MARKET DATA

Ini 20 Pekerjaan Paling Banyak Dicari di Masa Depan

Muhammad Zahran,  CNBC Indonesia
06 January 2026 14:41
Bukti Cari Kerja Makin Susah, Anak Muda China dan RI Jadi Sorotan
Foto: Infografis/ Bukti Cari Kerja Makin Susah, Anak Muda China dan RI Jadi Sorotan/ Ilham

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar tenaga kerja global tengah mengalami transformasi signifikan seiring pesatnya digitalisasi dan otomatisasi. Sejumlah jenis pekerjaan diproyeksikan akan tumbuh dalam beberapa dekade ke depan, mencerminkan pergeseran preferensi dan permintaan konsumen global.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (Bureau of Labor Statistics) mencatat sejumlah jenis pekerjaan yang diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Profesi asisten perawatan kesehatan di rumah dan perawatan pribadi menjadi profesi yang paling banyak menambah lapangan kerja. Bureau of Labor Statistics memproyeksikan bahwa profesi tersebut akan menambah 739.800 posisi baru pada 2034.

Pesatnya pertumbuhan profesi ini didorong oleh fenomena penuaan penduduk (ageing population) serta meningkatnya prevalensi penyakit kronis. Layanan perawatan kesehatan pribadi juga dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pasien, terutama lansia. Di samping itu, sifat pekerjaannya yang membutuhkan manusia membuatnya sulit digantikan oleh teknologi.

 

Beberapa profesi lain di bidang kesehatan juga diperkirakan akan menambah banyak lapangan kerja baru di masa mendatang.

Lapangan kerja di bidang teknologi juga diproyeksikan akan tumbuh pesat, meskipun ada pandangan bahwa perkembangan AI akan berdampak besar terhadap prospek karier bidang ini. Salah satu profesi dengan prospek menjanjikan di masa depan adalah pengembang perangkat lunak, dengan proyeksi peningkatan 267.700 pekerjaan. Profesi di bidang ini juga umumnya menawarkan gaji yang relatif tinggi.

Di luar sektor kesehatan dan teknologi, pertumbuhan lapangan kerja dalam beberapa tahun ke depan juga diperkirakan akan ditopang oleh sektor jasa konsumsi, manajemen, konstruksi, serta transportasi dan logistik.

Perubahan pola konsumsi masyarakat mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel dan penyedia makanan, seperti penata barang, pekerja layanan makanan, dan koki restoran.

Pada saat yang sama, ekspansi bisnis akan memicu permintaan terhadap tenaga manajerial dan analis bisnis yang berperan menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Sektor konstruksi dan pekerjaan teknis dasar, seperti kuli bangunan dan tukang listrik, juga menunjukkan prospek pertumbuhan yang kuat, didorong oleh pesatnya pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, aktivitas perdagangan dan e-commerce memperkuat kebutuhan tenaga kerja di sektor transportasi dan logistik, terutama pengemudi truk. Apalagi hingga kini pekerjaan-pekerjaan tersebut masih sulit digantikan oleh otomatisasi.


(mae/mae)



Most Popular