Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini karena ketidakpastian perang yang masih terjadi ditambah dengan aksi sell-off yang masih terjadi di pasar domestik.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street menguat pada Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Bursa menguat karena pelaku pasar mengabaikan gagalnya pembicaraan damai antara AS dan Iran, namun tetap optimistis bahwa kesepakatan antara kedua negara masih mungkin tercapai.
Indeks S&P 500 naik 1,18% dan ditutup di 6.967,38. Dow Jones Industrial Average terapresiasi 317,74 poin, atau 0,66%, ke level 48.535,99. Sementara Nasdaq Composite melonjak 1,96% dan berakhir di 23.639,08.
Saham-saham teknologi kembali menopang pasar secara keseluruhan. Oracle misalnya, naik 4,7%, melanjutkan kenaikan lebih dari 12% pada sesi sebelumnya. Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatat sesi positif.
Wall Street sekali lagi menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Indeks-indeks utama mencatat kenaikan solid di awal pekan meskipun negosiasi AS-Iran runtuh selama akhir pekan. Presiden Donald Trump juga mengatakan pada Senin bahwa pihak Iran telah menghubungi AS karena sangat ingin membuat kesepakatan.
Kenaikan pada Senin menghapus seluruh kerugian S&P 500 sejak perang Iran dimulai.
"Saya tidak ingin menutup kemungkinan adanya eskalasi kembali dan pelemahan lanjutan dari sini, tetapi saya rasa kemungkinannya kecil. Saya pikir pasar sudah memperhitungkan tingkat kecemasan tertentu terkait Iran," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird, kepada CNBC International.
"Tampaknya kita kembali mendekati rekor tertinggi dengan posisi pasar yang lebih bersih serta latar belakang yang lebih mendukung, ditambah musim laporan keuangan yang seharusnya mendorong sentimen bullish." Imbuhnya.
Pada Selasa, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas. Namun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Harga minyak mentah berbalik arah dari kenaikan sehari sebelumnya. Kontrak berjangka West Texas Intermediate crude turun 7,87% menjadi US$91,28 per barel, sementara Brent crude melemah 4,6% menjadi US$94,79 per barel.
Sentimen pasar juga terbantu oleh rilis data indeks harga produsen (PPI) bulan Maret, yang naik jauh lebih rendah dari perkiraan pasar secara bulanan.
Meski demikian, saham beberapa perusahaan tertekan setelah rilis laporan keuangan terbaru. Wells Fargo membukukan hasil yang mengecewakan sehingga sahamnya turun lebih dari 5%. JPMorgan Chase melaporkan kinerja kuartal I yang lebih baik dari ekspektasi, tetapi memangkas panduan pendapatan bunga bersihnya, sehingga saham turun tipis.
Mengawali hari perdagangan hari ini, berikut adalah rangkuman peristiwa strategis dan rilis data ekonomi dari hari sebelumnya yang patut menjadi perhatian untuk menavigasi dinamika pasar hari ini.
Rangkaian data tersebut penting karena dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah, IHSG, obligasi, hingga harga komoditas.
Terlebih, pasar global masih mencari kepastian soal kekuatan pertumbuhan ekonomi dunia di tengah potensi suku bunga yang akan disinyalir higher for longer akibat perang di Timur Tengah akibat meningkatnya harga minyak dunia.
IMF Pangkas Pertumbuhan Dunia dan Indonesia
Dana Moneter International (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat lonjakan harga energi karena perang di Timur Tengah dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz.
Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,1% tahun ini.
Angka tersebut turun dari proyeksi 3,3% pada Januari 2026, sebelum pecahnya permusuhan setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran dan memperluas konflik di kawasan.
IMF menyiapkan beberapa skenario: ringan, buruk, dan parah. Dalam skenario terburuk, ekonomi dunia nyaris resesi, dengan harga minyak rata-rata US$110 per barel pada 2026 dan US$125 pada 2027. Pertumbuhan global bisa turun ke 2,0%.
Skenario dasar IMF mengasumsikan konflik singkat dan harga minyak turun ke rata-rata US$82 per barel pada 2026. Namun ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan kondisi saat ini sudah bergerak ke skenario yang lebih buruk.
Dampak terbesar diperkirakan terjadi di negara berkembang dan kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Pertumbuhan kawasan itu diproyeksikan turun menjadi 1,9% pada 2026.
Untuk negara besar ekonomi Amerika Serikat tumbuh 2,3%, zona Euro tumbuh 1,1%, China akan ekspansi 4,4%, dan India tumbuh 6,5%.
Untuk Indonesia, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ke angka 5,0% dari 5,1% pada edisi Januari 2026.
Perkembangan Perang
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran dapat kembali dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pejabat dari kawasan Teluk, Pakistan, dan Iran juga mengatakan tim negosiasi dari AS dan Iran kemungkinan kembali ke Pakistan pekan ini, meski seorang sumber senior Iran menyebut belum ada tanggal yang ditetapkan.
