MARKET DATA
Newsletter

Di Tengah Perang: AS Umumkan Kabar Genting-Purbaya Buka Suara Hari Ini

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
11 March 2026 06:10
Bursa New York Stock Exchange NYSE
Foto: New York Stock Exchange (NYSE) ( REUTERS/Brendan McDermid)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Indeks turun di tengah perdagangan yang bergejolak, seiring harga minyak melemah dan para pelaku pasar terus memantau perkembangan perang Iran.

Indeks S&P turun 0,21% dan ditutup di 6.781,48. Dow Jones Industrial Average melemah 34,29 poin atau 0,07% menjadi 47.706,51. Sebaliknya, Nasdaq Composite naik tipis 0,01% dan berakhir di 22.697,10.

Sebelumnya pada hari yang sama, Dow sempat merosot hingga 296,57 poin atau sekitar 0,6%. Pada titik terendahnya, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing sempat turun 0,5% dan 0,4%.

 

Harga minyak, yang pada Senin sempat melonjak hampir US$120 per barel di tengah kekhawatiran tinggi terkait konflik Iran, turun setelah para trader memperkirakan sejumlah negara akan menggunakan cadangan minyak darurat untuk meredam gangguan pasokan akibat konflik tersebut.

Harga minyak kemudian turun lebih jauh setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan dalam sebuah unggahan media sosial (yang kemudian dihapus) bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker melewati Selat Hormuz.

Namun setelah unggahan tersebut tampaknya dihapus, harga minyak kembali naik sedikit dari posisi terendahnya, sementara saham-saham turun dari level tertinggi hari itu.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengatakan pada Selasa bahwa AS sebenarnya tidak mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Sentimen pasar juga tertekan setelah CBS News melaporkan bahwa Amerika Serikat mulai melihat indikasi Iran bergerak untuk menempatkan ranjau di Selat Hormuz.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 11,94% dan ditutup di US$83,45 per barel. Sementara Brent melemah 11,28% menjadi US$87,80 per barel.

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features