Wall Street Bangkit & Harga Minyak Adem, Indonesia Siap Lanjut Pesta?
Dari pasar saham AS, bursa Wal Street bangkit dan kompak mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Bursa saham melonjak pada hari Rabu seiring harga minyak turun dan para pelaku pasar berharap AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66% dan ditutup di level 46.429,49. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,54% menjadi 6.591,90, dan Nasdaq Composite menanjak 0,77% ke posisi 21.929,83.
Associated Press, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya di Islamabad, melaporkan bahwa Iran telah menerima proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri perang.
The New York Times sebelumnya juga melaporkan bahwa AS telah mengirimkan rencana perdamaian ke Iran. Rencana tersebut disampaikan melalui Pakistan.
Namun, media pemerintah Iran pada Rabu juga melaporkan bahwa negara tersebut akan menolak tawaran gencatan senjata dari AS, dan justru mengajukan rencana lima poin yang mencakup pemberian kendali atas Selat Hormuz kepada Teheran.
Harga minyak berada di bawah tekanan setelah perkembangan tersebut. Kontrak berjangka West Texas Intermediate turun 2,2% menjadi ditutup di US$90,32 per barel. Sementara itu, Brent internasional juga turun 2,17% ke US$102,22. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turut melemah seiring penurunan harga minyak.
Meski demikian, kedua negara tampak masih sangat berjauhan dalam posisi mereka. The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengerahkan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke Timur Tengah.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa AS sedang dalam negosiasi saat ini dengan Iran.
Dia menambahkan bahwa Teheran berbicara dengan masuk akal dan mengisyaratkan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan damai.
Perang ini telah menyebabkan volatilitas besar di pasar saham sepanjang pekan ini.
Pada Selasa, pasar sempat memangkas sebagian kenaikan dari hari Senin, ketika ketiga indeks utama melonjak lebih dari 1% setelah Trump menulis di Truth Social bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif terkait penyelesaian penuh konflik di Timur Tengah. Namun, media pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan langsung tersebut.
"Masih ada pertanyaan mengenai siapa di Iran yang dapat mengendalikan aktivitas militer serta apa yang akan memenuhi kepentingan Israel, tetapi pasar tampaknya menunjukkan keinginan untuk kembali menguat dari level ini," tulis desk trading JPMorgan dalam sebuah catatan, kepada CNBC International.
"Selain itu, belum jelas apakah Iran akan mencabut tuntutan sebelumnya, termasuk jaminan keamanan terhadap agresi di masa depan serta kompensasi atas kerugian selama konflik ini." Imbuhnya.
Kenaikan saham sektor teknologi turut menopang pasar secara keseluruhan pada hari Rabu, dengan saham Nvidia, AMD, dan Intel semuanya mencatat lonjakan.
(mae/mae) Add
source on Google