"Anda sebaiknya tetap berada di sana, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong ke sana," kata Trump dalam wawancara dengan New York Post.
Meski blokade AS memicu retorika keras dari Teheran, tanda-tanda bahwa jalur diplomasi masih berlanjut membantu menenangkan pasar minyak, sehingga harga acuan turun di bawah US$100 pada Selasa.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur laut vital dunia untuk transportasi minyak dan gas, sejak perang dimulai pada 28 Februari. Sekitar 5.000 orang dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.
Perundingan di Islamabad akhir pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan, memunculkan keraguan terhadap kelangsungan gencatan senjata dua pekan yang masih tersisa satu minggu lagi.
Ambisi nuklir Iran menjadi titik utama kebuntuan. Amerika Serikat mengusulkan penghentian seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, sementara Teheran menawarkan penghentian tiga hingga lima tahun, menurut sumber yang mengetahui proposal tersebut. AS juga mendesak agar seluruh material nuklir yang telah diperkaya dikeluarkan dari Iran.
Salah satu sumber yang terlibat dalam negosiasi di Pakistan mengatakan pembicaraan jalur belakang sejak akhir pekan telah menunjukkan kemajuan dalam memperkecil perbedaan itu, membawa kedua pihak lebih dekat pada kesepakatan yang bisa diajukan dalam putaran baru perundingan.
Masih belum jelas seperti apa bentuk kesepakatan nuklir yang bisa segera dicapai AS dan Iran, mengingat rumitnya perjanjian nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia yang ditinggalkan Trump pada 2018, serta perlunya pemantauan dan verifikasi oleh International Atomic Energy Agency.
Iran juga menginginkan pencabutan sanksi internasional, langkah yang hanya bisa dijanjikan AS jika mendapat dukungan lebih luas.
Diplomasi Energi Indonesia dan Rusia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil mengamankan komitmen tambahan pasokan minyak mentah dan LPG dari Federasi Rusia. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev telah menyepakati kerja sama ini melalui skema antar-pemerintah maupun antar-pelaku usaha.
Pertemuan di Moskow tersebut juga melibatkan raksasa energi Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.
Selain pasokan energi dasar, Indonesia dan Rusia turut menjajaki kolaborasi yang lebih luas, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, dan kerja sama di sektor mineral untuk menjamin ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
 Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia di Moscow, Rusia, Selasa (14/4/2026). (Dok. Kementerian ESDM)
|
Data Neraca Perdagangan Tiongkok Bulan Maret
Rilis data bea cukai Tiongkok menunjukkan neraca perdagangan bulan Maret 2026 mencetak surplus sebesar US$ 51,13 miliar. Angka ini adalah yang terendah sejak Februari 2025 dan jauh di bawah ekspektasi pasar yang berada di US$ 112 miliar.
Kinerja ekspor melambat tajam menjadi 2,5% secara tahunan, jauh dari proyeksi 8,3%. Perlambatan ini lebih disebabkan oleh faktor musiman, seperti pergeseran jadwal Tahun Baru Imlek, serta efek basis yang sangat tinggi dari Maret 2025 akibat lonjakan ekspor untuk menghindari tarif AS, bukan murni karena pelemahan permintaan global.
Berbanding terbalik dengan ekspor, impor Tiongkok justru meroket 27,8% secara tahunan menjadi US$ 269,90 miliar, mencatat rekor kenaikan tertajam sejak November 2021.
Lonjakan impor ini didorong oleh aksi akumulasi sumber daya untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok global dan peningkatan pembelian produk semikonduktor.
Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen naik 0,5% secara bulanan pada bulan Maret 2026. Angka tersebut meleset dari ekspektasi konsensus yang memproyeksikan kenaikan sebesar 1,1%.
Tekanan inflasi di tingkat produsen ini sebagian besar didorong oleh lonjakan harga barang sebesar 1,6%, yang merupakan porsi kenaikan terbesar sejak Agustus 2023.
Peningkatan harga barang ini sangat dipengaruhi oleh meroketnya biaya energi sebesar 8,5% sebagai imbas langsung dari eskalasi konflik di Iran.
Secara basis tahunan, inflasi produsen AS saat ini menyentuh angka 4%, menandai laju kenaikan tahunan paling agresif sejak Februari 2023.
Respons Tiongkok Terhadap Konflik Timur Tengah
Menyikapi eskalasi yang terus terjadi di Timur Tengah, Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan pernyataan tegas terkait penegakan hukum internasional.
Dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Beijing, Xi menekankan bahwa prinsip hukum tidak boleh diterapkan secara selektif atau standar ganda.
Pernyataan ini dinilai sebagai kritik tersirat terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Konflik ini telah memberikan dampak nyata terhadap ekonomi Tiongkok, di mana pengiriman gas alam dan minyak mentah ke negara tersebut tercatat mengalami penurunan signifikan akibat gangguan di jalur pelayaran Selat Hormuz.
