Bisnis Baju Muslim Tetap Cuan di Tengah Corona, Ini Kuncinya!

Entrepreneur - dob, CNBC Indonesia
20 April 2020 15:21
Qanita Azzhara Foto: Qonita Azzahra
Jakarta, CNBC Indonesia - Usaha busana muslim menjadi salah satu yang bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang memukul banyak usaha.

Cerita ini datang dari Qonita Azzahra yang membuka usaha busana muslim bernama Qonita Project yang dulunya merupakan bisnis orang tuanya.

Sejak tahun 2017, pesanan yang ia dapatkan mulai meningkat karena bantuan teknologi dimana ia memasarkan barangnya melalui beberapa marketplace. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa usahanya pun terkena imbas dari pandemi ini.


"Memang ada penurunan dari segi pesanan, tapi saya masih sangat merasa bersyukur karena masih ada orang yang tetap membeli barang yang saya jual," ujarnya mengutip website resmi Grab, Senin (20/4/2020).


Salah satu yang terus membantu bisnis Qonita tetap berjalan adalah teknologi, yaitu melalui marketplace dan GrabExpress. Fitur Bukti Pengiriman dan Pelacakan Langsung membantu Qonita menjaga kepercayaan pelanggan karena ia dapat memantau proses pengiriman dengan masuk ke tautan yang otomatis akan dikirimkan ke aplikasi Grab pada saat proses pengantaran.

Selain itu, Qonita juga mendapat bukti pengiriman barang melalui foto yang akan diambil oleh kurir pada saat pengambilan dan pengiriman barang.

Selain Qonita, bisnis lainnya yang mengaku terbantu dengan layanan GRabExpress adalah Vidikitchen, yaitu bisnis makanan milik Fitri Saniatul Hasanah yang berlokasi di Bandung.

Dia bercerita, dirinya merasa terbantu dengan fitur Kirim ke Banyak Tujuan & Banyak Pemesanan Sekaligus, dimana ia bisa mengirimkan hingga ke 5 alamat dalam 1 pesanan dan memesan hingga 10 mitra pengemudi dalam waktu yang bersamaan. Fitur ini menurutnya membantunya untuk dapat menghemat waktu dan mengirimkan pesanan dengan lebih cepat.

Fitri juga bercerita bahwa usahanya masih tetap berjalan meski awalnya sempat terfikir untuk menutup sementara. "Menurut saya bisnis makanan adalah bisnis yang sangat sensitif terlepas dari adanya pandemi ini atau tidak. Jika kita lalai dalam menjaga kebersihan, nama baik brand kitalah yang menjadi taruhannya," ujarnya.

Sebagai informasi, Grab mencatat layanan GrabExpress mengalami peningkatan pengiriman yang dilakukan oleh social seller sebanyak 40%. Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, masa sulit seperti saat ini, Grab sadar bahwa berhenti berusaha bukalah jawaban.

"Oleh karena itu saya sangat kagum melihat semangat yang dimiliki oleh para pegiat UMKM di Indonesia yang terus melanjutkan bisnisnya bukan hanya untuk mereka sendiri tapi juga untuk orang lain," ujarnya.


Dengan semangat itu, menurutnya pemilik usaha bisa beradaptasi dengan situasi ini dan menjaga roda perekonomian Indonesia terus berputar agar bisa mengembalikan kestabilan ekonomi nantinya setelah pandemi ini berlalu. Grab juga berterima kasih kepada seluruh mitra pengantaran GrabExpress yang masih berjuang di garda terdepan untuk membantu para pegiat UMKM di seluruh Indonesia dapat terus menjalankan bisnis mereka.

"Mari kita bekerja sama untuk melawan pandemi COVID-19 ini serta selalu jaga kesehatan dan keamanan bersama," pungkasnya.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading