MARKET DATA
Newsletter

Awas! Gencatan Senjata Terancam, Fed Beri Sinyal Keras Soal Suku Bunga

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
09 April 2026 06:25
Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026).
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Pasar keuangan Indonesia hari ini diharapkan melanjutkan tren penguatan meskipun banyak dibayangi sentimen negatif. Perkembangan perang yang tidak sesuai harapan serta risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan nada hawkish bisa menekan saham hingga rupiah.

Gencatan Senjata Diragukan

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu menuduh Amerika Serikat melanggar perjanjian gencatan senjata dua minggu.

"Ketidakpercayaan mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen - sebuah pola yang sayangnya kembali terulang," kata Ghalibaf dalam pernyataan yang diposting di media sosial, dikutip dari CNBC International.

Ghalibaf menyebutkan bahwa tiga poin dalam proposal gencatan senjata 10 poin dari Iran telah dilanggar. Pelanggaran tersebut meliputi serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon, masuknya drone ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Republik Islam untuk memperkaya uranium.

"Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi menjadi tidak masuk akal," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa proposal Iran merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi.

Pernyataan Ghalibaf muncul kurang dari sehari setelah Trump mengatakan bahwa ia setuju untuk menghentikan serangan selama dua minggu dengan imbalan Iran mengizinkan kapal-kapal melintas melalui Strait of Hormuz selama periode tersebut.

 

Ketegangan meningkat antara interpretasi AS dan Iran terkait gencatan senjata sejak diumumkan pada Selasa malam, khususnya mengenai selat tersebut.

Trump mengatakan bahwa gencatan senjata bergantung pada pembukaan penuh, segera, dan aman jalur tersebut. Namun, Iran berencana meminta kapal membayar biaya (toll) untuk melintas di jalur laut vital tersebut, menurut laporan The Financial Times.

Trump menginginkan selat tersebut dibuka "tanpa batasan, termasuk tanpa biaya," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada Rabu.

Kantor berita pemerintah Iran, Fars News Agency, sebelumnya melaporkan bahwa lalu lintas kapal tanker minyak melalui selat tersebut telah terhenti, seiring Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.

Gencatan senjata juga diragukan setelah Lebanon dilanda kehancuran hebat setelah militer Israel melancarkan gelombang serangan udara terbesar tanpa peringatan pada Rabu, (08/04/2026). Serangan masif ini menyasar lebih dari 100 lokasi di pusat kota Beirut hingga meluluhlantakkan bangunan dan memicu krisis kemanusiaan, tepat saat isu gencatan senjata sedang mencuat.

Mengutip laporan The Guardian, jet-jet tempur Israel meratakan gedung-gedung di pusat ibu kota dan mengubah jalanan menjadi tumpukan puing. Rekaman video menunjukkan warga berlarian di lingkungan Chiyah sambil berteriak histeris mencari anggota keluarga mereka yang tertimbun bangunan yang runtuh.

FOMC Minutes

Sejumlah pejabat Federal Reserve mulai membuka peluang kenaikan suku bunga setelah inflasi tetap di atas target 2%, terutama dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, menurut risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Maret.

The Fed mengadopsi pendekatan "dua arah", memberi sinyal suku bunga bisa naik atau turun tergantung arah inflasi. Meski sebelumnya condong ke pemangkasan sejak 2024, jumlah pejabat yang mempertimbangkan kenaikan kini bertambah dibanding Januari.

Mayoritas peserta menilai risiko inflasi meningkat, terutama jika harga energi tetap tinggi dan mendorong inflasi inti. Ekspektasi inflasi jangka panjang juga dinilai berisiko naik.

Meski bernada hawkish, pasar saham tetap menguat. Sementara itu, pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

The Fed mempertahankan suku bunga di 3,50%-3,75% pada Maret, sambil mengakui ketidakpastian akibat perang. Namun, sebagian besar pejabat masih melihat pemangkasan sebagai skenario utama, terutama jika konflik berkepanjangan menekan pertumbuhan dan pasar tenaga kerja.

Gencatan senjata sementara AS-Iran sempat menurunkan harga minyak lebih dari 15%, tetapi konflik tetap menjadi faktor utama yang membingungkan arah kebijakan The Fed-antara risiko inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi.

