Wawancara Khusus

Neneng Goenadi Bicara Rasanya Jadi Bos Decacorn di Asia

Profil - Lynda Hasibuan & Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
23 April 2019 19:31
Neneng Goenadi Bicara Rasanya Jadi Bos Decacorn di Asia
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa sangka, banyak perempuan hebat di belakang Grab Indonesia. Bahkan, 40% Karyawan di Grab Indonesia adalah wanita.

Berikut adalah wawancara eksklusi Jurnalis CNBC Indonesia Gustidha Budiartie dengan salah satu wanita yang menjadi pemimpin di sana, yaitu Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi.

Simak wawancara ini: 


Grab menjadi salah satu Decacorn terbesar di Asia Tenggara, bagaimana rasanya menjadi pimpinan wanita di Decacorn yang ada di Asia?

Sebenarnya rasanya bersemangat banget karena tantangannya dan kesempatannya banyak banget dan seru banget.

Apa bedanya dengan pekerjaan sebelumnya sebagai konsultan?

Beda banget. Intensitasnya dibandingkan dengan startup beda sekali. Kalau decacorn company seperti Grab selalu ada inovasi baru setiap harinya. Semua berdasarkan data setiap kali ada sesuatu yang baru. Sementara kalau di konsultan lebih memberi konsultasi. Di sini semuanya bergerak cepat sekali.

Kenapa akhirnya mau berpindah ke perusahaan teknologi?

Sebenarnya karena waktu saya melihat dan diskusi dengan jaringan saya, Grab ini manfaatnya langsung ke masyarakat. Nilainya juga sama dengan saya sebagai individu. Ini adalah waktu saya bisa kontribusi, dan hasilnya nyata. Misalnya, investasi yang sudah diberikan oleh Grab, itu langsung bisa dirasakan oleh masyarakat banyak.

Value-nya seperti apa?

Ya, value company kenapa si Grab itu ada. Karena Grab ingin memberikan kepada semua orang untuk mendapatkan akses baik untuk pekerjaan maupun pendapatan. Itu sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh Indonesia. Lebih langsung dirasakan. Ada analisa beberapa minggu lalu, bagaimana Grab membantu, misalnya GrabBike dari mitra pengemudi yang ada sekarang, sekitar 38 persen tidak punya pekerjaan, Sekarang jadi punya pekerjaan.

Dulu di konsultan, saya kerja pagi sekali yang dimulai setengah tujuh, berangkat pagi sekali. Dan selesai bekerja akan malam sekali. Di sini, kerjanya tidak sepanjang itu, tapi bisa selesai jam 6. Setiap jam ada rapat, dan berganti tidak ada istirahat, terus menerus. Sampai di rumah, ada work chat, intens sekali, lebih singkat, tapi lebih padat.

neneng (jangan dinaikin)Foto: Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


Bagaimana peran perempuan di Grab Indonesia?

Secara regional, 40% dari karyawannya wanita. Di Indonesia, pemimpinnya perempuan. GrabBike, GrabCar, GrabExpress, Procurement, HR, semuanya perempuan. Perempuan di Grab canggih, ini semua orang Indonesia.

Bagaimana dampak iklim kerja bila banyak perempuan di perusahaan?

Saya melihat, berdasarkan riset di perusahaan saya sebelumnya, bagaimanapun juga, perusahaan yang berbeda dan inklusif itu memiliki kemampuan yang tinggi.

Ada kebijakan khusus yang diberlakukan perusahaan?

Kita tidak pernah melihat perempuan atau laki-laki. Kita merekrut itu berdasarkan kompetensinya. Kita sangat fokus terhadap keselamatan. Ini buat perempuan sangat penting, apakah untuk penumpang atau driver.

Kita fokus keselamatan untuk semua. Karena itu adalah yang nomor satu. Kita melakukan banyak hal untuk keselamatan seperti fitur selfie, CCTV, itu sudah menjadi satu hal yang kita fokuskan.

Dengan banyaknya milenial, apa tantangan bekerja di Grab Indonesia?

Sebenarnya di kantor saya sebelumnya, lebih dari 60 persen adalah generasi milenial, tapi kalau di Grab lebih dari 90 persen milenialnya. Tantangan, bagaimana kita bisa berbaur dengan mereka. Kita harus menyesuaikan dengan cara berfikir dan gaya mereka.

Apa aktivitas di luar aktivitas kerja?

Kalau senggang, saya biasanya berlibur dengan keluarga karena saya suka traveling. Tapi kalau di rumah itu melepas lelah biasanya saya santai, membaca buku dan nonton tv.

Apa target Grab di Masa yang akan datang?

Kami sebagai Grab lebih banyak membantu masyarakat baik partner maupun usaha mikro, untuk meningkatkan kemampuan yang ada di Indonesia.

neneng (jangan dinaikin)Foto: Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan?

Meningkatkan kemampuan ada beberapa hal, pertama MoU dengan ITB membuat Tech Future Leader, bagaimana mengajarkan mahasiswa semester lima selama sekitar 6-8 bulan sehingga kemampuannya bisa cocok dengan Grab.

Ada program yang dibuat Grab. Ada juga kerjasama riset bersama dengan ITB. Grab ada tujuh riset dan R&D di dunia, di Seattle, Jakarta, Singapura, Malaysia, Bangalore, Ho Chi Minh dan Beijing. Artinya, "brain" kita ada di tujuh negara, dengan kemampuan berbeda dan bisa membawanya ke Indonesia.

Sebelumnya apakah pernah merambah dunia startup?:

Sebenarnya iya juga. Karena di perusahaan sebelumnya kami membantu startup, dan bergerak di technology leadership. Jadi sedikit banyak sudah bersinggungan.

Bagaimana perjalanan karir sejak awal?

Di perusahaan sebelumnya saya mulai sejak lulus sekolah, langsung bekerja sebagai analis. Posisi terakhir saya adalah Country Manager di mana saya meniti karir di sana sudah sekitar 28 tahun. Saya tipe orang yang fokus sampai karir tertentu. Setelah itu, saya mendapat tawaran ini, dan saya pikir ini adalah waktu yang tepat.

Tonton Video Neneng Goenadi dan Tantangan Menjadi Bos di Decacorn Grab

[Gambas:Video CNBC]
(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading