Iran Bergejolak, Harga Minyak Mendidih: Rupiah di Ujung Tanduk?
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street ambruk berjamaah pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Indeks melemah setelah investor menjual saham JPMorgan Chase meskipun kinerjanya lebih baik dari perkiraan, serta bergulat dengan volatilitas akibat rentetan proposal Presiden Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir.
Indeks S&P turun 0,19% dan ditutup di 6.963,74. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 398,21 poin atau 0,8% ke 49.191,99, dan Nasdaq Composite melandai 0,1% ke 23.709,87.
Saham JPMorgan terkoreksi 4,2%, meski laporan kinerja kuartal keempat perusahaan melampaui ekspektasi baik di sisi pendapatan maupun laba.
Walau pendapatan perdagangan (trading) perusahaan secara keseluruhan dan khusus ekuitas meningkat pada kuartal tersebut, biaya (fee) perbankan investasi justru turun dan meleset dari perkiraan.
CFO perusahaan, Jeremy Barnum, juga memberi sinyal bahwa industri perbankan berpotensi menentang seruan Trump untuk menerapkan batas bunga kartu kredit sebesar 10% selama satu tahun, yang diumumkan pada Jumat malam.
Goldman Sachs mengikuti pelemahan JPMorgan dengan penurunan lebih dari 1%. Saham keuangan lain seperti Mastercard dan Visa masing-masing anjlok 3,8% dan 4,5%, menjadikannya di antara kinerja terburuk hari itu. ETF Financial Select Sector SPDR ETF dan Invesco KBW Bank ETF juga berada di bawah tekanan.
Tuntutan Trump terkait pengendalian harga kartu kredit muncul di tengah sederet seruan lain pekan lalu. Di antaranya agar perusahaan pertahanan dilarang membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham (buyback), serta larangan bagi investor institusional besar untuk membeli lebih banyak rumah tapak (single-family homes).
"Ada pertanyaan nyata apakah perubahan-perubahan itu bisa dilakukan melalui cabang eksekutif tanpa keterlibatan atau persetujuan Kongres," ujar Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, kepada CNBC.
Trump juga mengatakan pada Senin malam bahwa Microsoft akan mengumumkan perubahan untuk memastikan warga Amerika tidak menghadapi kenaikan biaya utilitas akibat pembangunan pusat data. Saham Microsoft ditutup melemah lebih dari 1% pada Selasa.
Sementara itu, harga minyak melonjak setelah Trump membatalkan seluruh pertemuan dengan Iran, salah satu produsen utama OPE, dan mengatakan kepada para demonstran bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan.
Hal ini terjadi sehari setelah ia menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% atas semua dan setiap bisnis yang dilakukan dengan AS.
Sebelumnya pada Selasa, saham sempat mendapat dorongan setelah laporan indeks harga konsumen (CPI) Desember menunjukkan CPI inti naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari estimasi 0,3% dan 2,8%.
Angka inflasi utama (headline) bulanan naik 0,3% pada Desember, sehingga laju tahunan menjadi 2,7%. Keduanya sesuai dengan perkiraan Dow Jones.
Data CPI ini dirilis beberapa hari setelah laporan ketenagakerjaan Desember menunjukkan pasar tenaga kerja yang sedikit lebih lemah namun tetap stabil, yang kemungkinan mendorong Federal Reserve untuk menahan pemangkasan suku bunga pada rapat pertama tahun ini akhir bulan.
Kontrak berjangka suku bunga Fed memperkirakan dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin tahun ini, dimulai Juni, menurut CME FedWatch Tool.
(gls/gls)