IHSG & Rupiah Hadapi Pekan Berat: Menanti Sinyal The Fed - Aksi Konglo
- Pasar keuangan Tanah Air ditutup beragam akhir pekan lalu, IHSG melemah, rupiah menguat hingga obligasi dijual investor
- Bursa saham AS bergerak tak seirama pekan lalu
- Keputusan suku bunga The Fed, pelemahan indeks dolar AS, hingga aksi korporasi emiten konglomerat akan menjadi penggerak pasar hari ini hingga satu pekan ke depan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Tanah Air ditutup beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengalami pelemahan di saat rupiah justru berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pasar keuangan Indonesia diharapkan mampu menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (26/1/2026). Selengkapnya mengenai proyeksi sentiment hari ini dapat dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (23/1/2026), IHSG ditutup melemah hingga turun 0,46% atau 41,17 poin ke level 8.951,01.
Sepanjang perdagangan indeks mengalami tekanan besar. IHSG bergerak pada rentang 8.837,83-9.039,67. Pada sesi 1, IHSG sempat turun lebih dari 1%.
Sebanyak 521 saham turun, 200 naik, dan 237 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 31,87 triliun, melibatkan 61 miliar saham dalam 3,23 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp 16.244 triliun.
(evw/evw)