MARKET DATA
Newsletter

Amukan Trump "Bakar" Minyak, RI Mulai Tertekan Lonjakan Harga Energi

mae,  CNBC Indonesia
21 April 2026 06:25
ilustrasi trading
Foto: Pixabay
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam, bursa saham melemah rupiah menguat
  • Wall Street ambruk karena ketidakpastian perang
  • Perkembangan perang, lonjakan harga minyak dan data ekonomi dalam negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia -  Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan kemarin, Senin (20/4/2026). Bursa saham melemah sementara rupiah melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatil pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah pada perdagangan kemarin, Senin (20/4/2026). Indeks merosot 39,89 poin atau -0,52% ke  7.594,11.

Sebanyak 424 saham turun, 247 naik, dan 148 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 17,2 triliun, melibatkan 40,8 miliar saham dalam 2,46 juta kali transaksi. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 380,73 miliar pada perdagangan kemarin.



Pada awal perdagangan kemarin, IHSG sempat melaju dengan meyakinkan. IHSG dibuka naik 0,39% dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 7.692,15.

Akan tetapi menjelang akhir sesi 1, IHSG mengalami tekanan hingga akhirnya parkir di zona merah pada jeda makan siang. Koreksi pun berlanjut pada sesi 2 dan sempat menyentuh titik terendah di 7.570,43.

Penurunan IHSG disebabkan oleh koreksi pada sejumlah emiten Prajogo Pangestu. Barito Renewables Energy (BREN) yang turun 0,38% menyeret IHSG sebesar -10,14 poin.

Kemudian Barito Pacific (BRPT) yang turun 4,04% berkontribusi -3,94 indeks poin. Chandra Asri Pacific (TPIA) juga masuk dalam daftar top laggards dengan sumbangsih -2,07 indeks poin.

Di sisi sebaliknya, Bumi Resources Minerals (BRMS) berusaha menarik IHSG ke atas. Emiten milik Bakrie ini menyumbang 7,5 indeks poin.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (20/4/2026).

Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,09% ke level Rp17.165/US$. Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah setelah pada perdagangan sebelumnya, Jumat (17/4/2026), ditutup melemah tajam 0,32% di level Rp17.180/US$.


Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah memang sudah dibuka menguat. Pada awal sesi, rupiah sempat terapresiasi hingga 0,15% ke level Rp17.140/US$. Meski penguatannya sedikit terpangkas menjelang penutupan, rupiah tetap mampu bertahan di zona positif.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih menguat 0,22% ke level 98,310.

Penguatan rupiah pada perdagangan kemarin terjadi di tengah masih menguatnya indeks dolar AS.

Artinya, rupiah mampu melawan dominasi greenback, setidaknya untuk sementara, di tengah sentimen pasar yang masih cenderung memburu aset berdenominasi dolar AS sebagai safe haven akibat ketidakpastian konflik di Timur Tengah.


Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bertahan di 6,583% untuk empat hari beruntun.

Dari pasar saham AS, bursa Wal Street ambruk pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Saham-saham AS melemah setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sepanjang akhir pekan.

Indeks S&P 500 turun 0,24% dan ditutup di 7.109,14, sementara Nasdaq Composite melemah 0,26% ke 24.404,39. Penurunan ini memutus rekor kenaikan 13 hari beruntun Nasdaq, yang merupakan reli terpanjang sejak 1992.

Dow Jones Industrial Average melandai 4,87 poin atau 0,01% ke 49.442,56. Sebaliknya, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 0,58% ke 2.792,96 dan mencetak rekor penutupan baru. Indeks ini juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday baru selama perdagangan.

Pelaku pasar masih kesulitan memperhitungkan skenario terburuk dari perang tersebut, mengingat saham AS berhasil pulih dari area hampir koreksi ke rekor tertinggi sepanjang masa.

"Perang dengan Iran kini sudah menjadi cerita masa lalu bagi pasar," kata David Wagner, kepala divisi ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors kepada CNBC.

 

Saham-saham perangkat lunak menguat, dengan ETF iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik lebih dari 1%.

Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Peristiwa ini terjadi setelah Iran menolak ikut putaran baru pembicaraan damai di Pakistan yang direncanakan AS.

