Laba Rp 57 Triliun, Berapa Dividen yang Dibagi BRI?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah mempublikasikan laporan keuangan tahunan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 atau full year 2026.
Data finansial tersebut menjadi basis utama bagi para analis dan investor dalam memproyeksikan pembagian dividen final yang dijadwalkan di bulan Maret atau April 2026 mendatang.
Dengan posisi fundamental yang solid, perseroan diprediksi akan mempertahankan kebijakan remunerasi pemegang saham yang atraktif melalui rasio pembayaran yang konsisten.
Analisis Kinerja Keuangan dan Estimasi Dividen 2026
Berdasarkan laporan laba rugi konsolidasi, BBRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun pada tahun 2025 atau hampir Rp 57 triliun. Pencapaian laba tersebut menghasilkan laba bersih per saham atau Earning Per Share (EPS) dasar senilai Rp376.
Jika menghitung laba konsolidasi secara keseluruhan, laba mencapai Rp 57,13 triliun.
Jika perseroan menetapkan Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 86% konsisten dengan rasio tahun buku sebelumnya, maka total dividen untuk tahun buku 2025 diproyeksikan mencapai Rp323,36 per saham.
Mengingat BBRI telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp137 per saham kepada para investor pada 15 Januari 2026 lalu, maka estimasi dividen final yang tersisa adalah sebesar Rp186,4 per saham.Â
Nilai ini merupakan hasil total proyeksi dividen setahun dengan anggapan dividen interim yang digabungkan pada pembagian dividen Maret atau April mendatang. Secara fundamental, kapasitas pembagian dividen ini didukung oleh total aset konsolidasi yang mencapai Rp 2.135,37 triliun.
Selain itu, efisiensi operasional tercermin dari angka laba bersih yang tumbuh stabil di tengah penyaluran kredit yang mencapai Rp1.460,73 triliun per akhir Desember 2025.
Data Historis dan Proyeksi Imbal Hasil Bagi Investor
Proyeksi dividen final senilai Rp186,4 per saham mengindikasikan tingkat imbal hasil sekitar 4,74% atau secara konsolidasi tahunan tahun buku 2025 dengan dividen per saham sebesar 323,36 maka yield konsolidasi yang didapatkan adalah sekitar 8,23% menggunakan harga 3.930.
Secara historis, BBRI memiliki rekam jejak yang panjang dalam mendistribusikan keuntungan kepada pemegang saham dengan jadwal eksekusi dividen final yang rutin dilakukan pada rentang bulan Maret hingga April.
Kejelasan kebijakan dividen ini merupakan salah satu faktor utama yang menjaga kepercayaan investor terhadap saham perbankan plat merah ini di bursa.Berikut adalah rekapitulasi data historis pembayaran dividen BBRI dari tahun 2004 hingga proyeksi tahun 2026 berdasarkan tanggal ex-dividen dan nominal yang dibayarkan:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Add
source on Google