 Foto: Presiden China, Xi Jinping, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat ArabPresiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan dengan Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi (tidak terlihat dalam foto) di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 April 2026. (via REUTERS/Haruna Furuhashi)
|
Peta Jalan Strategis OJK 2026-2030
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan dua peta jalan strategis periode 2026-2030 untuk memperdalam pasar keuangan nasional.
Peta jalan pertama berfokus pada Pengembangan Pasar Derivatif melalui penguatan pelindungan investor, harmonisasi pengawasan, hingga efisiensi infrastruktur bursa.
Sementara itu, peta jalan kedua menargetkan akselerasi Pasar Modal Berkelanjutan berbasis prinsip ESG guna mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada 2060 melalui perumusan regulasi dan diversifikasi produk.
Proyeksi Pertumbuhan Instrumen Investasi Berkelanjutan
Penerbitan peta jalan OJK didukung oleh kuatnya prospek instrumen ESG domestik. Per Desember 2025, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan telah mencapai Rp74,14 triliun, yang mayoritas didominasi oleh green bond.
Dengan regulasi baru ini, OJK memproyeksikan penerbitan instrumen tersebut mampu melonjak hingga rata-rata 55,11% per tahun.
Di sisi lain, reksa dana berbasis ESG yang saat ini mencatat Nilai Aktiva Bersih (AUM) sebesar Rp9,98 triliun juga diproyeksikan tumbuh stabil di kisaran 14,36% per tahun.
Pemetaan Tata Kelola Kepemilikan dan Risiko Delisting Emiten
Sejalan dengan penguatan pelindungan investor, urgensi transparansi tata kelola pada emiten yang memiliki masalah kelangsungan usaha atau terancam delisting kian disorot.
Profil risiko kepemilikan emiten-emiten ini secara umum dapat dipetakan ke dalam beberapa kategori, mulai dari yang digerakkan oleh Ultimate Beneficial Owner (UBO) individu, dikendalikan oleh entitas korporasi, hingga emiten anomali yang justru didominasi oleh kepemilikan publik tanpa adanya pengendali tunggal.
Struktur tanpa pengendali yang jelas ini dinilai rentan karena berpotensi mempersulit proses pertanggungjawaban dan pemulihan hak investor ketika korporasi menghadapi krisis.
Berikut adalah daftar emiten yang menjadi perhatian terkait tata kelola dan risiko kelangsungan usaha tersebut:
Perubahan Formula Harga Patokan Mineral Nikel
Kementerian ESDM resmi memberlakukan Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 yang mengubah pedoman penetapan Harga Patokan Mineral (HPM). Aturan yang mulai berlaku pada 15 April 2026 ini merombak total formula perhitungan untuk bijih nikel.
Jika sebelumnya perhitungan hanya mengacu pada Harga Mineral Acuan (HMA) nikel tunggal, formula terbaru kini mewajibkan perhitungan nilai dari mineral ikutan yang ada di dalam bijih nikel, seperti besi, kobalt, dan kromium.
Langkah ini diambil karena mineral ikutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi namun selama ini belum dihargai secara optimal. Perubahan kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memaksimalkan pendapatan negara dari sektor sumber daya alam.
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
- BI merilis data surat utang luar negeri februari 2026
- Tingkat pengangguran Korea Selatan Maret 2026
- Inflasi Arab Saudi Maret 2026
- Neraca perdagangan India Maret 2026
-
Sosialisasi & Press Conference INABUYER B2B2G EXPO 2026 di Start Up Hub, Gedung Smesco Jakarta Selatan
-
Menteri Perindustrian menghadiri acara pameran Indo Intertex Inatex 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat
-
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menggelar konferensi pers paparan kinerja kuartal I 2026 di Ruang Conference Menara I BTN, Jakarta Barat
-
MUTU Green Economic Series 2026 bersama Sandiaga Uno di vOffice Centennial Tower, Jakarta Selatan
-
Konferensi pers paparan kinerja tahun 2025 PT Astra Agro Lestari Tbk. di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta Pusat.
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
- Pemberitahuan RUPS Rencana PT Asuransi Digital Bersama Tbk
- Pemberitahuan RUPS Rencana PT Charnic Capital Tbk
- Pemberitahuan RUPS Rencana Matahari Department Store Tbk
- Pemberitahuan RUPS Rencana Astra Graphia Tbk
- Pemberitahuan RUPS Rencana Astra Agro Lestari Tbk
- Tanggal ex Dividen Tunai Adira Dinamika Multi Finance Tbk
- Tanggal cum Dividen Tunai PT Nippon Indosari Corpindo Tbk
- Tanggal ex Dividen Tunai PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk
- Tanggal cum Dividen Tunai Bank Permata Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]