikro.


Pembatasan Ekspor

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menetapkan Permendag No 12 Tahun 2026 pada 28 April 2026 dan mulai berlaku pada 29 April 2026. Aturan ini merupakan perubahan kelima atas Permendag No 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Dalam beleid tersebut, pemerintah memperluas cakupan pengendalian ekspor, termasuk daftar komoditas yang diatur, mulai dari beras, produk hewan, perikanan, hingga hasil tambang.

Selain itu, kewenangan penangguhan, pembekuan, dan pencabutan izin ekspor kini juga dapat diusulkan oleh kementerian atau lembaga terkait dan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian.

Kebijakan ini ditegaskan untuk memperkuat kendali pemerintah agar aktivitas ekspor tetap berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan domestik serta kepentingan nasional.

Klaim Pengangguran AS

AS hari ini akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 2 Mei 2026.
Sebagai catatan, klaim awal tunjangan pengangguran di AS turun 26.000 dibanding minggu sebelumnya menjadi 189.000 pada periode yang berakhir 25 April, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 215.000 dan menjadi level terendah sejak 1969.

Sementara itu, klaim lanjutan (continuing claims), yang mencerminkan jumlah pengangguran yang masih menerima tunjangan, turun 23.000 menjadi 1.785.000, terendah dalam dua tahun.

AS Rabu kemarin juga mengumumkan data tenaga swasta. 

Perusahaan swasta di Amerika Serikat menambah 109.000 lapangan kerja bersih pada April 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Januari 2025 dan lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 99.000.

Meski lebih kuat dari ekspektasi, data ini masih mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang disebut The Fed sebagai "low-hire, low-fire"-di mana perusahaan menghindari PHK, tetapi juga secara signifikan mengurangi perekrutan, seiring melambatnya pertumbuhan angkatan kerja akibat turunnya imigrasi.

Sektor jasa menjadi pendorong utama dengan tambahan 94.000 pekerjaan, terutama dari pendidikan dan layanan kesehatan (+61.000), perdagangan, transportasi, dan utilitas (+25.000), dan aktivitas keuangan (+9.000)

Sementara itu, sektor barang menambah 15.000 pekerjaan, terutama dari konstruksi (+10.000).

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026
  • Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking P2SP
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk ("Maybank Indonesia") launching kolaborasi dengan Muslim Pro, dalam bentuk aplikasi Amanah Pro

Berikut agenda korporasi pada hari ini:

RUPS PT Lautan Luas Tbk

RUPS PT Ace Oldfields Tbk

RUPS PT Cahaya Aero Services Tbk

RUPS PT Bayu Buana Tbk

RUPS PT Raharja Energi Cepu Tbk

RUPS PT Eastparc Hotel Tbk

RUPS PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

RUPS PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

RUPS PT Bank Jago Tbk.

RUPS PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk

RUPS PT Archi Indonesia Tbk

RUPS PT Anabatic Technologies Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Bank Permata Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Dharma Polimetal Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Interim PT Eastparc Hotel Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai Gowa Makassar Tourism Development Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai Asuransi Jasa Tania Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Tanggal akhir perdagangan hmetd PT PT Multitrend Indo Tbk.

Tanggal cum Dividen Tunai Sekar Laut Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Multi Prima Sejahtera Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai PT Garuda Metalindo Tbk.

Tanggal ex Dividen Tunai PT AKR Corporindo Tbk.

Tanggal ex Dividen Tunai Asuransi Multi Artha Guna Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk.





Berikut sejumlah indikator ekonomi RI:



CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.




Most Popular
Features