Market Commentary

Saham BSBK Rebound & Melesat, Ada Apa?

Research - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
14 December 2022 11:34
Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten properti yakni PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) terpantau melesat lebih dari 5% pada perdagangan sesi I Rabu (14/12/2022).

Per pukul 09:39 WIB, saham BSBK melesat 5,56% ke posisi harga Rp 266/saham.

BSBK menjadi salah satu saham teraktif berdasarkan volume dan frekuensi transaksinya. Volume transaksi BSBK di perdagangan sesi I mencapai 271,6 miliar lembar saham. Sedangkan frekuensinya mencapai 10.671 kali transaksi.

Belum ada rumor atau penyebab pasti melesatnya saham BSBK. Namun, investor kembali memburunya setelah selama dua hari beruntun ambles.

Meski begitu, prospek bisnis perseroan kedepannya masih menjanjikan, apalagi dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Perseroan bakal diuntungkan, karena BSBK memiliki aset berupa pusat perbelanjaan modern di Kota Balikpapan. Balikpapan sendiri dianggap sebagai kota calon pinggiran IKN yang layak huni kini.

Dari orderbook-nya, tercatat sudah ada 2,71 juta lot transaksi saham BSBK hingga pukul 09:39 WIB. Adapun secara terperinci, sudah ada 9.024 lot antrian pada order jual atau offer di harga Rp 266/unit. Sedangkan di order beli atau bid, sudah ada 20.701 lot antrian di harga Rp 264/unit.

BSBK resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal bulan lalu, tepatnya 8 November lalu, sehingga penguatannya juga masih relevan dengan statusnya yang masih sebagai saham baru, meski beberapa kali sudah terkoreksi.

Sanggahan: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

(chd/chd)

[Gambas:Video CNBC]