MARKET DATA

Harga Emas, Perak Ambruk: Bandar Obral Besar di Menit-Menit Akhir 2025

mae,  CNBC Indonesia
01 January 2026 07:00
Emas
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak sama-sama ambruk pada perdagangan terakhir di 2025, Rabu (31/12/2025). Kendati demikian, kedua logam mulia sudah membukukan tahun yang sangat luar biasa.

Harga emas di tahun 2025 ditutup di posisi US$ 4310,19 per troy ons atau jatuh 0,83% pada Rabu. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan sebesa 0,34% pada hari sebelumnya.

Meski jatuh, harga emas tetap menutup 2025 di level US$ 4.300 per troy ons. Ini adalah level yang tidak terbayangkan sebelumnya di mana emas mengawali 2025 di level US$ 2.600.

Harga emas kemarin jatuh karena ada aksi jual di menit-menit terakhir di pasar logam mulia. Investor dan bandar emas mulai merealisasikan sebagian keuntungan besar yang telah dikantongi sepanjang 2025.

Sebagian besar pasar sudah memasuki mode autopilot akhir 2025 usai 12 bulan penuh gejolak, mulai dari dinamika geopolitik, pelemahan tajam dolar AS, kegelisahan di pasar obligasi, hingga euforia berkepanjangan saham-saham kecerdasan buatan (AI).

Sepanjang 2025, emas mencatatkan kinerja terbaik sejak krisis minyak 1979.

Bila dilihat harga bulanan, emas hanya sekali melemah yakni pada Juli 2025. Selebihnya emas ngebut dalam 11 bulan di 2025 dengan kenaikan terbesar terjadi pada September 2025 yakni 11,94%.

Sepanjang 2025, harga emas melesat sekitar 64,42%, menjadi kenaikan tahunan paling tajam sejak 1979.

Reli gila-gilaan pada 2025 mencerminkan dampak pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan, ketegangan geopolitik, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus masuk dana ETF yang kuat.

Namun, aksi ambil untung dalam sepekan terakhir, setelah CME kembali menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, telah menekan harga turun dari puncaknya.

"Emas saat ini mengalami volatilitas harga yang tinggi akibat tarik-menarik antara aksi ambil untung dan pembukaan posisi baru," ujar analis independen Ross Norman, dikutip dari Reuters.

"Kenaikan margin oleh CME, menurut saya, telah menjadi rem yang sangat kuat terhadap harga yang sebelumnya tampak melaju tanpa kendali, khususnya pada logam putih." Imbuhnya.

Harga perak anjlok 7,2 6% di hari perdagangan terakhir 2025, Rabu (31/12/2025) ke US$ 70,96 per troy ons.

Sepanjang 2025, harga perak telah melonjak lebih dari 146,8%, menjadikannya tahun terbaik sepanjang sejarah dan jauh melampaui kinerja emas.

Reli ini didorong oleh kekurangan pasokan, stok yang menipis, meningkatnya permintaan industri dan investor, serta penetapan perak sebagai mineral kritis di Amerika Serikat.

Dilihat dari gerak per bulan, harga perak terbang 26,4% pada Desember 2025. Perak hanya melemah dua kali dalam 12 bulan di 2025 yakni pada Februari dan April.

"Tarif perdagangan, keinginan membangun stok domestik, serta kerentanan rantai pasok telah menyorot sejumlah logam kunci," kata Norman.

"Pada 2026, isu ini akan semakin nyata-bukan hanya melalui kenaikan harga ketika negara-negara saling bersaing membangun cadangan strategis, tetapi juga lewat berbagai mekanisme lain untuk menarik pasokan komoditas yang dibutuhkan."

 



Most Popular
Features