Prabowo Buka Peta Besar, Energi, Posisi RI, hingga Target 1.000 Desa Nelayan

Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan pemerintah di tengah tekanan global, mulai dari posisi strategis Indonesia hingga strategi menghadapi krisis energi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I, dan Direktur Utama BUMN di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).

Dalam paparannya, Prabowo menilai kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian dan konflik yang berdampak langsung pada sektor energi. Meski demikian, ia memastikan kondisi domestik masih relatif terkendali. "Ternyata kondisi kita cukup aman... ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mampu mengatasinya," ujarnya.

Dalam menghadapi tekanan energi, pemerintah menetapkan fokus jangka pendek selama satu tahun ke depan. Prabowo menilai ketergantungan Indonesia terhadap jalur konflik global relatif terbatas.

"Kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini... karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormus," ujarnya. Pemerintah juga memastikan kebijakan subsidi tetap dijaga untuk kelompok masyarakat bawah. "Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil sekitar 80% rakyat kita," tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo melihat krisis sebagai momentum untuk mempercepat perbaikan internal. Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan negara. "Krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang, membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros," ujarnya. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan sumber energi domestik sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Sejumlah program prioritas turut disampaikan, salah satunya pembangunan desa nelayan yang ditargetkan dapat diukur secara konkret. "Desember 2026 kita akan cek  berapa desa nelayan yang sudah selesai," kata Prabowo. Selain itu, pemerintah juga menurunkan biaya haji 2026 sekitar Rp2 juta sebagai bagian dari kebijakan yang menyasar langsung masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai memperketat pengelolaan sumber daya alam, termasuk evaluasi izin tambang. Prabowo menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap izin yang bermasalah. "Kalau enggak jelas cabut semua itu kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," ujarnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah menempatkan stabilitas jangka pendek sebagai prioritas, sembari mendorong penguatan struktur ekonomi berbasis sumber daya domestik di tengah tekanan global.

Haji Turun di Tengah Avtur Mahal, RI Siapkan Rp1,77 T & Amankan Pasokan

Pemerintah menyiapkan bantalan fiskal untuk menahan lonjakan ongkos haji di tengah kenaikan harga avtur. Melalui APBN 2026, dana Rp1,77 triliun digelontorkan sebagai kompensasi biaya bahan bakar pesawat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran tersebut berasal dari realokasi hasil efisiensi belanja. "Kan kalau efisiensi itu diambil, ditaruh di satu tempat nanti itu akan disalurkan ke yang pengeluaran baru," ujarnya di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, ruang fiskal masih cukup untuk meredam tekanan energi, seiring mulai turunnya harga minyak dunia setelah konflik Timur Tengah mereda. Pemerintah menggunakan asumsi harga minyak sekitar US$100 per barel dalam perhitungan APBN.

 

Kebijakan ini sejalan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tetap menurunkan biaya haji sekitar Rp2 juta meski harga avtur naik. "Walaupun harga avtur naik tapi kita berani menurunkan biaya haji" ujarnya dalam Rapat Kerja Pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pemangkasan antrean haji dari sebelumnya hingga 48 tahun menjadi maksimal 26 tahun, dengan ambisi dipersingkat lagi ke depan.

Di sisi operasional, pemerintah mendorong efisiensi penerbangan melalui rencana joint venture antara Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines untuk mengatasi kursi kosong saat penerbangan pulang.

Sementara itu, pemerintah memastikan kondisi ekonomi domestik masih terjaga. Menurut Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 mencapai 5,39%, dengan konsumsi menyumbang 54% terhadap PDB.

Di tengah dinamika global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz. Pemerintah kini melakukan komunikasi intensif dengan pihak Iran agar kapal segera dapat keluar.

"Lagi dilakukan komunikasi yang intens terkait dengan dua kapal itu, mudah-mudahan bisa cepat selesai," ujar Bahlil. Ia menegaskan kapal tersebut mengangkut minyak mentah, dengan porsi impor dari Timur Tengah kini sekitar 20%-25%.

Sebagai antisipasi, pemerintah telah mengalihkan pasokan dari sejumlah negara lain seperti Angola, Nigeria, hingga Amerika Serikat. "Jadi kita Insya Allah sudah clear," kata Bahlil, menandakan pasokan energi domestik tetap terjaga meski ada gangguan listrik.

Pabrik-Pabrik Gula BUMN Bakal Digabung

Konsolidasi industri gula BUMN mulai dipercepat. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan penggabungan puluhan pabrik gula sebagai langkah awal pembenahan sektor yang selama ini tertinggal.