Trump menyebut kapal Iran tersebut berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya. "Kami kini menguasai penuh kapal itu dan sedang memeriksa isinya," tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara itu tidak menyepakati kesepakatan dengan AS. Gencatan senjata antara kedua negara akan berakhir pekan ini.

Harga minyak mentah melonjak tajam menyusul perkembangan tersebut. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 6,87% ke US$89,61 per barel.

Sementara Brent Crude naik 5,64% ke US$95,48 per barel.

Wall Street datang dari pekan positif, dengan S&P 500 dan Nasdaq sebelumnya mencetak rekor tertinggi setelah gencatan senjata antara Iran dan Lebanon. Saat itu Iran menyatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali, namun pada Sabtu lalu lalu lintas kapal di jalur penting tersebut kembali dibatasi. Media pemerintah Iran menyebut AS "tidak memenuhi kewajibannya."

Trump kembali menegaskan blokade AS atas selat tersebut akan tetap berlaku sampai Iran menyetujui tuntutan Washington, meski Iran sebelumnya menyatakan jalur itu telah dibuka.

Wagner menilai reli pasar saham AS masih berpotensi berlanjut.

"Banyak orang memperkirakan akan ada reset valuasi karena mereka menilai pasar terlalu mahal dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak setuju sama sekali," ujarnya.

Menurutnya, kisah pertumbuhan laba perusahaan dalam S&P 500 memberi perlindungan sekaligus tenaga baru bagi pasar untuk terus naik.

"Saya melihat prospek imbal hasil pasar saham dalam waktu dekat masih cukup baik, didukung ekspansi valuasi dan pertumbuhan laba."

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi banyak tekanan pada hari ini. Perkembangan perang dan lonjakan harga minyak serta kenaikan harga energi di dalam negeri bisa membuat pasar keuangan Indonesia tertekan.

Perkembangan Perang, Trump Ancam Iran

Presiden Donald Trump pada Senin kembali mengancam Iran dengan kekuatan militer yang sangat besar. Ia mengatakan banyak bom akan mulai dijatuhkan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum gencatan senjata rapuh dengan Teheran berakhir pada Selasa malam.

Ancaman terbaru itu, yang disampaikan dalam percakapan telepon dengan reporter PBS News, muncul ketika status pembicaraan damai lanjutan antara AS dan Iran, serta rincian penting lain mengenai hubungan kedua negara yang sedang berkonflik, semakin tidak jelas.

Pada saat yang sama, Trump kembali menggunakan retorika keras bernada ancaman perang, yang sempat memuncak dua pekan lalu sebelum gencatan senjata rapuh yang kini akan berakhir itu dicapai.

Dalam percakapan telepon dengan para wartawan selama dua hari terakhir, Trump berubah-ubah antara menyerukan perang dan memberikan rincian samar mengenai negosiasi lanjutan.

Rincian mengenai potensi kesepakatan juga masih kabur. Pemerintahan Trump berulang kali menyatakan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.

Ancaman TrumpFoto: CNBC
Ancaman Trump

Presiden juga mengatakan pada Jumat lalu bahwa AS akan mendapatkan apa yang ia sebut sebagai "debu" yang tersisa setelah pengeboman situs nuklir Iran tahun lalu.

Trump juga menuntut agar Iran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal, yang sejak perang dimulai pada 28 Februari telah menurun drastis.

Penutupan de facto jalur pelayaran penting tersebut telah membuat harga minyak dunia melonjak tajam, memberi Iran sumber tekanan besar, dan mendorong AS memberlakukan blokade laut balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di tengah masa gencatan senjata.

Trump dalam unggahan di Truth Social pada Senin sore membanggakan bahwa blokade tersebut "benar-benar sedang menghancurkan Iran" dan menegaskan bahwa blokade itu tidak akan dicabut sampai kesepakatan tercapai.

Dalam unggahan lain, presiden bersikeras bahwa kesepakatan yang sedang diupayakan dengan Iran "akan JAUH LEBIH BAIK" dibanding perjanjian era Barack Obama yang dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran, yang dibatalkan Trump pada masa jabatan pertamanya.

