MARKET DATA
Newsletter

Badai Data AS Mengamuk, IHSG Terancam Terseret Lebih Dalam

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
27 February 2026 06:17
Seorang bekerja di lantai bursa saham New York di Kota New York, AS, 20 Oktober 2025.
Foto: Ilustrasi Trading (Dok MIFX)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Mayoritas indeks melemah setelah hasil terbaru dari raksasa teknologi Nvidia dan perusahaan perangkat lunak Salesforce tidak cukup kuat untuk mengangkat pasar secara keseluruhan.

Indeks S&P turun 0,54% dan ditutup di 6.908,86, sementara Nasdaq Composite merosot 1,18% dan berakhir di 22.878,38. Sebalimnya, Dow Jones Industrial Average naik 17,05 poin, atau 0,03%, menjadi 49.499,20.

Saham Nvidia turun lebih dari 5%, meskipun raksasa chip itu melaporkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Saham tersebut mengalami hari terburuknya sejak April. Saham chip lainnya seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials juga ikut melemah.

"Pasar saat ini benar-benar berada dalam mode 'buktikan dulu', dan Nvidia belum sepenuhnya 'membuktikan' hal itu melalui laporan laba kali ini," kata Tom Graff, chief investment officer Facet, kepada CNBC, sambil menyoroti kekhawatiran terkait kerja sama pembuat chip tersebut dengan OpenAI.

Dia menambahkan Nvidia menghadapi kombinasi antara ekspektasi yang sangat tinggi yang sudah tercermin dalam harga sahamnya dan pasar yang skeptis.

"Ini kemungkinan akan membuat pergerakan saham menjadi bergejolak setidaknya selama beberapa kuartal ke depan." Imbuhnya.

Di sisi lain, Salesforce yang menjadi salah satu korban terbesar dari kekhawatiran gangguan akibat kecerdasan buatan baru-baru ini naik 4% setelah hasil kuartalan terbaru perusahaan perangkat lunak tersebut melampaui ekspektasi baik dari sisi pendapatan maupun laba. Namun, perusahaan memberikan proyeksi pendapatan fiskal 2027 yang mengecewakan.

"Laba Salesforce solid, tetapi panduan yang lemah tidak membantu meredakan sentimen negatif di sektor perangkat lunak," kata James Demmert, chief investment officer Main Street Research.

"Salesforce menghadapi masa depan yang berat akibat kemajuan AI, tetapi kami juga menilai penurunan saham sektor perangkat lunak belakangan ini agak berlebihan."

Meski demikian, saham perangkat lunak justru mencatat kenaikan pada hari Kamis, dengan ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) naik sekitar 2%. Namun dana tersebut masih berada di wilayah pasar bearish karena turun sekitar 30% dari puncak terbarunya.

Selain sektor perangkat lunak, area pasar lain yang juga naik dalam sesi tersebut termasuk sektor keuangan, energi, dan real estat. Saham seperti JPMorgan Chase dan CBRE Group termasuk di antara yang mencatat kenaikan.

Pergerakan ini mengikuti hari yang positif bagi saham AS. Saham perangkat lunak dan teknologi sempat memantul kembali dalam sesi reguler. Meski demikian, sentimen terhadap saham perangkat lunak dan keamanan siber masih rapuh tahun ini karena kekhawatiran atas kemampuan produk AI yang berkembang sangat cepat, yang berpotensi mengganggu bisnis vendor perangkat lunak mapan.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features