MARKET DATA

Pemerintah, Pengusaha-DPR Bahas RKAB-Kondisi Industri Tambang Terkini

mae,  CNBC Indonesia
09 March 2026 16:05
Mining Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Mining Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Berikut beberapa poin-poin yang disampaikan narasumber dalam acara
CNBC Indonesia Mining Forum 2026 dengan tema "Apa Kabar Industri Tambang RI?"

Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batu Bara Kemenko Bidang Perekonomian, Herry Permana:

  •  Tambang untuk ketahanan energi karena itu kebijakan tambang diarahkan untuk menjaga energi nasional.
  • Fokus hilirisasi saat ini adalah SDA tidak hanya dijual mentah, tapi diolah agar memberi nilai tambah.
  • Produksi disesuaikan, produksi bisa dikurangi untuk menjaga harga dan cadangan.
  • Menjaga cadangan masa depan karena itu pengelolaan tambang harus mempertimbangkan generasi mendatang.
  • Negara berhak mengatur produksi maka pemerintah dapat mengevaluasi dan menyesuaikan RKAB.
  • Tujuan RKAB salag satunya adalah menstabilkan pasar karena penyesuaian produksi dilakukan karena supply dan demand tidak seimbang.
  • Pembatasan juga dilakukan karena cadangan terbatas. Batu bara sekitar 39 tahun, nikel sekitar 20 tahun jika produksi seperti sekarang.
  • Peluang mineral kritis ada karena Indonesia punya potensi besar dari nikel dan mineral strategis.

 

Ketua Komisi XII DPR - Bambang Patijaya

  • Kebijakan RKAB pasti pro-kontra. Setiap kebijakan pemerintah selalu menimbulkan dukungan dan penolakan.
  • RKAB disebut penyesuaian karena DPR menilai kebijakan ini bukan pembatasan, melainkan penyesuaian produksi.
  • Ada dasar hukum yakni regulasi memungkinkan pemerintah menyesuaikan RKAB.
  • Regulasi memungkinkan revisi RKAB di pertengahan tahun berdasarkan evaluasi. Aturan yang ada memungkinkan penyesuaian RKAB dilakukan pada Juni-Juli.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani

  • Kuota produksi belum jelas. Industri sudah lebih dari sebulan menunggu kepastian RKAB.
  • Pemotongan besar karena ada perusahaan dipangkas 40-80%.
  • Industri minta transparansi mengingat perusahaan ingin tahu dasar pemotongan produksi.
  • Adanya ancaman risiko rugi dan PHK. Produksi turun bisa membuat perusahaan merugi.
  • Dampak luas karena kebijakan juga mempengaruhi kontraktor, logistik, dan tenaga kerja.
  • Industri minta kepastian karena selama tidaka ada ketidakpastian bisa membuat pembeli global mencari pemasok lain.

Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati

  • RKAB2026 bukan pembatasan produksi, pemerintah menegaskan kebijakan ini hanya penyesuaian produksi
  • Kebijakan sudah direncanakan sejak tahun lalu. Penataan produksi telah disiapkan sekitar satu tahun sebelumnya
  • Negara berhak mengevaluasi produksi tambang karena sumber daya tambang milik negara, pemerintah bisa menilai izin dan produksi\
  • Ada tiga alasan utama kebijakan yakni menyeimbangkan supply-demand, menjaga harga, dan memperpanjang umur cadangan
  • Kelebihan pasokan batu bara dan terutama nikel sempat menurunkan harga global
  • Indonesia tidak bisa mengontrol harga dunia. Meski menyuplai sekitar 60% batu bara global, harga tetap ditentukan pasar
  • Penyesuaian diharapkan menstabilkan pasar. Produksi diselaraskan dengan permintaan agar harga lebih stabil
  • Cadangan tambang perlu dijaga. Batu bara diperkirakan bertahan 39 tahun, nikel sekitar 19-20 tahun
  • Pemerintah memahami kekhawatiran industry, termasuk risiko gangguan usaha dan potensi PHK.
  • Kebijakan masih bisa direvisi. Perusahaan dapat mengajukan revisiRKABpada Juni-Juli
  • Target 600 juta ton belum final. Angka produksi batu bara masih dalam tahap evaluasi.

Chairman Indonesia Mining Institute, Irwandy Arif

  • Industri tambang sedang tertekan. Faktor global, harga komoditas, dan kebijakan domestik.
  • Penyesuaian produksi bisa strategis. Untuk menjaga cadangan dan stabilitas pasar.
  • Namun harus transparan agar tidak menimbulkan krisis industri.
  • Hilirisasi masih banyak tantangan. Batu bara dan beberapa mineral belum berkembang optimal.

Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy

  • Pemangkasan RKAB ganggu rencana tambang.
  • Industri butuh kepastian jangka panjang.
  • Banyak alat tambang berpotensi menganggur.
  • Risiko PHK meningkat.
  • Hilirisasi harus direncanakan matang agar tidak kekurangan bahan baku.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pajak Indonesia Mining Association (IMA), Ezra Sibarani

  • Industri menghadapi banyak tekanan sekaligus.
  • Pemangkasan produksi jadi isu utama.
  • Kriteria pemotongan belum jelas bagi perusahaan.
  • Berpotensi ganggu investasi dan kontrak pasokan.
  • Industri tambang penting bagi penerimaan negara.
  • Ketidakpastian kebijakan bisa menaikkan risiko investasi.

Wakil Ketua Komite Primary Energy Value Chain Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Ferry Dwi Nugraha.

  • PLTU bergantung kontrak dan DMO.
  • Produksi turun bisa ganggu pasokan listrik.
  • Jika beralih ke BBM, biaya listrik bisa melonjak

Wakil Ketua Umum I ASPINDO, Ahmad Kharis

  • Kontraktor tambang paling terdampak.
  • Sekitar 25% alat tambang berpotensi nganggur jika produksi turun.
  • Risiko tenaga kerja dirumahkan meningkat.
  • Banyak sektor pendukung ikut terdampak.
  • Industri meminta kepastian kebijakan lebih awal.
  • Pengusaha juga berharap implementasi B50 ditunda.
(mae/mae) Add as a preferred
source on Google




Most Popular
Features