Trump, sambil menyerang para pengkritiknya, juga menyatakan bahwa ia tidak merasa berkewajiban mencapai kesepakatan dalam waktu enam pekan, yang sebelumnya ia prediksi sebagai durasi perang. "Saya tidak akan membiarkan mereka memaksa Amerika Serikat membuat kesepakatan yang tidak sebaik seharusnya," tulis Trump.

Harga Minyak Kembali Melonjak

Harga Minyak Kembali Terseret Konflik Timur Tengah

Harga minyak naik pada Senin, ketika AS dan Iran berada di ambang perang baru setelah serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

WTI kontrak Mei naik hampir 7% dan ditutup di US$89,61 per barel. Brent kontrak Juni naik lebih dari 5,6% ke US$95,48 per barel.

Angkatan Laut AS pada Minggu menembaki kapal kontainer Iran di Teluk Oman, lalu pasukan Marinir mengambil alih kapal tersebut, kata Trump. Menurutnya, kapal itu berusaha menembus blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Penyitaan kapal itu terjadi setelah Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz pada Sabtu. Kapal cepat Garda Revolusi menembaki tanker tersebut dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil tak dikenal, menurut pusat operasi perdagangan maritim Inggris.

"Harga minyak kembali diombang-ambing perkembangan Timur Tengah, di mana situasi yang tampak mereda justru cepat berubah menjadi eskalasi baru," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING.

Trump pada Minggu kembali mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan Iran jika para pemimpinnya tidak menerima kesepakatan dengan AS.

Belum jelas apakah AS dan Iran akan bertemu dalam putaran kedua negosiasi damai di Islamabad.

Trump mengatakan kedua negara akan menggelar pembicaraan di Islamabad pada Senin. Namun Iran menyatakan tidak akan hadir karena blokade laut AS yang masih berlangsung serta sejumlah keluhan lain, menurut kantor berita pemerintah IRNA.


Bursa Sediakan Liquidty Provider

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan kuotasi Liquidity Provider saham pada hari ini, Senin (20/4). Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Implementasi perdana tersebut ditandai dengan pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas. Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada lima saham.

Kelima saham tersebut diantaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Kehadiran Liquidity Provider saham berperan penting untuk meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread, peningkatan kedalaman pasar, serta mendukung kemudahan transaksi bagi investor.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan, partisipasi aktif Anggota Bursa sebagai Liquidity Provider saham merupakan elemen penting dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentukan harga (price discovery).

"BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuid.

Harga LPG Naik

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi tabung 5,5 kg dan 12 kg mulai 18 April 2026. Sejatinya harga ini naik untuk pertama kalinya sejak penyesuaian harga terakhir pada 22 November 2023 lalu.
Adapun, rata-rata kenaikan harganya Rp 17.000 untuk LPG ukuran 5,5 kg dan Rp 36.000 untuk LPG ukuran 12 kg.

Melansir laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga yang berlaku untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG 5,5 kg tercatat naik sebesar Rp 17.000 menjadi Rp 107.000 per tabung. Sedangkan untuk kemasan 12 kg di wilayah Banten hingga Bali kini dibanderol seharga Rp 228.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 36.000 dari harga sebelumnya.

Kenaikan LPG ini berbarengan dengan kenaikan harga BBM non-subsidi. Kenaikan kedua komoditas ini dikhawatirkan bisa mengerek inflasi pada April 2026.

Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Gratis

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri baru saja mengeluarkan aturan baru yang akan mengenakan pajak bagi kendaraan listrik di Indonesia. Aturan tersebut adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat.

Dalam aturan baru ini, kendaraan listrik tidak disebutkan sebagai objek yang dikecualikan dari PKB dan BBNKB. Dengan demikian, mobil maupun motor berbasis baterai atau kendaraan listrik dapat dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Rencana Pembangunan Pabrik Bioethanol & Penemuan Baru Ladang Gas
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan, Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan Toyota akan membangun pabrik bioetanol di Indonesia.
Upaya tersebut untuk mendukung salah satu program strategis pemerintah terkait mandatori pencampuran bioetanol sebesar 10% (E10) pada Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin paling lambat 2028.


Kerja sama antara Pertamina NRE dan Toyota ini difokuskan pada pengembangan bioetanol dengan teknologi 2G atau second generation berbasis multi-feedstock, yang memanfaatkan sumber daya domestik seperti biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum.

