Diam-Diam Ramai Orang RI Beli Mobil Tunai, Sumber Duitnya Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, pertumbuhan tersebut ternyata belum sepenuhnya dinikmati perusahaan pembiayaan atau multifinance. Pasalnya, semakin banyak konsumen yang membeli kendaraan listrik menggunakan uang tunai dibandingkan memanfaatkan fasilitas kredit.
Kondisi ini membuat pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan. Padahal, selama ini penjualan mobil dan motor menjadi salah satu penopang utama bisnis perusahaan multifinance, terutama melalui pembiayaan multiguna.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengungkapkan, fenomena tersebut terlihat setelah pihaknya melakukan penelitian terhadap perkembangan penjualan kendaraan bermotor. Hasilnya, peningkatan penjualan mobil, khususnya kendaraan listrik, ternyata tidak memberikan dampak yang sebanding terhadap penyaluran pembiayaan.
"Kami coba melakukan research dan penelitian. Biasanya pertumbuhan yang terjadi di kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, itu linear dengan kami. Pertumbuhannya cukup bagus, misalnya kendaraan roda empat tumbuhnya menarik sekitar 18%," ujar Suwandi, Kamis (5/11/26).
Temuan tersebut menjadi salah satu penjelasan mengapa pertumbuhan pembiayaan multifinance masih tertahan meskipun pasar otomotif menunjukkan perkembangan. Perubahan metode pembayaran konsumen menjadi faktor yang perlu diperhatikan industri pembiayaan dalam membaca kondisi pasar kendaraan.
"Namun, setelah kita lakukan penelitian, ternyata tidak linear dengan kami karena satu dan lain hal, banyak penjualan di kendaraan EV. Nah, kendaraan EV rata-rata yang membeli kendaraan itu masih menggunakan dana tunainya sendiri atau cash basis," katanya.
Fenomena pembelian tunai tersebut membuat perusahaan multifinance tidak otomatis mendapatkan tambahan bisnis ketika penjualan mobil listrik meningkat. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasar kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pasar kendaraan konvensional yang selama ini menjadi sumber pembiayaan.
Perubahan pola pembayaran juga tidak hanya ditemukan pada kendaraan baru. Perusahaan pembiayaan turut mencermati perkembangan transaksi mobil bekas yang selama ini menjadi salah satu segmen penting dalam bisnis multifinance.
"Di roda empat, bekas juga kok kelihatannya turun? Kenapa? Kami cek ke dealer dan showroom, ternyata penjualannya juga banyak cash," ujar Suwandi.
Selain pembayaran tunai, terdapat pula persaingan dari lembaga keuangan lain yang menawarkan sumber pembiayaan alternatif kepada konsumen. Kondisi ini membuat perusahaan multifinance harus menghadapi perubahan perilaku konsumen sekaligus persaingan dalam memperebutkan calon debitur.
"Banyak penjualan kendaraan bekas yang biasanya dengan pola kredit melalui perusahaan pembiayaan, sekarang mereka mendapatkan pinjaman dari KUR, terus membeli kendaraan roda empat. Bukan mereka tidak dapat dari kita, tapi dapatnya dari lembaga keuangan lainnya," kata Suwandi.
(dce)