COO Danantara Dony Oskaria mengatakan proses konsolidasi akan rampung dalam waktu dekat. "Bulan ini akan selesai untuk konsolidasi pabrik gula kita, sehingga akan ada di dalam satu perusahaan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

 

Setelah penggabungan, fokus akan diarahkan pada perbaikan kualitas dan modernisasi pabrik. "Kemudian baru kita improve kualitasnya... sehingga nanti productivity-nya menjadi lebih baik lagi," kata Dony.

Ia menilai mayoritas pabrik gula nasional sudah berusia tua dan minim pembaruan. "Karena kan pabrik gula kita selama ini sudah lama, tidak pernah mendapatkan pembaruan," ujarnya.

Transformasi dilakukan dengan menggabungkan bisnis gula milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dengan target selesai pada semester II/2026.

Ke depan, SGN akan difokuskan sebagai produsen gula, sementara ID Food berperan sebagai distributor dan offtaker. "Sehingga mereka fokus kepada core business-nya masing-masing," jelas Dony.

Langkah ini diharapkan menjawab tekanan industri, mulai dari banjir impor hingga harga yang menekan produk dalam negeri.

Danantara menargetkan terbentuknya satu holding gula besar yang menguasai hingga 60% pasar. Direktur Utama ID Food Ghimoyo menambahkan pihaknya membidik sekitar 47% pangsa pasar, sementara proses merger disebut sudah memasuki tahap akhir dan menunggu finalisasi administrasi.

 

Cadangan Devisa RI Turun US$3,7 M di Maret

Cadangan devisa Indonesia turun pada Maret 2026 di tengah tekanan pasar keuangan global yang meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa berada di level US$148,2 miliar, turun US$3,7 miliar dibandingkan Februari 2026 yang mencapai US$151,9 miliar.

Penurunan ini terjadi seiring kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI. Intervensi tersebut menjadi respons terhadap gejolak pasar global yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam siaran pers BI pada Rabu (8/4/2026) disebutkan, "Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat." Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan cadangan devisa merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas makro.

Meski mencatat penurunan, posisi cadangan devisa Indonesia dinilai masih berada dalam level yang aman. Pada akhir Maret 2026, cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Level tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. Hal ini menjadi indikator penting bahwa bantalan eksternal Indonesia masih cukup kuat untuk meredam tekanan dari luar.

Direktur Eksekutif Informasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan otoritas moneter akan terus menjaga cadangan devisa tetap di atas ambang batas global. "Bank Indonesia akan tetap menjaga cadev itu di atas standar internasional yang ditentukan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, setiap penggunaan cadangan devisa, termasuk untuk intervensi pasar, selalu mempertimbangkan kecukupan dan kesehatan posisi eksternal. "Untuk menjamin ketahanan eksternal Indonesia. Jadi berapapun cadangan devisa yang dipergunakan untuk kegiatan intervensi, itu selalu mempertimbangkan posisi cadangan devisa yang memang memadai yang sehat untuk Indonesia," kata Ramdan.

Lebih lanjut, BI menilai ketahanan eksternal Indonesia ke depan tetap terjaga. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor penopang, seperti penerbitan global bond pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta aliran masuk modal asing yang masih positif seiring prospek ekonomi domestik dan imbal hasil investasi yang dinilai menarik.

 Inflasi PCE dan Klaim Pengangguran

AS akan  mengumumkan data inflasi pengeluaran pribadi masyarakat AS atau PCE untuk Februari 2026 pada hari ini, Kamis (9/4/2026). Data ini sangat penting karena menjadi pertimbangan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Inflasi PCE tercatat naik 2,8% (YoY) pada Januari 2026, sedikit melandai dari level tertinggi hampir dua tahun di 2,9% pada bulan sebelumnya dan sesuai ekspektasi pasar.

Angka ini menandai bahwa inflasi telah berada di atas target 2% milik Federal Reserve selama lima tahun berturut-turut.

AS juga akan merilis data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 4 April 2026.

Sebagai catatan, klaim pengangguran awal di AS turun 9.000 menjadi 202.000 pada pekan keempat Maret, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 212.000.

Angka ini hampir menyamai level terendah dalam dua tahun, yaitu 201.000 yang tercatat pada awal Januari.

 

(emb/emb)


Most Popular
Features