MARKET DATA
Newsletter

Wall Street Cetak Rekor, Perang Mendingin: Saatnya IHSG-Rupiah Bangkit

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
16 April 2026 06:20
Pasar Finansial Wall Street (AP Photo/Richard Drew)
Foto: Ilustrasi Crypto (Dok Pluang)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Sreet mayoritas melanjutkan reli positif pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke rekor tertinggi baru pada Rabu, melanjutkan penguatan kuat sepanjang pekan ini seiring investor tetap optimistis bahwa perang Iran berpotensi segera berakhir.

Indeks S&P 500 naik 0,80% dan ditutup di 7.022,95. Nasdaq Composite melonjak 1,59% ke 24.016,02. Namun, Dow Jones Industrial Average turun 72,27 poin atau 0,15% ke 48.463,72.

Baik Nasdaq maupun S&P 500 ditutup di level tertinggi sepanjang masa, dengan indeks teknologi Nasdaq mencatat 11 hari kenaikan beruntun, sedangkan S&P 500 membukukan 10 sesi positif dari 11 perdagangan terakhir.

Saham-saham Wall Street menguat pekan ini karena adanya kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

S&P 500, yang sepenuhnya memulihkan kerugian akibat perang Iran pada Senin, telah naik 3% sepanjang pekan ini. Sementara itu, Nasdaq dan Dow masing-masing naik hampir 5% dan lebih dari 1% sejak awal pekan.

"Posisi pasar sebelum perang adalah para pelaku pasar sudah mengurangi risiko karena mengantisipasi kondisi bisa memburuk. Namun ketika kemungkinan itu terlihat semakin kecil, mereka kembali membeli," kata Thomas Martin, Senior Portfolio Manager di Globalt Investments, kepada CNBC International.

"Investor tidak ingin ketinggalan saat pasar sedang naik," tambahnya.

Presiden Donald Trump kembali memberi harapan kepada investor bahwa perang tidak akan berlangsung lama.

Dalam wawancara dengan Fox Business pada Rabu, Trump mengatakan perang Iran sudah sangat dekat dengan akhir dan kembali menegaskan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan secepatnya.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC pada Selasa bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas. Namun hingga kini belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

"Apakah akan ada kesepakatan yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali dan meredakan ancaman gangguan arus perdagangan? Pasar tampaknya percaya itu akan terjadi," ujar Martin.

Salah satu saham pemenang utama pada perdagangan Rabu adalah Broadcom, yang melonjak 4%. Kenaikan ini terjadi setelah Meta Platforms memperpanjang kerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan chip khusus menggunakan teknologi perusahaan semikonduktor tersebut.

abc

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features