Setelah Kisruh OPEC, Dunia Cemas Menunggu Pengumuman Genting The Fed
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melemah pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia terbebani laporan yang menunjukkan pelemahan di OpenAI serta kenaikan harga minyak.
Indeks S&P melemah 0,49% dan ditutup di 7.138,80, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,9% ke 24.663,80.
Dow Jones Industrial Average merosot 25,86 poin atau 0,05% ke 49.141,93. Penurunan Dow tertahan oleh lonjakan hampir 4% saham Coca-Cola setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan.
OpenAI baru-baru ini mengalami pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru yang berada di bawah target internalnya, menurut laporan Wall Street Journal.
Laporan tersebut menambahkan bahwa CFO Sarah Friar menyampaikan kekhawatiran kepada manajemen bahwa OpenAI mungkin tidak mampu membayar kontrak komputasi di masa depan jika pendapatan tidak tumbuh cukup cepat.
Saham-saham teknologi dan chip turun setelah laporan itu. VanEck Semiconductor ETF (SMH) anjlok sekitar 3%. Nvidia turun lebih dari 1%, sementara Broadcom melemah lebih dari 4%. Advanced Micro Devices (AMD) turun lebih dari 3%, sedangkan Oracle terkoreksi sekitar 4%.
"Ini hanya aksi ambil untung karena kehati-hatian menjelang apa yang akan mereka dengar besok dari laporan laba mayoritas perusahaan Magnificent Seven," kata Stephen Kolano, CIO Integrated Partners, dikutip dari CNBC International.
Laporan keuangan besar akan menjadi fokus pasar saham pekan ini, dengan lima raksasa teknologi Magnificent Seven dijadwalkan merilis hasil kinerja. Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft akan melapor pada Rabu, sementara hasil Apple dijadwalkan Kamis.
Pergerakan Selasa terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi pada Senin. Namun, penguatan pasar tertahan karena perundingan damai antara AS dan Iran terlihat menemui jalan buntu.
Selama akhir pekan, Presiden Donald Trump membatalkan rencana mengirim utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata di Iran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan negosiasi bisa dilakukan lewat telepon. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan saat ini belum ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.
Di sisi positif, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi di Senin bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya telah membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz jika perang berakhir dan AS mencabut blokadenya.
Meski begitu, harga minyak mentah kembali naik pada Selasa. West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 3% dan ditutup di US$99,93 per barel, sementara Brent naik 2,8% ke US$111,26 per barel.
(evw/evw) Addsource on Google