MARKET DATA
Newsletter

Hari Ini Arah Ekonomi Dibedah, Kebijakan IHSG-Rupiah Dibuka Terang

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
10 February 2026 06:23
wall street
Foto: Cover Topik/ Economic Outlook 2026/ Edward Ricardo

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Kenaikan saham ditopang saham teknologi, sementara Dow Jones Industrial Average mencetak rekor baru seiring investor menanti rilis data ekonomi penting dan gelombang laporan keuangan berikutnya, setelah pekan yang bergejolak yang ditutup dengan indeks 30 saham tersebut mencapai tonggak penting.

Indeks S&P menguat 0,47% dan ditutup di 6.964,82. Indeks saham unggulan Dow menanjak 20,20 poin atau 0,04%, dan berakhir di 50.135,87. Dow Industrials mencatat rekor tertinggi intraday dan penutupan sepanjang masa. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 0,9% dan ditutup di 23.238,67.

Saham Nvidia dan Broadcom kembali menjadi penopang utama pada Senin, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya dengan kenaikan masing-masing 2,5% dan 3,3%. Saham AI lainnya, Oracle, melonjak 9,6% setelah mendapatkan peningkatan rekomendasi menjadi buy dari neutral oleh D.A. Davidson, seiring optimisme terhadap OpenAI dan para pihak yang diuntungkan.

Pergerakan ini terjadi setelah indeks-indeks utama rebound pada Jumat, dengan Dow menembus level 50.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, usai mengalami penurunan tajam di awal pekan. Aksi jual dipicu oleh tekanan di saham teknologi, terutama saham perangkat lunak. Bitcoin juga sempat anjlok sebelum pulih sebagian ketika investor mengambil sikap risk-off.

"Investor mengatakan, 'Baiklah, kita baru saja mengalami rebound yang sangat kuat. Apakah itu bisa bertahan? Apakah ini sesuatu yang bisa menjerat saya dan berujung terpukul, atau justru ini peluang beli berikutnya?'" ujar Sam Stovall dari CFRA Research, kepada CNBC.

"Kami beralih dari premi 17% menjadi diskon 8%. Orang bisa berkata, Wah, itu cukup menarik, jadi mungkin belum saatnya keluar dari teknologi.'"kata kepala strategi investasi tersebut, merujuk pada rasio forward price-to-earnings sektor teknologi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.

Meski demikian, rotasi pasar keluar dari saham teknologi baru-baru ini bisa saja terulang pekan ini, jika rilis laporan keuangan mendukung. Coca-Cola dan Ford Motor, misalnya, dijadwalkan melaporkan kinerja pada Selasa.

Investor juga akan mencermati laporan ketenagakerjaan Januari yang tertunda dari Bureau of Labor Statistics, yang dijadwalkan rilis pada Rabu.

Laporan tersebut awalnya direncanakan keluar Jumat lalu, namun ditunda akibat penutupan sebagian pemerintah. Ini menyusul laporan ADP pekan lalu yang menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya 22.000 pada Januari, jauh di bawah ekspektasi. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan laporan ketenagakerjaan yang diawasi ketat ini akan menunjukkan kenaikan 55.000 pada Januari.

Data indeks harga konsumen (CPI) Januari yang juga tertunda akibat penutupan pemerintah dijadwalkan rilis pada Jumat, dengan konsensus memperkirakan laju tahunan 2,5%.

(gls/gls)


Most Popular
Features