Harga Minyak Anjlok, Perang Mereda: Badai IHSG-Rupiah Sudah Berlalu?
Pelaku pasar keuangan perlu mempertimbangkan sejumlah sentimen hari ini, baik dari dalam ataupun luar negeri. Membaiknya Wall Street dan turunnya harga minyak bisa menjadi kabar positif hari ini.
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga menjadi perhatian karena akan member sinyal kebijakan ke depan.
Perkembangan Perang: Ketegangan Mereda, Harga Minyak & Dolar Jatuh
Iran pada Rabu menyatakan sedang meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Ini berpotensi mengakhiri perang secara resmi. Namun, proposal tersebut belum menyelesaikan tuntutan utama AS, yakni penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA, mengatakan Teheran akan segera menyampaikan respons. Presiden AS Donald Trump menyebut dirinya yakin Iran menginginkan kesepakatan.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Pembicaraan dalam 24 jam terakhir sangat baik, dan sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office, dikutip dari Refinitiv.
Namun, sebelumnya Trump sempat bersikap lebih pesimis. Dalam unggahan di Truth Social, ia bahkan mengancam akan melanjutkan serangan militer jika Iran tidak menyetujui proposal terbaru, menyebut peluang kesepakatan sebagai asumsi besar.
Sejak perang pecah pada 28 Februari, Trump berulang kali menyuarakan optimisme akan adanya kesepakatan, namun hingga kini belum tercapai.
Kedua negara masih berselisih soal isu krusial, terutama program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz.
Trump pada Rabu juga mengatakan Iran akan dibombardir dengan tingkat yang jauh lebih tinggi jika tidak menyetujui kesepakatan damai, meningkatkan ketegangan di tengah laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan operasi militer AS yang dikenal sebagai Operation Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar.
Jika itu terjadi, blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran di Teluk Oman akan dicabut dan memungkinkan Selat Hormuz terbuka untuk semua pihak, termasuk Iran.
Namun, "=jika Iran tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan berada pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.
Trump menyampaikan pernyataan ini setelah Axios melaporkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman dengan 14 poin yang akan mengakhiri perang dan menjadi kerangka untuk negosiasi lanjutan.
Washington disebut mengharapkan respons dari Teheran terkait "beberapa poin kunci" dalam 48 jam ke depan, menurut laporan Axios pada Rabu pagi.
Seiring meredanya ketegangan, harga minyak juga turun.
Harga minyak anjlok karena para trader mengurangi eksposur mereka dengan harapan perang akan segera berakhir. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% menjadi US$95,08 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 7,83% menjadi US$101,27 per barel.
Indeks dolar melemah ke 97,08 atau rekor terendah sejak Februari 2026. Ambruknya indeks dolar menandai aksi investor yang tengah menjual dolar AS dan membeli investasi non-denominasi dolar.
Rupiah diharapkan bisa menjadi salah satu alternatifnya sehingga mata uang Garuda menguat.
Preskon Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
KSSK akan menggelar konferensi pers tiga bulanan pada hari ini. Hadir dalam konferensi pers Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Menarik ditunggu apa saja sinyal kebijakan pemangku kepentingan dari fiskal, moneter, hingga sektor riil.
Anggota KSSK dipanggil Presiden Prabowo Subianto pada Selasa kemarin.
Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti dinamika aliran modal keluar (capital outflow) yang terjadi di pasar keuangan. Oleh karena itu, pemerintah bersama otoritas terkait telah mengkaji faktor penyebab serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi terhadap kondisi ini.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Prabowo menyetujui langkah strategis BI dan Menteri Keuangan untuk menjaga stabilitas rupiah. Merespons hal ini, BI menyiapkan 7 langkah strategis. Menurut Gubernur BI, 7 langkah ini sudah direstui Presiden Prabowo.
Laporan Kinerja Penyaluran Kredit Himbara Q12026
Empat bank badan usaha milik negara (BUMN) berskala besar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), telah merilis laporan kinerja penyaluran kredit untuk periode kuartal pertama tahun 2026.
Secara keseluruhan, keempat entitas perbankan pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid pada level dua digit secara tahunan atau year on year.
Kinerja ini mengindikasikan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara optimal di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Keempat bank tersebut menerapkan strategi ekspansi yang berbeda sesuai dengan fokus bisnis utama masing-masing, mulai dari segmen korporasi hingga usaha mikro.
Pembatasan Ekspor
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menetapkan Permendag No 12 Tahun 2026 pada 28 April 2026 dan mulai berlaku pada 29 April 2026. Aturan ini merupakan perubahan kelima atas Permendag No 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.
Dalam beleid tersebut, pemerintah memperluas cakupan pengendalian ekspor, termasuk daftar komoditas yang diatur, mulai dari beras, produk hewan, perikanan, hingga hasil tambang.
Selain itu, kewenangan penangguhan, pembekuan, dan pencabutan izin ekspor kini juga dapat diusulkan oleh kementerian atau lembaga terkait dan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
Kebijakan ini ditegaskan untuk memperkuat kendali pemerintah agar aktivitas ekspor tetap berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan domestik serta kepentingan nasional.
Klaim Pengangguran AS
AS hari ini akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 2 Mei 2026.
Sebagai catatan, klaim awal tunjangan pengangguran di AS turun 26.000 dibanding minggu sebelumnya menjadi 189.000 pada periode yang berakhir 25 April, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 215.000 dan menjadi level terendah sejak 1969.
Sementara itu, klaim lanjutan (continuing claims), yang mencerminkan jumlah pengangguran yang masih menerima tunjangan, turun 23.000 menjadi 1.785.000, terendah dalam dua tahun.
AS Rabu kemarin juga mengumumkan data tenaga swasta.
Perusahaan swasta di Amerika Serikat menambah 109.000 lapangan kerja bersih pada April 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Januari 2025 dan lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 99.000.
Meski lebih kuat dari ekspektasi, data ini masih mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang disebut The Fed sebagai "low-hire, low-fire"-di mana perusahaan menghindari PHK, tetapi juga secara signifikan mengurangi perekrutan, seiring melambatnya pertumbuhan angkatan kerja akibat turunnya imigrasi.
Sektor jasa menjadi pendorong utama dengan tambahan 94.000 pekerjaan, terutama dari pendidikan dan layanan kesehatan (+61.000), perdagangan, transportasi, dan utilitas (+25.000), dan aktivitas keuangan (+9.000)
Sementara itu, sektor barang menambah 15.000 pekerjaan, terutama dari konstruksi (+10.000).
(emb/emb) Addsource on Google