China Cekik Pasokan Logam Kritis, Industri Penerbangan AS Kelabakan
Jakarta, CNBCÂ Indonesia- Pasokan logam tanah jarang ke Amerika Serikat kembali tersendat pada awal 2026. Beberapa pemasok industri pesawat dan semikonduktor mulai kekurangan bahan penting seperti yttrium dan scandium.
Kondisi ini terjadi ketika hubungan dagang antara Washington dan Beijing relatif lebih tenang dibanding tahun lalu. Meski begitu, arus material strategis tetap belum pulih.
Melansir Reuters, sejumlah perusahaan pemasok industri dirgantara di Amerika Utara sudah membatasi penjualan karena bahan baku semakin sulit diperoleh.
Dua pemasok bahkan sempat menghentikan produksi untuk sementara. Sebagian perusahaan memilih memprioritaskan pelanggan besar agar operasi tetap berjalan.
Ketergantungan pada China menjadi sumber utama persoalan. Produksi yttrium dan scandium dunia terkonsentrasi di negara tersebut. Kedua unsur ini termasuk kelompok logam tanah jarang yang dipakai dalam teknologi militer, mesin pesawat, dan industri semikonduktor.
Bea cukai China menyampaikan pengiriman yttrium ke Amerika Serikat turun tajam sejak pembatasan ekspor diberlakukan pada April tahun lalu.
Dalam delapan bulan setelah kebijakan tersebut, ekspor hanya mencapai sekitar 17 ton. Pada periode delapan bulan sebelumnya, volumenya mencapai sekitar 333 ton. Perubahan ini mempersempit pasokan bahan baku bagi industri Amerika.
yttrium dipakai dalam lapisan pelindung mesin pesawat dan turbin. Lapisan ini menjaga komponen tetap stabil pada suhu tinggi. Tanpa perawatan berkala menggunakan material tersebut, mesin tidak dapat dioperasikan. Melansir Reuters, harga yttrium naik sekitar 60% sejak akhir tahun lalu dan kini sekitar 69 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan harga mencerminkan terbatasnya ketersediaan material di pasar.
Tekanan pasokan muncul saat industri penerbangan masih berusaha mengejar permintaan. Produsen mesin pesawat menghadapi kebutuhan suku cadang yang tinggi dari maskapai.
Pabrikan pesawat juga meningkatkan produksi. Perusahaan seperti Boeing dan Airbus sedang memperluas output pesawat komersial sehingga rantai pasok mesin menjadi semakin sensitif terhadap gangguan bahan baku.
Keterbatasan juga terjadi pada scandium yang dipakai dalam proses pembuatan chip. Menurut pelaku industri yang dikutip Reuters, bahan ini digunakan dalam komponen yang dipasang pada perangkat jaringan generasi kelima. Persediaan yang ada diperkirakan hanya cukup untuk beberapa bulan. Amerika Serikat belum memiliki produksi domestik scandium sehingga ketergantungan pada impor masih tinggi.
Volume produksi scandium dunia sangat kecil, hanya puluhan ton per tahun. Struktur pasar yang sempit membuat gangguan pasokan cepat terasa. Beberapa produsen chip Amerika dilaporkan mengalami keterlambatan memperoleh izin ekspor dari China. Perusahaan kemudian meminta dukungan pemerintah untuk mempercepat akses bahan baku.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat. Pejabat setempat menyatakan upaya pengamanan pasokan mineral strategis sedang dilakukan, termasuk melalui negosiasi dengan Beijing dan pengembangan sumber alternatif.
Â
Isu logam tanah jarang diperkirakan akan muncul dalam pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping yang direncanakan berlangsung di Beijing pada Maret mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung ketika industri teknologi dan dirgantara Amerika menghadapi tekanan pasokan yang semakin nyata.
Kasus yttrium dan scandium memperlihatkan rapuhnya rantai pasok mineral strategis. Produksi yang terkonsentrasi di satu wilayah membuat industri sulit mencari pengganti dalam waktu singkat. Selama sumber alternatif belum tersedia, risiko gangguan pasokan akan tetap membayangi sektor teknologi dan dirgantara Amerika.
CNBCÂ Indonesia Research
(emb/emb) Addsource on Google