MARKET DATA

3 Emiten Emas RI Tembus Indeks Dunia, Investor Global Langsung Antri?

saw,  CNBC Indonesia
17 March 2026 10:20
emas
Foto: emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga emiten emas asal Indonesia berhasil masuk indeks populer Global Junior Gold Miners Index (GDXJ).

Mereka adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB).

Keputusan ini mulai berlaku efektif pada perdagangan 20 Maret 2026. Adapun, evaluasi selanjutnya akan dilaksanakan pada 11 September 2026 dan berlaku efektif seminggu setelahnya, pada 18 September 2026.

Mengapa Ini Penting bagi Pasar?

Pencantuman ini bukan sekadar label indeks, tetapi mencerminkan bahwa ketiga emiten tersebut telah memenuhi standar fundamental, ukuran perusahaan, dan likuiditas yang digunakan dalam seleksi investasi global.

Bagi investor, masuknya saham ke indeks ini membuka potensi aliran dana asing (inflow), terutama dari berbagai ETF dan dana investasi global yang mereplikasi komposisi indeks GDXJ.

Ringkasnya masuknya tiga saham emas itu akan memberi implikasi positif sebagai berikut:

  1. Peningkatan Visibilitas Global
    Ketiga saham ini kini lebih mudah terpantau oleh manajer investasi global yang berfokus pada sektor emas dan pertambangan.
  2. Potensi Peningkatan Likuiditas
    Karena GDXJ menjadi acuan bagi VanEck Junior Gold Miners ETF, maka ETF tersebut perlu menyesuaikan portofolionya dengan membeli saham yang masuk indeks.
  3. Sentimen Positif bagi Sektor Emas Indonesia
    Dengan harga emas dunia yang masih berada di level tinggi (di atas US$5.000 per troy ons pada Maret 2026), eksposur global ini memperkuat posisi emiten tambang emas Indonesia di pasar junior miners dunia.

Saham EMAS, ARCI, PSAB Bergerak Moncer

Seiring dengan keputusan itu, tiga saham yang masuk GDXJ kompak bergerak ciamik pada Senin kemarin (16/3/2026).

Saham EMAS memimpin kenaikan dengan harga Rp9.075, naik Rp1.375 atau 17,86%, sekaligus mencatatkan return YTD sebesar 63,51%.

Sementara itu, saham PSAB ditutup di level Rp555, menguat Rp65 atau 13,27%, dengan return YTD 0,91%. Adapun saham ARCI berada di harga Rp1.690, naik Rp85 atau 5,30%, dengan return YTD sebesar 4,32%.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular