Keseruan Event Ciptakan Perubahan Sosial: Resep 3 Pilar untuk RI Hijau
Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang nyata, kita harus kuasai tiga pilar utama: lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dampak sosial jadi kunci krusial karena tanpa masyarakat sejahtera, upaya hijau cuma omong kosong.
Data World Bank bilang, kemiskinan ekstrem di Indonesia masih 9,5% (2024), bikin susah adopsi gaya hidup ramah lingkungan. Kalau orang miskin prioritasnya makan hari ini, mana sempat memikirkan daur ulang? Dampak sosial naikkan taraf hidup, baru ekonomi hijau jalan lancar.
Generasi muda Indonesia kini makin sadar. Saya ikut tiga event seru berbasis sosial, gabungkan kesenangan dan misi nyata.
Contoh pertama, Liberty Society yang mengadakan gala amal tahun lalu. Saya mengikuti kegiatan donasi tas vintage desainer untuk melatih menjahit 100 perempuan marginal. Tamara Gondo, sang founder, membuat gala tersebut untuk membantu 10 ribu wanita Indonesia supaya keluar dari kemiskinan lewat kreasi produksi dan akses untuk menjual hasil karya di Indonesia.
Melalui acara lelang tersebut, Tamara berhasil mengumpulkan Rp1 miliar, dengan menghubungkan para donatur dengan cara konkret untuk membantu perempuan di dalam kategori bawah garis kemiskinan dan memberi kesempatan kedua untuk barang bekas.
Contoh menginspirasi kedua, adalah acara Pop-Up Café Club yang diadakan oleh dua sahabat penulis, Reza Stevano dan Thea Kurniawan, yang lahir berdekatan hanya beda dua hari. Acara berlangsung di rumah Reza yang nyaman dan luas. Penjualan makanan dan barang di acara tersebut didonasikan ke Wahana Visi Indonesia via program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH). Program ini yakin air bersih dan sanitasi bukan hak istimewa.
Wahana Visi Indonesia membantu komunitas mendapatkan air bersih, kebiasaan higienis sehat, dan sanitasi aman, baik sehari-hari maupun saat darurat. Mulai dari hentikan buang air besar sembarangan, biasakan cuci tangan pakai sabun, olah air aman, sampai kelola sampah berkelanjutan. Komunitas diberdayakan urus sistem air sendiri dan perjuangkan hak mereka.
Triftin, perusahaan secondhand charity milik penulis, ikut membuka booth. Salah satu barang yang di-display adalah lukisan upcycle kreasi penulis. Total dari acara telah terkumpul Rp50 juta lebih untuk akses air bersih di komunitas terpencil. Acara sukses dan hangat, dengan peserta yang antusias saling bertukar kabar.
Reza, Thea, dan tim Pop-Up Café Club kini sedang menyusun jadwal kunjungan ke lokasi program WASH bersama Wahana Visi Indonesia untuk kegiatan outreach ke NTT, termasuk melihat infrastruktur air bersih hasil donasi sebelumnya, berbincang dengan masyarakat NTT, volunteer bersama anak dan remaja, serta mendukung pemberdayaan perempuan, sehingga donatur bisa lihat langsung transparansi dan dampak nyata dari dana yang terkumpul.
Ketiga, program Jalin Mimpi yang makin ngehits. Didirikan pada tahun 2018 oleh Devina Deascal (Founder & Acting CEO) dan Christa Sabathaly (Co-Founder), awalnya mereka membantu anak Jakarta-Sumba mendapatkan pendidikan gratis.
Kini mereka fokus empat pilar: volunteerism, kesejahteraan anak, pendidikan, sustainability. Mereka beda karena tak cuma membantu penerima tapi juga pemberdayaan donatur. Bikin orang biasa mudah mulai aksi sosial, dari kecil jadi "bola salju kebaikan".
Program unggulannya mencakup kelas belajar gratis buat anak kurang mampu, perpustakaan, beasiswa, Cook for Bali/Jakarta buat masak bareng komunitas, Travel & Teach biar relawan belajar sambil kontribusi di Sumba, Yogya, Bali, Maluku (selanjutnya Banda Neira), serta pilot kelola sampah di panti asuhan Bali supaya anak aware lingkungan.
Penulis sendiri pernah mengikuti Cook for Jakarta, masak buat lansia sambil ngobrol seru dengan volunteer lainnya. Pengalaman yang penuh tawa dan bermakna bagi penulis. Mereka bikin aksi sosial yang mudah diakses siapa saja.
Event-event ini membuktikan bahwa setiap kesempatan untuk berkontribusi pada dampak sosial harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan taraf hidup komunitas, pencapaian keberlanjutan pun menjadi kenyataan. Mari bersama-sama wujudkan Indonesia hijau yang berkelanjutan.
(miq/miq) Add
source on Google