Ini Ramalan Terbaru Harga Emas & Perak, Bikin Kecewa?
Harga perak diperkirakan akan sulit terbang meskipun sudah membaik.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada hari ini, Senin (4/5/2026) pukul 06.56 WIB ada di posisi US$ 75,72 per troy ons atau menguat 0,51%.
Pada akhir pekan lalu, Jumat (1/5/2026) harga emas ditutup menguat 2,2% ke US$ 75,34. Dalam sepekan, harga perak melemah 0,44%.
Bank investasi global UBS menilai potensi kenaikan harga perak dalam 12 bulan ke depan relatif terbatas, meskipun prospek jangka menengah masih menunjukkan arah positif.
Dalam proyeksi terbarunya, UBS memperkirakan harga perak akan bergerak stabil di kisaran US$85 per ons. Harga bahkan berpeluang naik hingga mendekati US$100 per ons pada pertengahan 2026, sebelum kembali melemah ke sekitar US$85 pada 2027.
Artinya, meskipun ada peluang kenaikan, potensi imbal hasil dalam jangka pendek dinilai kurang menarik bagi investor.
Volatilitas Tinggi, Risiko Meningkat
UBS juga menyoroti tingginya volatilitas perak yang menjadi perhatian utama pasar.
Dalam jangka pendek (1-3 bulan), volatilitas perak tercatat mencapai sekitar 100%. Sementara itu, proyeksi ke depan masih berada di level tinggi, yakni 70-80%, bahkan disebut sebanding atau lebih tinggi dibandingkan Bitcoin.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perak saat ini bukan lagi aset yang stabil, melainkan lebih bersifat spekulatif bahkan lebih berisiko dibanding emas sebagai safe haven tradisional.
Geopolitik Hanya Picu Lonjakan Sementara
Lonjakan harga perak sebelumnya sempat dipicu oleh konflik AS-Iran yang mendorong harga mendekati US$100 per ons. Namun, reli tersebut tidak bertahan lama dan harga kembali turun di bawah US$85.
UBS menilai bahwa dampak geopolitik terhadap logam mulia cenderung bersifat sementara dan tidak cukup kuat untuk menopang tren kenaikan jangka panjang.
(mae/mae) Add
source on Google