Eksklusif

Rudiantara Bicara Soal Data Center, Merger Telko Hingga Bolt

Profil - Tim CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
22 November 2018 12:04
Polemik data center

Polemik data center

Mekanisme penyimpanan data center?
 
Kan sebetulnya di PP 82 tahun 2016 ada yang namanya Data Center localization itu keharusan. Tidak ada alasan apapun, semua data center itu di dalam negeri. 

Ada namanya penyimpanan data, ada namanya pemrosesan ya. Nah kita lihat sebetulnya masik applicable atau tidak? Dari tahun 2016 jadi bukan baru, dari tahun 2016 ini kami sudah melihat bawah ini harus ditata ulang. 

Mengapa? Karena praktis kalau kita kan sekarang kita dorong ekonomi digital ada namanya startup kita dorong, unicorn kita dorong, gitu ya, nah mereka menggunakan data Center di mana? Kalau yang harus di dalam negeri tidak ada perubahan kebijakan yang tadi perubahan kebijakan itu.


Tetapi bukan juga berarti artinya zaman sekarang boleh di mana-mana? Tidak! Yang harus di dalam negeri, dalam negeri tetap. Masalah kedaulatan tidak bisa diganggu gugat. Wah itu sih overminded body istilahnya. Seperti penyelenggaraan negara, ya tidak bisa. Terus jangan justru harusnya di dalam negeri, disimpan di luar negeri.
 
Akankah pemerintah ajak Facebook, Google, dll bangun data center di Indonesia?

Kita lihat harus dari kita ini kan bagian dari pada di ekosistem dunia, tidak bisa serta-merta juga besok kamu ke sini. Kita harus ada taktik dan bagaimana caranya. Kenapa? Nomor satu ya Data Center ini misal kan harus kita peluk gitu lho ya? Apa concern mengenai perlindungan data? Perlindungan datanya itu tidak hanya di Data Center, perlindungan datanya akan ada di undang-undang perlindungan data pribadi yang pemerintah dan DPR sudah sepakati masuk prolegnas 2019.

Jadi jangan kita campur aduk antara teknologi, antara perlindungan data dan lain sebagainya. Kita harus harus pilah pilih, data: penyimpanan data, pemprosesan. Nah, pemrosesan misal kan kalau kita lihat ya unicorn sekarang juga masih menggunakan di luar. 

Kenapa saya tanya duluan berbagai macam alasan yang startup kenapa startup pakainya data center-nya di luar? Masalah harga? Misal kan. Masalah fleksibilitas aplikasi? Misal kan. Ya kita harus dorong, misalkan kalau ada yang bagus di Indonesia kita dorong ke sana, tapi bukan kita ini tidak boleh ekstrem, dalam negeri semuanya for the sake of nationality atau mengatasnamakan nasionalisme. 

Belum tentu semuanya begitu atau juga ekstrem asing, ya gak bisa. Kita juga harus dulu kan sesuai dengan porsinya dan ini kan kalau bagi saya tidak ada perubahan yang mendasar. Tetap dalam negeri pengecualian diberikan kepada beberapa hal yang memang tidak relevan dengan kaitan nya masalah strategisnya.

Rudiantara Bicara Soal Data Center, Merger Telko Hingga BoltFoto: Data Center (Reuters)
 
Di manakah posisi para pelaku data center lokal?
 
Kalau kita lihat ya bisnis Data Center ini masih besar di Indonesia. Kenapa? Salah satunya adalah misalkan tergantung service levelnya dimana? Tier berapa? Kalau kita bicara tier empat dalam konteks internasional itu harus ya kriterianya harus dipasok oleh dua perusahaan listrik yang berbeda. 

Nah, sekarang kan di Indonesia cuman ada PLN. Paling-paling Data Center yang di Cikarang. Karena apa? di Cikarang ada perusahaan listrik Cikarang listrindo 1. Satu lagi PLN. Apakah semua tier empat harus numpuk di sana? Kemudian narik transmisinya jadi seperti apa? Ini juga menjadi concern kami ke depannya seperti apa. 

Tentunya biar bagaimanapun Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar. Saya sudah katakan kepada asing kita terbuka anda bisnis di Indonesia, tapi we need the friend who can create the value add. Kalau hanya, hanya ekspor Indonesia sebagai pasar saja, ya over demanded body.
 
Sejauh apa lokal dilibatkan?

Saya itu dari tahun 2016 bicara ini. Kalau liat asing mau masuk, kita juga harus tanya masuknya seperti apa? Apakah mereka membuat data center di sini, berjualan cloud computing di sini? Apakah ini menjadi bagian jaringannya dia? Bagian back office-nya dia? Jadi kita harus lihat tidak bisa digugah semuanya 'Pokoknya enggak boleh atau asing boleh nggak boleh' bisa kita harus liat case-case yang besar kita harus lihat dan jangan lupa kita perlu menggerakkan ekonomi di Indonesia.
 
Indonesia bekerjasama dengan Alibaba? Keuntungannya apa?

Dari sisi bisnis, saya terakhir ketemu sama Jack Ma. Dua kali. Bulan Agustus di Istana Bogor dan kemarin Oktober di Bali pada saat IMF World Bank. Jack MA itu tidak punya appetite lagi untuk masalah bisnis Indonesia. 

Dia udah ada lewat Lazada, lewat juga yang lainnya, gitu ya udah. Jadi, posisikan Jack Ma, anda itu kan literally guru dulunya dan sekarang anda guru katakanlah di bidang digital e-commerce. 

Kenapa enggak anda tularkan di Indonesia? Kenapa enggak dibuka yang namanya Jack Ma institute di Indonesia? Itu diskusi saya. Jadi bukan lagi mengenai dia membuka dia bisnis. Bisnisnya di Indonesia mungkin seper berapa dari total bisnisnya dia.

Jadi dia juga udah enggak... jadi artinya apa? Mau dibeli suruhnya Indonesia pun tidak akan menambah value pada total bisnisnya dia yang sudah miliki, tapi kita bisa sentuh dari tadi hal yang tadi di sini. Artinya otak anda dong di sharing di sini.



Konsolidasi Telko, nasib Bolt dan First Media
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading