MARKET DATA
Newsletter

Purbaya, OJK & BI Beri Pengumuman Penting Jelang Rapat The Fed

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
27 January 2026 06:32
wall street
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menguat pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Pelaku pasar memantau perkembangan politik dan bersiap menghadapi pekan yang padat dengan rilis laporan keuangan emiten besar serta keputusan suku bunga terbaru dari The Fed.

Indeks S&P naik 0,50% dan ditutup di level 6.950,23. Dow Jones Industrial Average menguat 313,69 poin atau 0,64% ke 49.412,40. Sementara itu, Nasdaq Composite menanjak 0,43% dan berakhir di 23.601,36. Indeks berbasis teknologi ini ditopang oleh kenaikan saham Apple, Meta Platforms, dan Microsoft masing-masing sekitar 3%, 2%, dan 1%, menjelang rilis laporan keuangan mereka pada akhir pekan ini.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap barang-barang asal Kanada yang masuk ke Amerika Serikat jika negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China.

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa Ottawa "tidak memiliki niat" untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing.

Adam Crisafulli dari Vital Knowledge menjelaskan situasi saat ini masih sangat dinamis. Tidak banyak pihak yang benar-benar khawatir ancaman tarif 100% Trump terhadap Kanada akan benar-benar terwujud "Namun, penggunaan pajak impor secara terus-menerus sebagai alat tekanan terhadap sekutu tetap secara perlahan menggerus sentimen," ujar Adam dikutip dari CNBC International.

 

Investor juga mencermati dinamika politik di Washington, menyusul meningkatnya kemarahan publik atas insiden aparat imigrasi federal yang menembak mati seorang warga negara AS di Minnesota. Ini adalah insiden untuk kedua kalinya dalam bulan ini yang memicu kekhawatiran akan potensi penutupan pemerintahan (government shutdown).

Sejumlah senator Demokrat menyatakan tidak akan menyetujui paket pendanaan senilai US$1,2 triliun jika di dalamnya terdapat alokasi dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Namun, seorang sumber yang memahami kepemimpinan Partai Republik di Senat menyebutkan bahwa pendanaan untuk DHS tidak akan dihapus.

"Terlepas dari berbagai ketidakpastian geopolitik dan kebijakan, konsumen masih terlihat berada dalam kondisi yang cukup baik dan terus membelanjakan uangnya. Di sisi lain, dunia usaha juga terlihat solid dari sisi profitabilitas dan masih menginvestasikan laba mereka ke AI serta alat-alat produktivitas lainnya," ujar Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di U.S. Bank Asset Management Group.

Lebih dari 90 perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan minggu ini. Beberapa nama dari kelompok 'Magnificent Seven' juga masuk agenda, dengan Meta, Tesla, dan Microsoft dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu, sementara Apple pada Kamis. Sejauh ini, musim laporan keuangan tergolong kuat, dengan 76% perusahaan yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi, menurut data FactSet.

Meski demikian, sejumlah saham tetap mencatatkan penurunan meskipun perusahaannya melampaui ekspektasi, seperti Intel dan Netflix.

 

"Kita akan mulai melihat penyebaran informasi yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada sektor keuangan atau maskapai penerbangan, sehingga memberikan gambaran ekonomi yang lebih menyeluruh. Ekspektasi kami, musim laporan keuangan ini masih akan berjalan cukup solid," tambah Hainlin.

Dari sisi ekonomi makro, The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pertama tahun ini pada Rabu. Meski bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap, pasar akan mencermati sinyal terkait waktu penurunan suku bunga. Para pelaku pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir 2026.

(evw/evw)


Most Popular
Features