Sementara itu, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia ENI berhasil menemukan cadangan gas raksasa baru di Indonesia. Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang dibor di Blok Ganal, Cekungan Kutai, Lepas Pantai Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Senin (20/4/2024).

Bahlil menjelaskan bahwa berdasarkan estimasi awal, penemuan ini memiliki potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

Eni menargetkan peningkatan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Produksi gas yang saat ini berada di kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari (MMscfd) diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMscfd pada 2028.

Selanjutnya, pada 2030 produksi gas diperkirakan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 3.000 MMscfd. Adapun selain gas produksi kondensat juga akan mulai dikembangkan.

Bank Sentral China Tahan Suku Bunga

People's Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya di level terendah sepanjang sejarah untuk bulan ke-11 berturut-turut pada April 2026, sesuai ekspektasi pasar.

Langkah ini mencerminkan sikap hati-hati terhadap dampak perang di Timur Tengah, meski tekanan deflasi domestik mulai mereda dan pertumbuhan ekonomi awal tahun menunjukkan ketahanan.

Suku bunga Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun, yang menjadi acuan utama pinjaman korporasi dan rumah tangga, ditahan di 3,0%. Sementara LPR tenor lima tahun, yang menjadi referensi suku bunga kredit perumahan, tetap di 3,5%.

Pada kuartal I 2026, ekonomi China tumbuh 5%, lebih cepat dari 4,5% pada akhir 2025, sekaligus menempatkan laju pertumbuhan di batas atas target tahunan pemerintah Beijing.

Pemerintah sebelumnya menurunkan target pertumbuhan ekonomi 2026 ke kisaran 4,5%-5%, yang menjadi target paling rendah sejak dekade 1990-an.

Sementara itu, bank sentral China menegaskan akan menjaga kebijakan tetap suportif dan moderat longgar guna menopang aktivitas ekonomi, sembari menjaga stabilitas nilai tukar yuan.

Berikut agenda ekonomi hari ini:

  • Inggris mengumumkan angka pengangguran Februari 2026
  • AS umumkan data penjualan ritel Maret 2026
  • Rapat Paripurna dengan agenda pengesahan RUU PRT di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Turut hadir antara lain Menteri Ketenagakerjaan

  • Diskusi bersama Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan

  • Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan dengan agenda pembahasan tentang Kesiapan Pemenuhan Pangan untuk Haji 2026 dan Penandatanganan Bersama Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Pengembangan dan Pengelola (BUPP) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di ruang rapat utama Kemenko Pangan, Jakarta Pusat

  • RUPST & RUPSLB PT Sreeya Sewu Indonesia di Sequis Center, Senayan, Jakarta Selatan

  • Kuliah Umum "Leadership Excellence in Banking: Navigating Change and Driving Sustainable Growth di Kampus Perbanas Institute Jakarta. Narasumber: Ketua Umum Perbanas/Group CEO BRI

  • Paparan kinerja kuartal I 2026 Bank Mandiri yang akan berlangsung secara virtual/online

  • Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar peluncuran 1.5 GW PLTS Atap sekaligus MoU Signing Kolaborasi Multipihak Dalam Rangka Percepatan 100 GW di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat

  • Menteri Perindustrian menghadiri peresmian Apple Developer Academy di Autograph Tower, Jakarta Pusat.


Berikut agenda korporasi hari ini:

  • RUPS PT Techno9 Indonesia Tbk
  • RUPS PT Mulia Boga Raya Tbk
  • RUPST Mulia Boga Raya Tbk
  • RUPSPT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk
  • RUPSPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
  • RUPSPT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
  • RENCANA Rupo emisi Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022
  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Cisarua Mountain Dairy Tbk
  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Avia Avian Tbk
  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Bank OCBC NISP Tbk
  • Tanggal ex Dividen Tunai Yulie Sekuritas Indonesia Tbk
  • Tanggal DPS Dividen Tunai PT Sigma Energy Compressindo Tbk
  • Tanggal ex Dividen Tunai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Berikut indikator ekonomi RI:

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]


(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Empat Hari Perdagangan, Banyak Bom Sentimen Mengintai Pasar RI


Most Popular
Features