IHSG & Rupiah Hadapi Pekan Berat: Menanti Sinyal The Fed - Aksi Konglo
Bursa saham AS atau Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (23/1/2026), dengan indeks Nasdaq memperpanjang kenaikan di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) justru berkinerja lebih buruk.
Nasdaq yang erat dengan saham teknologi naik 0,28% dan ditutup di 23.501,24. Sementara itu, Dow yang berisi saham-saham blue chip turun 285,30 poin atau 0,58% ke 49.098,71.
Pelemahan hampir 4% saham Goldman Sachs menjadi salah satu pemberat utama indeks beranggotakan 30 saham tersebut. Adapun indeks acuan yang lebih luas yakni S&P 500, mencatat kenaikan tipis 0,03% dan berakhir di 6.915,61.
Nvidia dan Advanced Micro Devices termasuk saham yang menopang Nasdaq dan S&P 500, masing-masing naik 1,5% dan lebih dari 2%.
Pergerakan ini terjadi setelah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada CNBC bahwa CEO Nvidia, Jensen Huang, berencana mengunjungi China dalam beberapa hari ke depan. Saham teknologi lain seperti Microsoft juga menguat.
Di sisi lain, saham Intel anjlok sekitar 17% setelah pembuat chip itu melaporkan proyeksi kinerja kuartal pertama yang mengecewakan.
Tiga indeks utama AS tersebut sempat menguat untuk sesi kedua pada Kamis, setelah investor merasa lebih tenang menyusul kabar meredanya tensi dagang dan risiko geopolitik.
Indeks mulai berbalik menguat sejak Rabu setelah Presiden Donald Trump membatalkan ancaman tarif atas impor dari delapan negara Eropa yang sedianya mulai berlaku 1 Februari.
Trump juga mengumumkan bahwa ia dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mencapai sebuah "kerangka kerja kesepakatan di masa depan terkait Greenland." Ancaman tarif tersebut sempat memicu pelarian dari aset AS karena investor beralih ke strategi "sell America" pada awal pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur.
Trump juga mengatakan pada Rabu (21/1/2026) bahwa "kami punya konsep sebuah kesepakatan" dengan pulau Arktik tersebut, dikutip dari CNBC International.
"Minggu ini investor menyambut sebuah istilah yang mulai muncul sekitar Liberation Day atau tak lama setelahnya, yaitu strategi perdagangan 'TACO'," kata Scott Ellis, managing director corporate credit di Penn Mutual Asset Management.
"Ke depan investor mungkin akan melihat itu sebagai pola, ketika Trump dan pemerintahan ini menarik kembali sebagian retorika untuk mencapai kesepakatan."
Meski demikian, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak tahu isi kesepakatan "kerangka kerja" yang diumumkan Trump, sembari menegaskan bahwa kesepakatan semacam itu harus menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Greenland.
Walaupun kenaikan gabungan pada Rabu dan Kamis sempat menghapus kerugian Dow dari awal pekan, pergerakan pada Jumat membuat Dow kembali melemah. Dow turun 0,5% sepanjang pekan. S&P 500 turun sekitar 0,4%, sementara Nasdaq melemah kurang dari 0,1% pada periode yang sama. Dua indeks terakhir tersebut membukukan dua pekan penurunan beruntun.
(evw/evw)