MARKET DATA
Newsletter

Perang Panas, IMF Ungkap 3 Skenario Terburuk Ekonomi Dunia

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
15 April 2026 06:25
Bursa Amerika, Indeks Harga Saham Nasdaq, (AP Photo/Seth Wenig)
Foto: Infografis/ Daftar 10 Negara dengan Utang IMF Terbesar di 2026/ Aristya Rahadian

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street menguat pada Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Bursa menguat karena pelaku pasar mengabaikan gagalnya pembicaraan damai antara AS dan Iran, namun tetap optimistis bahwa kesepakatan antara kedua negara masih mungkin tercapai.

Indeks S&P 500 naik 1,18% dan ditutup di 6.967,38. Dow Jones Industrial Average terapresiasi 317,74 poin, atau 0,66%, ke level 48.535,99. Sementara Nasdaq Composite melonjak 1,96% dan berakhir di 23.639,08.

Saham-saham teknologi kembali menopang pasar secara keseluruhan. Oracle misalnya, naik 4,7%, melanjutkan kenaikan lebih dari 12% pada sesi sebelumnya. Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatat sesi positif.

 

Wall Street sekali lagi menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Indeks-indeks utama mencatat kenaikan solid di awal pekan meskipun negosiasi AS-Iran runtuh selama akhir pekan. Presiden Donald Trump juga mengatakan pada Senin bahwa pihak Iran telah menghubungi AS karena sangat ingin membuat kesepakatan.

Kenaikan pada Senin menghapus seluruh kerugian S&P 500 sejak perang Iran dimulai.

"Saya tidak ingin menutup kemungkinan adanya eskalasi kembali dan pelemahan lanjutan dari sini, tetapi saya rasa kemungkinannya kecil. Saya pikir pasar sudah memperhitungkan tingkat kecemasan tertentu terkait Iran," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird, kepada CNBC International.

"Tampaknya kita kembali mendekati rekor tertinggi dengan posisi pasar yang lebih bersih serta latar belakang yang lebih mendukung, ditambah musim laporan keuangan yang seharusnya mendorong sentimen bullish." Imbuhnya.

Pada Selasa, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas. Namun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

Harga minyak mentah berbalik arah dari kenaikan sehari sebelumnya. Kontrak berjangka West Texas Intermediate crude turun 7,87% menjadi US$91,28 per barel, sementara Brent crude melemah 4,6% menjadi US$94,79 per barel.

Sentimen pasar juga terbantu oleh rilis data indeks harga produsen (PPI) bulan Maret, yang naik jauh lebih rendah dari perkiraan pasar secara bulanan.

Meski demikian, saham beberapa perusahaan tertekan setelah rilis laporan keuangan terbaru. Wells Fargo membukukan hasil yang mengecewakan sehingga sahamnya turun lebih dari 5%. JPMorgan Chase melaporkan kinerja kuartal I yang lebih baik dari ekspektasi, tetapi memangkas panduan pendapatan bunga bersihnya, sehingga saham turun tipis.

(gls/gls)


Most Popular
Features